Monday, April 28, 2014

Hukum Tidur Setelah Ashar (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah)

Tanya:

“Apa hukum tidur setelah Ashar?”

Jawab:

Para ulama yang tergabung dalam Lembaga Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah rahimahumullah menjawab:

النوم بعد العصر من العادات التي يعتادها بعض الناس ولا بأس بذلك والأحاديث التي في النهي عن النوم بعد العصر ليست صحيحة انتهى

وهذا القول هو الراجح لعدم صحة النهي عن النبي صلى الله عليه وسلم وأما ما جاء عن السلف من الآثار التي تنهى عن نومة العصر فهي محمولة على جهة الطب لا من جهة الشرع

يعني لما اشتهر عند العرب قديما وبين بعض الأطباء الأوائل أن النوم بعد العصر غير صحي وقد يؤدي إلى إضرار في البدن فكرهوا للإنسان النوم بعد العصركي لا يضر نفسه من غير نسبة إلى السنة  والتشريع فيرجع في الأمر إلى الطب فإن ثبت من جهته الضرر والأذى كره للمرء أن يضر نفسه وأما الشرع فلم يثبت فيه النهي عن ذلك ابتداء

“Tidur setelah Ashar termasuk adat yang dilakukan oleh sebagian orang, hukumnya tidak apa-apa. Hadits-hadits larangan tidur setelah Ashar tidak shahih. Inilah pendapat yang kuat, karena ketiadaan dalil shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang melarangnya. Adapun adanya beberapa atsar salaf yang melarang tidur setelah Ashar, maka larangan itu dipahami jika ditinjau dari sisi kesehatan, bukan ditinjau dari hukum syariat.

Dahulu tersebar di kalangan Arab dan sebagian tabib bahwa tidur setelah Ashar tidak baik bagi kesehatan, bahkan terkadang dapat menimbulkan mudharat bagi tubuh. Oleh karena itu, sebagian salaf tidak menyukai seorang yang tidur setelah Ashar, tanpa bermaksud menyandarkan hukum permasalahan ini pada As-Sunnah maupun syariat. Alasannya hanyalah agar ia tidak menimpakan mudharat pada tubuhnya.

Hukum permasalahan ini dikembalikan pada ilmu kedokteran, jika memang menimbulkan mudharat dan gangguan, maka hukumnya makruh. Adapun menurut hukum syariat, tidak terdapat dalil shahih yang melarangnya” [Fatawaa Al-Lajnah Ad-Da’imah, 26/148]

No comments:

Post a Comment