Monday, September 29, 2014

Fatwa Ulama "Jihadi" Tentang ISIS (Nasehat Untuk Para Pemuda Pecinta Jihad)

Pada artikel yang lalu, kita telah mengetahui fatwa para ulama ahlus-sunnah tentang kelompok ISIS. Dalam artikel ini, para pembaca sekalian akan mengetahui, bukan hanya ulama ahlus-sunnah yang memperingatkan kesesatan ISIS, bahkan ulama “jihadi” (baca takfiri -ed) sendiri tidak setuju dengan ulah mereka. 

Para ulama “jihadi” tersebut adalah pujaan para teroris muda di negeri ini semacam Imam Samudra, Dr. Azahari dan konco-konconya. Mereka adalah  Dr. Aiman Azh-Zhawahiri, Abu Muhammad Al-Maqdisi, Abu Bashir At-Thurthusi, Abu Qatadah Al-Filisthni, dan yang setipe dengan mereka. 

Langsung kita simak apa penuturan mereka tentang ISIS (Islamic State of Iraq and Sham)

Thursday, September 25, 2014

14 Fatwa Ulama Islam Tentang Kesesatan ISIS (Islamic State of Iraq and Sham)

Berikut adalah beberapa fatwa ulama umat Islam tentang kesesatan ISIS (Islamic State of Iraq and Sham). Hal ini merupakan bukti bahwa para ulama ahlus-sunnah salafiyyun telah berlepas diri dari kebiadaban, kekejaman dan tindakan teror yang mereka lakukan, meskipun mengatasnamakan Islam.

Jika Hari Arafah Bertepatan Dengan Hari Jum’at

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يَصُمْ أحدُكم يوم الجمعة؛ إلا أن يصوم قبله، أو يصوم بعده

“Janganlah salah seorang kalian berpuasa pada hari Jum’at, kecuali ia berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya” [HR. Al-Bukhari no. 1985 dan Muslim no. 1144]

Jumhur ulama berpendapat makruh menyendirikan puasa hari Jum’at.[1]

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

إن السُّنة مضت بكراهة إفراد رجب بالصوم، وكراهة إفراد يوم الجمعة

“Sungguh dalam As-Sunnah telah berlalu (penjelasan -pen) tentang dimakruhkannya puasa di bulan Rajab dan menyendirikan puasa hari Jum’at.” [Majmuu’ Al-Fatawaa]

Bagaimana seandainya hari Jum’at bertepatan dengan hari Arafah, lalu kita hanya berpuasa pada hari Jum’at tanpa berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya?

Syiah Hutsi Kuasai Ibukota Yaman, Akankah Pemerintah Sunni di Yaman Berganti Menjadi Rezim Syiah?

KIBLAT.NET, Sanaa – Pemerintah Yaman dan pemberontak Syiah Houthi sepakat untuk menandatangani perjanjian damai pada Ahad (21/09) yang ditengahi oleh PBB. Sementara para pemberontak Houthi telah menguasai gedung-gedung pemerintahan, stasiun radio dan televisi pemerintah di ibukota Sanaa.

Presiden Yaman Abdul Rabuh Mansour Hadi mendesak semua pihak untuk mematuhi kesepakatan tersebut.

Friday, September 19, 2014

Siapakah yang Boleh Memberikan Vonis Kafir, Apakah Harus Ulama? (Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan)

Tanya:

"Apakah hanya ulama yang boleh mengkafirkan para pelaku syirik akbar dan orang-orang yang mencela Allah?"

Asy-Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjawab:

Kapan Hujjah Dinyatakan Telah Tegak Bagi Para Pelaku Kesyirikan? (Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan)

Tanya: 

“Fadhilatus Syaikh semoga Allah memberikan taufiq kepada Anda, di sana terdapat orang-orang yang menyatakan bahwa wajib menegakkan hujjah kepada para penyembah kubur”

Asy-Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjawab: 

Thursday, September 18, 2014

10 Masalah Seputar Penguburan Jenazah

Hukum Menguburkan Jenazah

Al-Hafizh An-Nawawi rahimahullah berkata: “Menguburkan jenazah hukumnya fardhu kifayah berdasarkan ijma’ ” [Al-Majmuu’, 5/282]

Dalilnya adalah hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

اذهبوا فادفنوا صاحبكم

“Pergilah, kuburkanlah sahabat kalian” [HR. Muslim no. 2236]

Bolehkah menguburkan jenazah di rumah?