Friday, September 19, 2014

Siapakah yang Boleh Memberikan Vonis Kafir, Apakah Harus Ulama? (Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan)

Tanya:

"Apakah hanya ulama yang boleh mengkafirkan para pelaku syirik akbar dan orang-orang yang mencela Allah?"

Asy-Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjawab:

Kapan Hujjah Dinyatakan Telah Tegak Bagi Para Pelaku Kesyirikan? (Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan)

Tanya: 

“Fadhilatus Syaikh semoga Allah memberikan taufiq kepada Anda, di sana terdapat orang-orang yang menyatakan bahwa wajib menegakkan hujjah kepada para penyembah kubur”

Asy-Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjawab: 

Thursday, September 18, 2014

10 Masalah Seputar Penguburan Jenazah

Hukum Menguburkan Jenazah

Al-Hafizh An-Nawawi rahimahullah berkata: “Menguburkan jenazah hukumnya fardhu kifayah berdasarkan ijma’ ” [Al-Majmuu’, 5/282]

Dalilnya adalah hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

اذهبوا فادفنوا صاحبكم

“Pergilah, kuburkanlah sahabat kalian” [HR. Muslim no. 2236]

Bolehkah menguburkan jenazah di rumah?

Monday, September 15, 2014

Beberapa Kaidah Syari’at dalam Pengkafiran

  1. Menghukumi suatu perbuatan sebagai kekafiran atau pelakunya telah kafir adalah hukum syar’i
Berbicara tentang kekafiran suatu perbuatan dan pengkafiran pelakunya sama halnya dengan pembicaraan suatu hukum dalam syari’ah, haruslah berdasarkan ilmu (Al-Qur’an dan As-Sunnah). Sebab Allah Ta’ala telah mengharamkan pembicaraan dalam agama-Nya tanpa didasari ilmu, sebagaimana firman-Nya:

وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللَّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ 

“(Allah mengharamkan) kalian berkata atas Allah apa yang tidak kalian ketahui.” [Al-A’rof: 33]

Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata, “Makna firman Allah Ta’ala, “(Allah mengharamkan) kalian berkata atas Allah apa yang tidak kalian ketahui”, mencakup pembicaraan tentang nama-nama Allah Ta’ala, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya dan syari’ah-Nya. Semua bentuk pembicaraan tanpa ilmu telah diharamkan oleh Allah Ta’ala. Dia melarang hamba-hamba-Nya untuk melakukan hal itu, karena dalam perbuatan tersebut terdapat kerusakan yang khusus maupun umum.” [Lihat Tafsir As-Sa’di (hal. 283)]

Maka tidak diragukan lagi bahwa pembicaraan tentang kekafiran dan pengkafiran adalah masalah syari’ah yang harus berdasarkan ilmu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Kekafiran adalah hukum syar’i, hanya boleh ditetapkan dengan dalil-dalil syar’iyyah.” [Lihat Majmu’ Al-Fatawa (17/78)]

Beliau juga berkata, “Oleh karena itu para ulama Sunnah tidak mengkafirkan (semua) yang menyelisihi mereka, meskipun orang yang menyelisihi itu mengkafirkan mereka, karena (menetapkan) kekafiran adalah hukum syar’i.” [Lihat Ar-Roddu ‘alal Bakri (2/492)]

Saturday, September 13, 2014

Sah-kah Shalat Bermakmum di Belakang Imam yang Terjatuh dalam Kesyirikan?

Tanya:

“Terdapat seorang laki-laki di wilayah kami, ia membaca Al-Qur’an tanpa tajwid dan tartil. Ia meyakini  penghuni kubur dan orang-orang mati dapat memberikan manfaat dan madharat, ia juga bernadzar untuk mereka. Apakah diperbolehkan shalat bermakmum di belakangnya? Apakah diperbolehkan menshalati mayit yang keadaannya demikian?”

Jawab:

Asy-Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjawab:

Hukum Melangkahi Punggung Manusia di Masjid

Saat kita telat menghadiri shalat Jum’at, biasanya shaf-shaf  di masjid telah penuh, tinggal tersisa shaf di belakang yang masih kosong. Terkadang sebagian orang melangkahi punggung-punggung manusia untuk sampai pada barisan depan, karena ingin mendapatkan keutamaan shaf terdepan. Apakah perbuatan itu diperbolehkan?

Jumhur ulama berpendapat hukumnya makruh, berdalil dengan hadits Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang laki-laki yang melangkahi punggung-punggung manusia, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اجلس فقد اذيث

Duduklah, sungguh engkau telah mengganggu” [HR. Abu Daud]

Thursday, September 11, 2014

Pengumuman Mahasiswa Baru Universitas Islam Madinah Tahun 1436 / 2014

DetailsEnglish NameArabic Name 
DetailsASEP RIDWAN TAUFIQأسيف رضوان توفيق
DetailsMIFTAH FARID ABDUR RAHMANمفتاج فريد عبد الرحمن
DetailsLALU SIDRATUL MUNTAHAلالو سدرة المنتهى
DetailsMUHAMMAD NASIRUDDIN NASIRمحمد ناصر الدين ناصر
DetailsJUNDI QORIBAجندي قريبا
DetailsTUBAGUS ALIعلي بن توباغوس زين العابدين
DetailsSURYADIN AHMADسريا دين
DetailsISMAIL NUR ALAMSHAHإسماعيل بن نور عالمشاه