Thursday, April 24, 2014

Pemelihara Tuyul Ingin Taubat

Tanya: 
Apa dosa seseorang yang memelihara tuyul masih bisa diampuni? (08773xxxxxxx)
Jawab: 

Wednesday, April 23, 2014

Berwudhu atau Mandi Setelah Memandikan Jenazah?

Memandikan Jenazah

Tentang disyariatkannya wudhu atau mandi setelah memandikan jenazah, para ulama memiliki tiga pendapat yang masyhur,

Pertama, disyariatkan berwudhu. Pendapat ini dipegang oleh Ibrahim An-Nakha’i, Ahmad dan Ishaq.

Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata:

من غسل ميتا أرجو أن لا يجب عليه الغسل وأما الوضوء فأقل ما قيل فيه

“Barangsiapa yang memandikan mayat, aku berpendapat bahwa ia tidak wajib mandi, namun paling minimnya adalah berwudhu”

Wednesday, April 16, 2014

Meluruskan Niat Sebelum Mengkritik dan Menimbang Sebelum Memboikot (Hajr)

Al-Muzanni rahimahullah berkata:

حق المناظرة أن يراد بها الله عز وجل وأنها يقبل منها ما يتبين

"Kewajiban dalam berdebat adalah meniatkannya karena Allah ‘azza wajalla, hendaklah ia menerima kebenaran kapanpun kebenaran itu nampak jelas” [Jami' Bayan Al-'Ilmi no. 1851, 2/972]

Ibnu ‘Aqiil Al-Hambali rahimahullah berkata:

وكل جدل لم يكن الغرض فيه نصرة الحق فإنه وبال على صاحبه والمضرة فيه أكثر من المنفعة لأن المخالفة توحش

“Setiap perdebatan yang tidak bertujuan untuk membela kebenaran, maka hal itu akan memberikan mudharat pada pelakunya. Kerusakannya lebih banyak dari manfaatnya, karena perselisihan itu buruk” [Syarh Al-Kaukab Al-Muniir, 4/370]

Monday, April 14, 2014

Apa Penilaian 7 Ulama Kibar Tentang Pemilu, Demokrasi dan Parlemen?

1. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata:

أن هذه الانتخابات والبرلمانات ليست إسلامية وأنني لا أنصح مسلما أن يرشح نفسه لأن يكون نائبا في هذا البرلمان لأنه لا يستطيع أن يعمل شيئا أبدا للإسلام، بل سيجرفه التيار

“Pemilu-pemilu dan parlemen ini bukanlah bagian dari Islam. Sungguh aku menasehatkan kepada segenap muslim untuk tidak mencalonkan dirinya menjadi calon legislatif di parlemen, karena ia tidak akan mampu berbuat apa-apa untuk Islam selama-lamanya, bahkan ia sendiri yang akan terjerumus dalam kebinasaan” [Silsilah Al-Hudaa wa An-Nuur kaset no. 660]

2. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:

Thursday, April 10, 2014

Bolehkah Istri Keluar Rumah Untuk Berdakwah atau Menuntut Ilmu?

Tanya:

“Apakah metode terbaik dalam berdakwah bagi wanita?”

Jawab:

Asy-Syaikh Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menjawab:

"Saya katakan kepada para wanita: وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ “Tetaplah kalian di rumah-rumah kalian” (QS. Al-Ahzab: 33)

Kalian tidak punya urusan dalam berdakwah. Saya mengingkari (tidak menyetujui -pent) penggunaan kata "dakwah" di kalangan muda-mudi, seperti pernyataan bahwa mereka termasuk pihak yang berhak berdakwah. Seolah-olah kata “dakwah” menjadi sebuah trend masa kini. Dimana setiap orang yang baru saja mengetahui sedikit ilmu agama, dengan serta merta menjadi seorang da’i.

Monday, April 7, 2014

Antara Dzulqarnain, Luqman dan Khidir

Tanya:

Sebutkan point-point permasalahan yang diperselisihkan ulama berkaitan dengan Dzulqarnain, Luqman dan Khidir?

Jawab:

Pertama, para ulama berselisih, siapakah diantara mereka yang paling utama (afdhal)?

Keutamaan mereka berbeda-beda jika ditinjau dari keilmuan, hikmah, taktik berperang dan politik dalam mengatur wilayah kekuasaan.

1. Dilihat dari sisi keilmuan, Khidir lebih utama, karena Nabi Musa ‘alaihissalam diperintahkan Allah untuk menempuh perjalanan jauh demi menuntut ilmu kepada Khidir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menceritakan tentang kisah Musa dan Khidir ‘alaihimassalam:

فأوحى الله إليه أن عبداً من عبادي بمجمع البحرين هو أعلم منك

“Maka Allah mewahyukan pada Musa, ada seorang hamba dari hamba-hamba-Ku yang lebih berilmu darimu. Ia berada di pertemuan antara dua laut.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Saturday, April 5, 2014

Memperjuangkan Islam Lewat Jalur Politik, Maslahat atau Mafsadah yang Diperoleh?

Sungguh aneh, saat para ulama kibar berfatwa menasehatkan kaum muslimin agar menjauhi berbagi macam fitnah akibat manuver politik, justru sebagian orang sangat getol memperjuangkan pendapat “bolehnya berpolitik praktis demi maslahat”. Apakah ia telah mempertimbangkan maslahat dan mafsadah dari realita yang terjadi di lapangan?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

“Sungguh hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim” [HR. At-Tirmidzi no. 1395, An-Nasa’i no. 3987 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih At-Tirmidzi]

Jika satu nyawa seorang muslim yang terbunuh ditimbang dengan suara politik di parlemen atau ditimbang dengan kursi presiden, manakah yang lebih maslahat? 

Mereka (para da’i politik di Mesir) mengorbankan nyawa seorang muslim demi memperjuangkan maslahat yang mustahil tercapai. Ini jika satu nyawa yang hilang, bagaimana jika ratusan bahkan ribuan nyawa kaum muslimin yang terbunuh?? Allahulmusta’an

Friday, April 4, 2014

Diantara Adab dalam Menerima Kebenaran dan Membantah Kebatilan

Allah ta’ala berfirman:

فَهَدَى اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ لِمَا اخْتَلَفُواْ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللّهُ يَهْدِي مَن يَشَاء إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Maka Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman kepada kebenaran dalam hal yang masih mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus” [QS. Al-Baqarah: 213]

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

فمن هداه الله سبحانه إلى الأخذ بالحق حيث كان ومع من كان ولو كان مع من يبغضه ويعاديه ورد الباطل مع من كان ولو كان مع من يحبه ويواليه فهو ممن هدى الله لما اختلف فيه من الحق

“Maka barangsiapa yang Allah anugrahkan hidayah padanya untuk mengambil (menyatakan –pen) kebenaran di manapun kebenaran itu berada dan bersama kebenaran dari siapapun itu, meskipun kebenaran itu bersama orang-orang yang ia benci dan ia musuhi. Begitu pula ia senantiasa membantah kebatilan siapa pun orangnya, meskipun kebatilan itu bersama orang-orang yang ia cintai dan orang-orang yang ia berloyalitas padanya (kelompoknya –pen). Jika ia berbuat demikian, maka ia termasuk orang-orang yang Allah anugrahkan hidayah dalam hal-hal yang diperselisihkan kebenarannya”. [Ash-Shawa’iq Al-Mursalah, 2/516]

Keluar Kantor Saat Jam Kerja, Bolehkah? Gajinya Halal?

Para ulama yang duduk dalam Al-Lajnah Ad-Daimah mendapatkan pertanyaan mengenai para pegawai yang dituntut untuk berada di kantor selama jam kantor, ia malah keluar kantor untuk shopping tanpa izin pimpinan. Apa hukum perbuatan tersebut?

Jawaban para ulama Al-Lajnah Ad-Daimah:

Wednesday, April 2, 2014

Renungan Berpolitik di Parlemen

Suatu saat ada sebuah pertanyaan kepada sang ustadz ;

Apakah maslahat dan mafsadah berpolitik bisa dilaksanakan? Mengingat kita negara parlemen, kalau tidak berpolitik suara kita tidak tersalurkan atau tidak terwakili.

Dan beliau menjawab dengan lisan beliau sbb ;

“Kaedah maslahat dan mafsadah dibawahnya banyak puluhan kaedah. Diantara kaedah maslahat dan mafsadah itu ada namanya ; dar’ul mafasid muqoddamun ala jalbil masholih, menolak mafsadah / menolak kerugian lebih dahulu daripada mengambil maslahat. Jadi itu kaedah yang juga penting bahwa menolak kerugian lebih penting dari pada mengambil maslahat. Maksudnya apa? Kita berpolitik itu mengambil maslahat, akan tetapi di dalam politik itu ada mafsadah. Maka kaedah ini masuk, yaitu apa? Menolak mafsadah yg ada lebih dahulu daripada mengambil maslahat itu berpolitik. Jadi menolak mafsadah yang ada itu supaya jangan jatuh kita ke dalam dosa maka kita tolak, kita tidak ambil daripada kita masuk kedalam maslahat yaitu masuk ke politik.

Saturday, March 29, 2014

Membaca Al-Qur’an Sebelum Memulai Sebuah Acara Bukan Bid’ah

Tanya:

ustadz ane mo nanya? banyak ustadz2 di Indonesia khususnya sering kali ketika sebelum memulai pengajian atau majlis ta’lim mereka mengajak para jamaah nya membaca surah al fatihah…bagaimana menurut ustadz. trima kasih

Jawab:

Al-Khathib Al-Baghdadi rahimahullah membuat bab dengan judul [باب آداب التدريس] artinya “Bab Tentang Adab-adab Dalam Mengajar”, kemudian beliau berkata:

وأستحب أن يقرأ بعضهم سورة أو آيات من القرآن ، قبل تدريس الفقه أو بعده

“Aku menyukai salah seorang (dalam majelis –pen) membaca surat atau beberapa ayat dari Al-Qur’an sebelum atau sesudah pengajian fiqh”

Thursday, March 27, 2014

Meluruskan Pemahaman Terhadap Fatwa Ulama Yang Membolehkan Masuk Parlemen

Diantara dalih sebagian orang yang membolehkan masuk parlemen adalah beberapa fatwa berikut:

Pertama, fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah

Penulis artikel pembolehan masuk parlemen berkata:

Begitu juga dengan Lajnah Daaimah yang diketuai Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullahpernah ditanya : "Bolehkah ikut mencoblos dalam Pemilu dan mencalonkan diri dimana di negeri kami ini masih berhukum dengan selain hukum Allah(هل يجوز التصويت في الانتخابات والترشيح لها ؟مع العلم أن بلادنا تحكم بغير ماأنزل الله)

Setelah memaparkan ketidakbolehan mencalonkan diri dalam rangka turut serta dalam aturan yang berhukum dengan selain hukum Allah, dan memilih orang yang akan menyukseskan hukum selain hukum Allah; maka Lajnah berkata:

إلا إذا كان من رشح نفسه من المسلمين ومن ينتخبون يرجون بالدخول في ذلك أن يصلوا بذلك إلى تحويل الحكم إلى العمل بشريعة الإسلام واتخذوا ذلك وسيلة إلى التغلب على نظام الحكم على ألا يعمل من رشح نفسه تمام الدخول إلى مناصب لا تتنافي مع الشريعة الإسلامية

"Kecuali apabila orang yang mencalonkan dirinya itu dari kaum muslimin dan para pemilih berharap dengan masuknya orang itu ke sistem akan bersuara untuk perubahan agar berhukum dengan syari'at Islam, dan menjadikan hal itu sebagai sarana untuk menguasai sistem/aturan (pemerintahan), (maka hal ini diperbolehkan). Dengan ketentuan, orang yang mencalonkan dirinya tersebut setelah terpilih tidak menerima jabatan kecuali jabatan yang tidak berlawanan dengan syari'at Islam

Tanggapan

Seandainya teks fatwa ditampilkan dan diterjemahkan seluruhnya tentu hal itu lebih sempurna dan lebih baik, agar para pembaca tidak salah dalam memahami fatwa tersebut. Berikut teks lengkap fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah saat menjawab pertanyaan di atas,

Wednesday, March 26, 2014

8 Perbedaan Musyawarah Islam dan Demokrasi/Pemilu (Menggugat Para Penganut Demokrasi)

Tanya:

“Bagaimana hukum pernyataan bahwa demokrasi, pemilu dan musyawarah Islam adalah sama !!”

Jawab:

Asy-Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al-Imam hafizhahullah menjawab,

”Demi Allah, seandainya kami tidak mengkhawatirkan adanya orang jahil yang terpengaruh dengan pernyataan ini, niscaya kami tidak akan membantahnya. Sebelum menjelaskan kesembronoan penyamaan ini, saya akan menyebutkan untuk mereka dua hadits yang agung, yaitu sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْ الْإِسْلَامِ فَإِنْ كَانَ كَاذِبًا فَهُوَ كَمَا قَالَ وَإِنْ كَانَ صَادِقًا لَمْ يَعُدْ إِلَى الْإِسْلَامِ سَالِمًا

”Barangsiapa yang berkata “aku berlepas diri dari Islam.” Apabila ia berdusta, maka keadaanya sebagaimana yang ia katakan. Apabila ia jujur, maka ia tidak akan kembali kepada Islam dengan selamat." [HR. An-Nasa’i no. 3712, Ibnu Majah dan Al-Hakim, dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِى بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِى النَّارِ

Sesungguhnya seseorang berbicara dengan suatu kalimat yang ia anggap itu tidaklah mengapa, padahal menyebabkannya dilemparkan ke dalam neraka sejauh 70 tahun perjalanan.” [HR. At-Tirmidzi no. 2484, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Monday, March 24, 2014

12 Tanda Khusnul Khatimah

Pertama, mengucapkan kalimat tauhid saat wafat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة

“Barangsiapa yang akhir ucapannya [لا إله إلا الله] masuk surga” [HR. Abu Daud no. 3116 (2/207) dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 9281 (1/929)]

Kedua, mengeluarkan keringat di dahi saat wafat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

موت المؤمن بعرق الجبين

“Kematian seorang mukmin adalah dengan keringat di dahi” [HR. At-Tirmidzi no. 982 (3/310), An-Nasa’i no. 1828 (4/5) dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 11611 (1/1162)]

Hukum Tidur Setelah Ashar (Fatwa Asy-Syaikh Al-Albani)

Tanya:

“Apakah diperbolehkan tidur setelah ashar?”

Jawab:

Asy-Syaikh Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menjawab,

Sunday, March 23, 2014

7 Persamaan Malaikat dan Jin

Pertama, malaikat dan jin memiliki jasad.

Allah ta’ala berfirman:

أَذَلِكَ خَيْرٌ نُزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ (62) إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ (63) إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ (64) طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ

(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya itu adalah  sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka yang menyala, mayangnya seperti kepala-kepala setan” [QS. Ash-Shaffat: 62-65]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الجن ثلاث أصناف صنف لهم أجنحة يطيرون في الهواء وصنف حيات وكلاب وصنف يحلون و يظعنون

“jin terdiri dari tiga golongan: segolongan memiliki sayap-sayap, mereka terbang di udara, segolongan lain berwujud ular dan anjing, segolongan yang lain berubah wujud dan berpindah-pindah” [HR Al-Hakim (2/465), Ath-Thabrani no. 573 (22/214), Ibnu Hibban no. 6123 dan Al-Baihaqi dalam Al-Asma’ was Shifaat no. 827]

Hadits ini dishahihkan oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi, Al-Albani dalam ta’liq terhadap Al-Misykah no. 4148 dan Shahih Al-Jami’ no.3114 serta Muqbil Al-Wadi’i dalam Ash-Shahihul Musnad no. 1213

Apakah Mandi Junub Mencukupi dari Mandi Jum’at?

Misalkan seseorang tertimpa junub pada hari Jum’at, apakah ia diharuskan mandi dua kali yaitu mandi janabah dan mandi Jum’at ataukah ia cukup mandi sekali dengan meniatkan dua mandi sekaligus?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من غسل واغتسل وغدا وابتكر ودنا من الإمام ولم يلغ كان له بكل خطوة عمل سنة صيامها وقيامها

“Barangsiapa yang bersetubuh (dengan istrinya –pen) lalu mandi, berangkat di waktu pagi dan bergegas, lalu (duduk –pen) dekat dengan imam tanpa melakukan perbuatan sia-sia, maka setiap langkahnya bernilai amalan setahun, puasanya dan shalatnya” [HR. At-Tirmidzi no. 496, An-Nasa’i no. 1381 (4/25), Ibnu Majah no. 1087 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6405 dan Shahih At-Targhib wat Tarhib no. 693 dan 712]

Friday, March 21, 2014

Hukum Menyentuh Mushaf Al-Qur’an Dalam Keadaan Berhadats (Tidak Suci)

Para ulama memiliki dua pendapat yang masyhur dalam permasalahan ini,

Pertama, Tidak diperbolehkan menyentuh mushaf Al-Qur’an dalam keadaan berhadats, baik hadats besar maupun hadats kecil

Pendapat ini dipegang oleh Asy-Syafi’i, Ahmad, Malik, Abu Hanifah, Al-Hasan, ‘Atha, Thawus, Asy-Sya’bi, dan lainnya. Mereka berdalil dengan ayat dan hadits berikut:

Monday, March 17, 2014

Khazanah Islam III ( Tahukah Anda ? )

Tahukah Anda?
• Al Imam Tirmidzi penyusun kitab Sunan Tirmidzi, untuk penyebutan Tirmidzi ada enam cara: Tirmidzi, Tarmidzi, Turmidzi, Tirmudzi, Tarmudzi, dan Turmudzi. (Subulus Salam, Muhammad bin Isma’il Ash-Shan’ani rah 1/88)
• Kuda milik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada tujuh. Masing-masing memiliki nama: As Sakb, Al Murtajaz, Al Lahif, Al Lizaz, Adz Dzarb, Sabhah, dan Al Ward. (Mausu’atul Fawaid karya Ahmad Syamlan hal. 230)

Sunday, March 16, 2014

Negeri Yaman, Surga Para Pencari Ilmu

Yaman adalah negara terluas urutan kedua setelah Arab Saudi di bentangan Jazirah Arab. Posisinya yang berada di ujung jazirah menjadikan Yaman sebagai negara yang mengambil pesan vital dalam konteks hubungan antar negara di Timur Tengah secara khusus, dan dunia secara umum. Apalagi, Teluk Aden sebagai pintu masuk Laut Merah berada di dalam wilayah Yaman. Hal ini semakin menegaskan peran vital Yaman untuk negara-negara di sepanjang garis Afrika Utara dan negara-negara Timur Tengah.

Perbedaan Definisi Bid'ah Sebagian Ulama Syafi'iyyah dan Ulama Wahhabi

Telah kita ketahui bersama bahwa saudara kita dari kalangan Nahdhiyyin membagi bid’ah menjadi dua, yaitu bid’ah hasanah dan bid’ah dholalah karena mengikuti penggunaan istilah sebagian ulama Syafi’iyyah. Barangkali ada sebagian kita yang bingung, bukankah semua bid’ah adalah dholalah sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.

“Hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara yang baru. Setiap perkara-perkara yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.” [HR. Abu Dawud no. 4607, At-Tirmidzi no. 2676, Ahmad, 4/46-47 dan Ibnu Majah no. 42, 43, 44, dari Sahabat ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, hasan shahih]

Kenapa ada dari sebagian ulama Syafi’iyyah yang menyatakan adanya bid’ah hasanah??

Jawabnya, karena para ulama tersebut memiliki definisi bid'ah yang sedikit berbeda dengan definisi ulama Wahhabi. Saya akan menyebutkan perbedaan definisi tersebut,

Friday, March 14, 2014

Rincian Fatwa Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Tentang Ikut Serta Dalam Pemilu

Tanya: 

“Apa pendapat Anda tentang menggunakan hak suara dalam pemilu, untuk diketahui bahwa di sana ada partai nasrani yang mengikuti pemilu, dan bila partai itu menang, dia akan memiliki pengaruh besar dan akan berbahaya bagi Kaum Muslimin?”

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah menjawab:

Nasihat Untuk Saudaraku Ahlus-Sunnah

Tanya:

Bismillaah, Alhamdulillah baru mengenal salaf sekitar 6 bulanan. Saya sekarang tinggal di negri kafir dengan status sebagai pekerja dan terikat kontrak, saya ingin memutuskan perjanjian (kontrak) namun saya agak ragu (membaca di alquran lupa surat apa tentang orang2 yg tidak menepati janjinya), saya mengkawatirkan agama saya. Alhamdulillah untuk solat Allah memberikan kemudahan dan banyak belajar lewat kajian2 di Internet. Kontrak saya masih 11 bulanan, mohon saran dan nasehat dari ustadz dengan keadaan saya yang demikian? Jazakallahu khairan

Jawab:

Berikut beberapa point nasehat untuk diri saya pribadi, penanya serta para pembaca sekalian, semoga bermanfaat,

Thursday, March 13, 2014

Nasehat Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan Kepada Para Penuntut Ilmu Yang Tergabung Dalam Partai Hizbun Nuur “As-Salafy” di Mesir

Asy-Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah pernah ditanya,

هذا شخص من مصر يقول : لا يخفى عليكم الأحداث القائمة في مصر من مسارعة بعض الشيوخ المعروفين لدي الكثير من الناس من إنشاء حزب سموه حزب النور السلفي من أجل مقاومة التيارات اللبرالية والعلمانية فهل يجوز للمسلم أن ينضم إلى هذه الأحزاب أو يعطيها صوتها في الإنتخابات , أتمنى أن تبسطوا الجواب لحاجتنا لذلك بارك الله في اعمالك ؟

“Salah seorang penanya dari Mesir berkata: “Tidak asing lagi bagi Anda tentang berbagai peristiwa yang terjadi di Mesir, sebagian masyayikh yang telah kita kenal mendirikan sebuah partai yang dinamakan Partai An-Nuur As-Salafy. Hal ini bertujuan untuk mengimbangi paham sosialis, liberal dan sekuler. Apakah seorang muslim diperbolehkan bergabung dalam partai ini atau setidaknya menyumbangkan suaranya untuk partai ini dalam pemilu. Aku berharap agar Anda berkenan memberikan perincian jawaban karena kebutuhan kami yang sangat mendesak dalam hal ini, semoga Allah memberikan barakah pada amal-amal Anda”

"Aku Tidak Mendukung Seorang Masuk Parlemen Dengan Alasan Apapun" (Syaikh Al-Albani)

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah pernah ditanya dengan pertanyaan berikut:

هل المشاركة في البرلمانات كفر أكبر يخرج كل من شارك في هذا البرلمان من الملة؟

“Apakah berpartisipasi dalam parlemen termasuk kufur akbar yang mengeluarkan pelakunya dari agama, yaitu seluruh pihak yang berpartisipasi dalam parlemen?”

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah menjawab,

لا؛ المشاركة عمل، فإذا لم يقترن به ما يدل على أنه يستحل هذا العمل بقلبه فهو ذنب ومعصية
وقد يكون كبيرة وأقول وأعني ما أقول: قد يكون كبيرة، لأن بعض الذين يشاركون يضلون بسبب جهلهم بالإسلام

Monday, March 10, 2014

Dialog Ringkas Mempertimbangkan Maslahat dan Mafsadah Pemilu

Ini mungkin tidak ada yang mengingkari, sebab saya banyak mendapat selebaran dari ikhwah yang isinya katanya nanti (saat pemungutan suara) pilih partai ini, bagusnya pilih partai ini. Di sini penentuan partai-partai tersebut dipilih oleh Dewan Syari’ahnya Wahdah Islamiyah. Jadi mereka membolehkan mengikuti pemilu dengan menentukan orang-orang yang pantas dipilih bahkan menyebutkan hal ini dari fatwa para ulama (katanya) seperti Syaikh Al Albani dan lain-lainnya.
Maka saya katakan: Adapun Syaikh Al Albani mengatakan Pemilu itu boleh, maka ini kedustaan atas beliau, sebab beliau mempunyai keterangan yang jelas dalam kitab Madârikun Nazhar fis Siyâsah, Bainat Thabbîqât Asy Syar’iyah wal Ihfiâlat AlHamâsiyyah, karya Syaikh ‘Abdul Malik Ramadhani Al Jazairi hafizhahullâh, di situ disebutkan fatwa Syaikh Al Albani kemudian diberi ta’liq dari kaset-kaset beliau tentang bagaimana pendirian beliau mengenai Pemilu.

Friday, March 7, 2014

Dalam Kitab Syi'ah, Halal Membunuh Seorang Sunni dan Merampas Hartanya

Perhatikan riwayat yang disebutkan dalam kitab literatur Syi'ah,

Diriwayatkan dengan sanad bersambung hingga Daud bin Farqad, ia berkata:

قلت لأبي عبدالله ما تقول في قتل الناصب ؟ قال حلال الدم لكني أتقي عليك فإن قدرت أن تقلب عليه حائطا أو تغرقه في ماء لكيلا يشهد به عليك فافعل قلت: فما ترى في ماله؟ قال خذه ما قدرت

“Aku berkata pada Abu Abdillah: “apa pendapatmu tentang membunuh seorang nashibi[1]? Ia berkata: “darahnya halal, namun aku memperingatkanmu agar berhati-hati. Jika kamu mampu melemparkannya ke dinding atau menenggelamkannya dalam air agar tidak ada yang menyaksikan perbuatanmu, maka lakukanlah!!”. Aku berkata: “apa pendapatmu tentang hartanya?”. Ia berkata: “ambillah selagi kamu mampu”. [Wasa’ilus Syi’ah, 18/463, Biharul Anwaar, 27/231]

Wednesday, March 5, 2014

Jalan Keluar dari Perselisihan yang Terjadi Diantara Ahlus-Sunnah (Nasehat Asy-Syaikh Muqbil)

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya perselisihan yang terjadi diantara ahlus-sunnah akan hilang dengan izin Allah dengan beberapa point berikut:

[Pertama] Berhukum kepada Al-Kitab dan As-Sunnah

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيل

Jika kalian berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya” [QS. An-Nisaa’:59]

Allah ta’ala berfirman:

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ

Permasalahan apapun yang kalian berselisih di dalamnya, maka serahkanlah keputusannya pada Allah” [QS. Asy-Syuura:  10]

Saturday, March 1, 2014

Tazkiyah Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri Terhadap Asy-Syaikh Abdurrazaq Al-Abbad

Berikut adalah transkrip dari percakapan via telpon bersama Asy-Syaikh Al-‘Allamah Ubaid Al-Jabiri hafizhahullah,

الشيخ الوالد عبيد الجابريّ – حفظه الله - : نعم ، نعم.

السائل السلام عليكم يا شيخ .

الشيخ الوالد عبيد الجابريّ – حفظه الله - : وعليكم السلام ورحمة الله.

السائلعندي سؤال يا شيخ – بارك الله فيك –.

الشيخ الوالد عبيد الجابريّ – حفظه الله - : تفضل .

السائلتأذن لي بالتسجيل يا شيخ .

الشيخ الوالد عبيد الجابريّ – حفظه الله - : تفضْل ، عجل هات السؤال بسرعة – بارك الله فيك

Friday, February 21, 2014

Apakah Mandi Wajib Mengangkat Hadats Kecil, Meskipun Tidak Diniatkan?

Tanya:

Ustadz, bagaimana jika dalam mandi wajib tersebut kita hanya berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar (tanpa meniatkan untuk menghilangkan hadats kecil)...karena dalam perkataan ulama diatas "dengan meniatkan bersuci dari dua hadats"..terima kasih..

Jawab:

Para ulama memiliki dua pendapat dalam permasalahan ini, jika seseorang hanya berniat mengangkat hadats besar saat mandi wajib,

Thursday, February 20, 2014

Jika Ulama Kibar Berselisih dalam Menilai Seseorang, Pendapat Manakah yang Diambil?

Misalkan Asy-Syaikh Muqbil berselisih dengan Asy-Syaikh Al-Utsaimin dalam menilai suatu hukum permasalahan kontemporer, atau Asy-Syaikh Ahmad An-Najmi berselisih dengan Asy-Syaikh Bakr Abu Zaid dalam menilai person tertentu, atau Asy-Syaikh Rabi’ memiliki penilaian yang berbeda dengan Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan rahimahumullah

Apakah pendapat salah seorang dari para ulama tersebut wajib diterima dan diambil? Jika wajib diterima, pendapat ulama siapakah yang wajib diterima? Apakah Asy-Syaikh Al-Utsaimin, Asy-Syaikh Muqbil, Asy-Syaikh Rabii atau Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan?

Memang saat terjadi fitnah, solusi terbaik adalah kembali kepada ulama kibar karena keberkahan ilmu bersama mereka. Namun permasalahannya, para ulama kibar juga berselisih dalam memberikan arahan dan nasehat, apa yang harus kita lakukan?

Saturday, February 15, 2014

78 Dosa Besar Dalam Islam Yang Wajib Anda Ketahui

Allah ta’ala berfirman:

إن تجتنبوا كبائر ما تنهون عنه نكفر عنكم سيئاتكم و ندخلكم مدخلا كريما

Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang kalian dilarang darinya, niscaya Kami akan hapuskan kesalahan-kesalahan kalian, lalu Kami masukkan kalian ke dalam tempat yang mulia (surga –pen)” [QS. An-Nisaa’: 31]

Definisi Dosa Besar

Al-Munawi rahimahullah berkata:

كل ذنب رتب الشارع عليه حدا وصرح بالوعيد عليه

“Dosa besar adalah setiap dosa yang ditetapkan hukum had bagi pelakunya oleh syariat atau terdapat ancaman yang tegas di dalamnya” [Faidhul Qadir]

Badruddin Al-‘Aini rahimahullah berkata:

وقيل كل ذنب قرن بنار أو لعنة أو غضب أو عذاب

"Dikatakan bahwa dosa besar adalah setiap dosa yang diiringi dengan ancaman neraka, laknat, murka atau azab” [‘Umdatul Qari]

Berikut adalah sejumlah dosa besar yang disebutkan oleh Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah dalam Kitab Al-Kabaa’ir,

Friday, February 14, 2014

Menunggu Kedatangan Pengantin Wanita Saat Malam Pertama Termasuk Udzur Meninggalkan Shalat Berjama'ah? (Adab Malam Pertama)

Tanya: 

Fadhilatusy Syaikh, Anda mengetahui -semoga Allah subhanahu wata’ala menjaga Anda- bahwa pernikahan merupakan sarana yang aman untuk memenuhi kebutuhan naluriah antara seorang pria dan wanita. Jika kebutuhan tersebut terpenuhi maka seseorang akan dapat menjaga kehormatan dirinya. Namun jika tidak terpenuhi, maka muncullah kerusakan yang akan menyebabkan hancurnya umat ini. Apakah nasehat Anda bagi mereka yang ingin menikah? Apakah yang seharusnya dilakukan oleh suami dan istri pada malam pengantin?

Jawab:

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjawab,

Istri Yang Tidak Pernah Merasakan Kenikmatan

Tanya:
Ustadz saya mau bertanya apakah seorang istri berhak merasakan kepuasan hubungan suami istri? saya selama 6 tahun berumah tangga tidak pernah merasakkan kepuasan hubungan suami istri?
Jawab:
“Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan disini terkait dengan apa yang ditanyakan oleh  penanya:

Saturday, February 8, 2014

Tazkiyah Ulama Terhadap Asy-Syaikh Abdurrazaq Al-Abbad (Adab Seorang Ulama Rabbani Terhadap Ulama Yang lebih Tua)

Fadhilatus Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri hafizhahullah berkata:

والسباب الذي جعلني أقوم بهذا المقال طعن أهل البدع فى الشيخ عبد الرزاق العباد و منهم فالح الحربي

وقد إنطلا هذا الأمر على بعض الشباب وترك الأستفاد من الشيخ عبد الزراق بل منهم من يحذر منه

ويتعلقون بكلام ليس له معني كا الشيخ يخالط الحزبيين وغيرها من الكلام والله المستعان

“Sebab yang menjadikan aku menyatakan pernyataan ini adalah celaan ahlul bid’ah kepada Asy-Syaikh Abdurrazaq Al-Abbad, diantara mereka yang suka mencela beliau adalah Falih Al-Harbi.

Friday, February 7, 2014

5 Hukum Pernikahan Beda Agama

Tanya:

Afwan mau tanya, bagaimana penerapan yang benar dari penjelasan QS: Al Maidah ayat 5? karena hal ini sering dijadikan dalil oleh kaum liberal untuk pernikahan beda agama? syukron untuk penjelasannya.

Jawab:

Untuk mengetahui kesalahan kelompok Islam Liberal (JIL) dalam menerapkan ayat tersebut, Anda harus memahami isi artikel ini dengan baik. Jika Anda telah memahaminya, Insya Allah Anda dapat menjawab syubhat mereka di atas ilmu.

Pernikahan suami istri yang beda agama tidak terlarang secara mutlak, tidak pula diperbolehkan secara mutlak. Namun hukumnya dirinci sebagai berikut:

Saturday, February 1, 2014

Khazanah Islam II ( Tahukah Anda? )

Tahukah Anda?
• Penduduk Arab pertama yang masuk Islam setelah kaum Anshar adalah penduduk Yaman. (Al Awa’il, At Thabarani rahimahullah hlm. 60)
• Komandan pertama yang ditunjuk oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Abdullah bin Jahsy. (Al Awa’il, At Thabarani rahimahullah hlm. 62)
• Orang pertama yang mengucapkan “Amama ba’du” adalah Nabi Dawud ‘alaihis salam. (Al Awa’il, At Thabarani rahimahullah hlm. 40)

Wednesday, January 29, 2014

Meninggalkan Amal Karena Manusia yang Tidak Termasuk Riya

Tanya:

Di kantor ketika berhadapan atasan, kita hendak melakukan kebaikan dengan cara menyampaikan dalil (hadits). namun tidak jadi kita lakukan karena kita malu kepada atasan apabila nanti dibilang sok alim. apakah ini termasuk syirik karena kita membatalkan amal baik karena malu pada manusia (malu dibilang sok alim)

Jawab:

Ternukil dari Al-Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah perkataan berikut

ترك العمل من أجل الناس رياء، والعمل من أجل الناس شرك

Meninggalkan amal karena manusia termasuk riya, sedangkan beramal karena manusia merupakan kesyirikan”

Namun apakah hal itu berlaku secara mutlak? sedangkan diriwayatkan juga dari ulama salaf bahwa mereka terkadang menyembunyikan amal shalih di hadapan manusia.

Budak perempuan Ar-Rabii’ bin Khutsaim berkata: “Ar-Rabii’ suka beramal secara sembunyi-sembunyi. Ketika ada orang datang menemuinya, ia segera menutup mushafnya yang sedang ia buka.”

Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Ibrahim An-Nakha’i ketika membaca mushaf, lalu ada orang yang masuk menemuinya, maka ia menutup mushafnya.”

Tuesday, January 28, 2014

2 Perbedaan Taubat dan Istighfar, Bolehkah Memintakan Ampun Untuk Orang Kafir yang Masih Hidup?

Abu Hilal Al-‘Askari rahimahullah berkata:

الاستغفار طلب المغفرة بالدعاء, والتوبة, أو غيرهما من الطاعة

“Istighfar adalah memohon ampun dengan doa, taubat atau selain keduanya dari amalan ketaatan” [Al-Furuuq fi Al-Lughah,1/48]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

الاستغفار المفرد كالتوبه بل هو التوبه بعينها مع تضمنه طلب المغفره من الله وهو محو الذنب وازالة اثره ووقاية شره

“Istighfar jika penyebutannya disendirikan, maknanya sama dengan taubat yaitu memohon ampun pada Allah untuk menghapus dosa, menghilangkan pengaruh dosa serta meminta perlidungan dari kejelekannya” [Madaarijus Salikin, 1/307]

Dari dua perkataan ulama di atas diketahui bahwa makna istighfar dan taubat adalah satu jika masing-masing disebutkan secara bersendirian. Namun jika disebutkan secara bersamaan, keduanya memiliki beberapa perbedaan:

Sunday, January 26, 2014

10 Tempat dan Waktu yang Disyariatkan Membaca Istighfar

Istighfar disyariatkan terus-menerus dibaca setiap waktu, namun terdapat beberapa tempat dan waktu khusus yang ditekankan bagi seorang muslim untuk membaca istighfar.

1. Setelah berwudhu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ، فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ، يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ.

Barangsiapa yang berwudhu lalu mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallohu wahdahuu laa syariikalahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluhu‘ (aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan RasulNya), maka dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan. Ia bisa masuk dari pintu manapun yang diinginkannya.” [HR. Muslim]

Terdapat tambahan dalam riwayat At-Tirmidzi,

اَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ.

Allahummaj ‘alnii minat tawwabiina waj’alnii minal mutathohhiriin” (Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri)”

Terdapat pula tambahan dalam riwayat An-Nasa’i

سبحانك اللهم وبحمدك، لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك

Subhaanakallohumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik(Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji kepadaMu. Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq selain Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu). [HR. An-Nasa’i dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil, 1/135]

Tuesday, January 21, 2014

7 Cara Agar Iman Kita Kuat dan Tidak Mudah Tergoda Syahwat

Tanya:

Bagaimana cara agar seorang memiliki keimanan yang kuat, melaksanakan perintah-perintah Allah dan takut terhadap azab-Nya?

Jawab:

Para ulama Al-Lajnah Ad-Da’imah yang beranggotakan Asy-Syaikh Abdul Aziiz bin Baz, Asy-Syaikh Abdullah bin Ghudayyan, Asy-Syaikh Abdullah bin Qu’ud dan Asy-Syaikh Abdurrazaq Afifi rahimahumullah menjawab:

Kisah Dzulqarnain Seorang Raja Shalih yang Terabadikan dalam Al-Qur'an Bukan Alexander The Great

Kisah Dzulqarnain berawal dari kedatangan sekelompok musyrikin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajukan tiga buah pertanyaan. Tentang roh, tentang para pemuda penghuni Goa (Ashabul Kahfi) dan Dzulqarnain. Yahudilah sesungguhnya yang telah membisikkan kepada musyrikin Quraisy agar menanyakan tiga hal tersebut,  Allah berfirman:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ ذِي الْقَرْنَيْنِ
Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain.
Siapakah Dzulqarnain? Dalam kitab-kitab tafsir dinukilkan perbedaan pendapat di kalangan ulama tentangnya, apakah ia seorang nabi atau bukan? Al-Imam Al-Hakim dalam Al-Mustadrak meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
وما أدرى أتبع نبي أم لا؟ وما أدري ذا القرنين كان نبيا أم لا؟
Aku tidak tahu apakah Tubba’ seorang nabi atau bukan ? Dan aku tidak tahu apakah Dzulqarnain seorang nabi atau bukan?[1]
Seandainya hadits ini shahih, niscaya kita juga akan katakan sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sabdakan.
Terlepas dari silang pendapat ahli tafsir tentang kedudukannya sebagai nabi atau bukan, yang pasti Dzulqarnain adalah seorang raja saleh, penguasa yang beriman kepada Allah dan hari akhir.