Friday, October 31, 2014

Tertinggal Shalat Jum'at, Apa Yang Harus Ia Lakukan?

Misalkan saat seorang menghadiri shalat Jum’at, ia telah mendapati imam telah duduk tasyahud akhir,kemudian ia langsung duduk mengikuti imam dan sempat salam bersama imam. 

Apakah ia telah mendapatkan shalat Jum’at? Bukankah ia tidak sempat mendengarkan khutbah? Bagaimana ia mengqadha shalatnya, 4 rakaa’at atau 2 raka’at? Bukankah ia juga tidak mendapatkan satu raka’at bersama imam?

Para ulama berselisih kapankah seseorang dikatakan masih mendapatkan shalat Jum’at. Terdapat tiga pendapat yang masyhur dalam permasalahan ini:

Saturday, October 18, 2014

Sikap Yang Benar Terhadap Kesalahan Seorang Ulama

Pertanyaan: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda, ada dua pertanyaan tentang manhaj yang sepantasnya bagi seorang penuntut ilmu untuk berjalan di atasnya jika muncul kesalahan dari sebagian Masayikh, yaitu dari Masayikh dan para ulama, dan sebagian penuntut ilmu mendengar ada yang menggelari mereka dengan ucapan yang buruk atau menjatuhkan kehormatan mereka atau mencela mereka. Maka bagaimana bimbingan Anda terhadap hal semacam ini, terkhusus jika sebuah kesalahan muncul dari sebagian Masayikh?
Jawaban Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly Hafizhahullah

Jika Air yang Sedikit Bercampur dengan Najis, Namun Tidak Mengubah Warna, Bau atau Rasanya, Sucikah?

Misalkan satu ember air terkena percikan air kencing, tentu air dalam ember itu tetap nampak  bening tanpa mengalami perubahan warna, bau atau rasanya. Bolehkah air itu digunakan untuk mandi atau berwudhu?

An-Nawawi rahimahullah berkata: “Ibnul Mundzir dan ulama yang lain menghikayatkan ada tujuh pendapat dalam masalah ini”[1]. Namun ada dua pendapat yang lebih kuat diantara tujuh pendapat itu:

Thursday, October 9, 2014

Mengenal 3 Ulama Kibar di Makkah Yang Masih Hidup

Pertama, Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah

Nama dan nasab beliau

Beliau adalah Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Rabi’ bin Hadi bin Muhammad ‘Umair Al-Madkhali, berasal dari suku Al-Madakhilah yang terkenal di Jaazaan, sebuah daerah di sebelah selatan Kerajaan Arab Saudi. Suku ini termasuk keluarga Bani Syubail, sedangkan Syubail adalah anak keturunan Yasyjub bin Qahthan.

Kelahiran beliau

Syaikh Rabi’ dilahirkan di desa Al-Jaradiyah, sebuah desa kecil di sebelah barat kota Shamithah sejauh kurang lebih tiga kilometer dan sekarang telah terhubungkan dengan kota tersebut. Beliau dilahirkan pada akhir tahun 1351 H. Ayah beliau meninggal ketika beliau masih berumur sekitar satu setengah tahun, beliau tumbuh berkembang di pangkuan sang ibu -semoga Allah Ta’ala merahmatinya. Sang ibu membimbing dan mendidik beliau dengan sebaik-baiknya, mengajarkan kepada beliau akhlak yang terpuji, berupa kejujuran maupun sifat amanah, juga memotivasi putranya untuk menunaikan shalat dan meminta beliau menepati penunaian ibadah tersebut. Selain pengasuhan ibunya, beliau diawasi dan dibimbing pula oleh pamannya (dari pihak ayah).

Sunday, October 5, 2014

Menjual Kulit Hewan Kurban dan Memberikan Upah Tukang Jagal

Tanya: 
Bolehkah menjual kulit hewan kurban?
Jawab:
Al-Ustadz Qomar Sua'idi, Lc hafizhahullah (Redaktur Majalah Asy-Syariah dan Penanggung Jawab Majalah Tashfiyah) menjawab:

Hukum Puasa Hari Sabtu

Ash-Shamma’ binti Busr radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا تَصُومُوا يَوْمَ السَّبْتِ إِلا فِيمَا افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ

“Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu, kecuali puasa yang diwajibkan Allah kepada kalian” [HR. At-Tirmidzi no. 744 , Abu Daud no. 242 dan Ibnu Majah no. 1726 serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’ no. 960]

Sepintas membaca hadits di atas, mungkin terlintas dalam benak kita larangan berpuasa sunah pada hari Sabtu secara mutlak, baik bertepatan dengan puasa Arafah, puasa Asyura maupun hari-hari yang lain. Benarkah demikian?

Aurat Terbuka Saat Shalat, Apakah Shalatnya Batal?

Aurat yang Tersingkap Lebar

Jika bagian tubuh (aurat) yang terbuka lebar dan tersingkap dalam waktu yang lama, maka shalatnya batal. Namun apabila ia segera menutup kembali auratnya, shalatnya sah. Ini merupakan pendapat Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah [Asy-Syarhul Mumti’, 2/168]

Aurat yang Tersingkap Sedikit