Sunday, July 5, 2015

Mengenal Wanita yang Haram Dinikahi, Siapakah Mahram-mu?

Ada beberapa pertanyaan yang masuk seputar permasalahan muhrim, demikian para penanya menyebutnya, padahal yang mereka maksud adalah mahram. Perlu diluruskan bahwa muhrim dalam bahasa Arab adalah muhrimun, mimnya di-dhammah yang maknanya adalah orang yang berihram dalam pelaksanaan ibadah haji sebelum tahallul. Sedangkan mahram bahasa Arabnya adalah mahramun, mimnya di-fathah.
Mahram ini berasal dari kalangan wanita, yaitu orang-orang yang haram dinikahi oleh seorang lelaki selamanya (tanpa batas). (Di sisi lain lelaki ini) boleh melakukan safar (perjalanan) bersamanya, boleh berboncengan dengannya, boleh melihat wajahnya, tangannya, boleh berjabat tangan dengannya dan seterusnya dari hukum-hukum mahram.
Mahram sendiri terbagi menjadi tiga kelompok, yakni mahram karena nasab (keturunan), mahram karena penyusuan, dan mahram mushaharah (kekeluargaan kerena pernikahan).

Saturday, July 4, 2015

Bolehkah Makan Sampai Kenyang?

Sering terdengar di telinga kita ungkapan “makanlah setelah lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang”. Ungkapan tersebut berasal dari sebuah riwayat hadits yang disandarkan kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut:

نَحْنُ قَوْمٌ لا نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوعَ، وَإِذَا أَكَلْنَا لَا نَشْبَع

“Kami adalah suatu kaum yang tidak makan hingga lapar, apabila makan kami tidak makan sampai kenyang”

Shahihkah riwayat tersebut?

Friday, June 12, 2015

Apakah Pengikut Mubtadi’ Wajib Ditahdzir?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, kita tentu harus mengetahui apa definisi mubtadi’? Siapakah yang berhak disebut mubtadi’? Apakah mubtadi’ dan pengikut mubtadi’ sama-sama di-hajr (diboikot)?

Siapakah Mubtadi’?

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah pernah ditanya:

متى يُعَدُّ الرجل من أهل البدع، ويخرج من أهل السنة؟ يعني إذا وقع في بدعة واحدة أو اثنتين أو أكثر أو أقل؟

”Kapankah seorang dianggap sebagai ahlul-bid’ah (mubtadi’) dan keluar dari lingkup ahlus-sunnah? Apakah ketika ia terjatuh dalam satu bid’ah, dua bid’ah, lebih dari itu atau kurang dari itu?

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah menjawab:

Wednesday, May 13, 2015

Gaji Pegawai yang Suka Bolos Kerja, Halalkah?

Tanya:

كنت موظفا في إمارة إحدى القرى التي تبعد عن منزلي نحو (75كم)، طريق صحراوي وعر، وعندما كنت أتردد لحقتني مشقة، فقلت لأمير المنطقة: ائذن لي أن أداوم يومين في الأسبوع، فكان يأذن لي في بعض الأيام وبعضها لا يأذن لي، ومضى على ذلك عامان، فما حكم الأيام التي كنت أتغيب فيها من غير إذن من أمير المنطقة؟

“Aku seorang pegawai salah satu gedung di suatu kota, jarak tempat kerja dari rumahku sekitar 75 kilometer melewati gurun dan lembah. Suatu saat, aku merasa terbebani sehingga ragu (akan berangkat kerja). Aku berkata kepada wali kota: ‘ijinkan aku hanya bekerja dua hari setiap minggu’. Kemudian ia memberikan ijin padaku beberapa hari, namun beberapa hari yang lain tidak diijinkan, selama dua tahun keadaanku seperti ini. Apa hukum hari-hari saat aku bolos kerja tanpa memperoleh ijin dari wali kota?

Jawab:

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjawab:

الأيام التي تتغيب فيها عن عملك بدون إذن لا يحل لك أن تأخذ ما يقابلها من الراتب؛ لأن الراتب في مقابلة عمل، فإذا أتممت العمل استحققت الراتب كاملا، وإن نقصت لم تستحقه كاملا، وإذا كنت الآن أخذت الراتب كاملا بدون خصم فالواجب عليك أن ترده إلى من أخذته منه إن أمكن، وإن كنت تخشى من المسئولية والتعب فتصدق به تخلصا منه أو أدخله في عمارة مسجد في إصلاح طريق لتسلم من إثمه.

Sunday, May 3, 2015

Bagaimana Menyusun Shaf dalam Shalat, Dimulai dari Tengah atau Sudut Kanan?

Tanya:

Dalam satu ruangan ada 12 orang,dan shaf pertama hanya cukup untuk 9 orang,dan 3 orang lagi membuat shaf baru,pertnyaan saya posisi untuk 3 orang tadi dimana,

1. Apakah di tengah,tepat di belakang shaf pertama orang yang di belakang imam.

2. Apakah di sudut sebelah kanan.

3. Apakah di sudut di sebelah kiri…


mohon di beri ilmu nya,agar bermanfaat baik di dunia dan akhirat.

dan kalau tidak keberatan,mohon di perjelaskan alasannya,


Jawab:

Menyusun shaf dimulai persis di belakang imam, bukan di sudut kanan maupun sudut kiri. Dalil dalam permasalahan ini adalah beberapa riwayat berikut:

Sunday, April 26, 2015

Bercanda yang Dilarang Dalam Islam

Bercanda atau bersenda gurau adalah salah satu bumbu dalam pergaulan di tengah-tengah masyarakat. Ia terkadang diperlukan untuk menghilangkan kejenuhan dan menciptakan keakraban, namun tentunya bila disajikan dengan bagus sesuai porsinya dan melihat kondisi yang ada. Sebab, setiap tempat dan suasana memang ada bahasa yang tepat untuk diutarakan.

Pada dasarnya, bercanda hukumnya boleh, asalkan tidak keluar dari batasan-batasan syariat. Sebab, Islam tidak melarang sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh manusia sebagaimana Islam melarang hal-hal yang membahayakan dan tidak diperlukan oleh manusia. Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Bergaullah kamu dengan manusia (namun) agamamu jangan kamu lukai.” (Shahih al-Bukhari, Kitabul Adab)
Ada beberapa hal yang semestinya diperhatikan oleh seorang ketika bercanda, di antaranya:

Saturday, April 25, 2015

Apakah Rambut Bayi Perempuan Dicukur (Gundul) Saat Aqiqah?

Pada hari ketujuh dari kelahiran, disunahkan untuk menyembelih kambing aqiqah, memberikan nama, mencukur gundul rambutnya, serta bersedekah seharga perak seberat timbangan rambutnya. Apakah hal itu berlaku untuk bayi laki-laki dan perempuan atau khusus untuk bayi laki-laki?

Para ulama berselisih dalam permasalahan ini:

Pertama, mencukur rambut berlaku untuk bayi laki-laki dan perempuan. Ini merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan Syafi’iyyah, Malikiyyah dan sebagian Hanabilah. Diantara dalil yang digunakan pendapat ini: