Wednesday, February 24, 2016

Hukum Shalat Berjama’ah Berdua Dengan Wanita Yang Bukan Mahram

Tanya:

Terimakasih ustadz atas jawabannya. Tetapi, apabila sang laki-laki telah sholat terlebih dahulu dan dia tidak tahu ada orang lain lagi kemudian datang seorang atau lebih wanita yg bermasbuk kpd laki-laki tersebut dengan ucapan spt sy sebutkan di atas, bagaimana seharusnya sikap si lelaki ini? apakah ia kemudian jadi imam dengan mengeraskan suara takbir, ataukah tetap shalat sendiri. dalam hal ini apakah dia tetap berdosa? karena kejadian spt ini sering terjadi di perkantoran2 yg tercampur antara laki-laki dan perempuan.

Afwan ustadz, satu permasalahan lagi. Karena ikhtilat adalah haram, apakah shalat berjamaah antara laki dan perempuan (laki-laki dan perempuannya banyak) tanpa sekat bahkan hampir berdempet shafnya karena musholanya sempit hukumnya haram juga?

Jawab:

Shalat berjamaah seorang laki-laki bersama wanita tidak lepas dari beberapa keadaan berikut:

Monday, February 15, 2016

Bolehkah Ayah Mewakilkan Wali Nikah Kepada Petugas KUA?

Tanya:

Apakah sah pernikahan jika wali nikah (ayah mempelai wanita) hadir pada akad nikah anaknya bersama saudara laki-laki dan anak laki-lakinya, tetapi sang ayah malah meminta agar pak imam atau pak KUA menikahkan anaknya ? Ini banyak terjadi di indonesia bagian timur.

Jawab:

Pada asalnya orang yang paling berhak menjadi wali nikah adalah ayah dari mempelai wanita, kemudian orang yang diberikan wasiat untuk menjadi wali nikah oleh ayah, kemudian kakek mempelai wanita dari pihak ayah (terus ke atas), kemudian anak laki-laki mempelai wanita, kemudian cucu laki-lakinya (terus ke bawah), kemudian saudara laki-lakinya seayah seibu, kemudian anak laki-laki dari saudara laki-lakinya seayah seibu, kemudian saudara laki-lakinya seayah, kemudian anak laki-laki dari saudara laki-lakinya seayah, kemudian pamannya dari pihak ayah, kemudian orang yang memerdekakannya (jika mempelai wanita adalah budak yang dibebaskan), kemudian hakim atau penggantinya.[1]

Sunday, February 7, 2016

Hukum Qunut Subuh, Bid'ah atau Sunah?

Para ulama dari kalangan sahabat, tabi’in hingga imam madzhab yang empat berselisih tentang disyariatkannya doa qunut Subuh.

Pendapat pertama, qunut subuh disunahkan mudawamah (terus menerus dilakukan).

Diantara ulama yang berpendapat sunnahnya adalah Asy-Syafi’i, Malik, Ibnu Abi Laila, Al-Hasan bin Shalih, Dawud Azh-Zhahiri dan Ahmad bin Hambal dalam salah satu riwayat rahimahumullah.

Monday, February 1, 2016

Hukum Menikahi Wanita Yang Dizinahi

Tanya:

Assalamualaikum Pak Ustad, saya seorang istri yang sedang hamil 8 bulan..pernikahan kami dilakukan pada bulan Oktober tahun 2013..

pertanyaan saya : pada bulan September 2013 (1 bulan sblm menikah), saya melakukan perbuatan zina dgn calon suami saya, kemudian akad nikah dilakukan 1 bulan sesudah zina tersebut dan di hari ke-6 haid, apakah saya sudah dianggap istibra krn akad dilakukan pd saat jelang selesai haid (sudah bersih tp belum mandi junub)??maaf krn pd waktu itu saya tidak tahu adanya hukum istibra dan skrg saya sedang belajar syariat..

bagaimana hukum pernikahan saya??haruskah mengulang akad nikah setelah melahirkan??apakah saya msh boleh berhubungan intim dengan suami??

Jawab:

Wa'alaikumussalam warahmatullah, perhatikan beberapa point berikut:

Saturday, January 30, 2016

Aurat Wanita Ketika Shalat (Hukum Membuka Telapak Kaki Saat Shalat)

Para ulama berselisih tentang hukum membuka wajah, telapak tangan dan telapak kaki saat shalat.

Pendapat pertama, seluruh tubuh wanita ditutup saat shalat, kecuali wajah. Wajah disunahkan terbuka, telapak tangan disunahkan tertutup dan telapak kaki wajib tertutup. Tidak sah shalat wanita yang terbuka telapak kakinya.  Ini merupakan pendapat jumhur (kebanyakan) ulama.

Friday, January 22, 2016

Klarifikasi Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, Asy-Syaikh Shalih Al-Luhaidan dan Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Tentang Asy-Syaikh Rabi'

Klarifikasi Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah









Klarifikasi Asy-Syaikh Shalih Al-Luhaidan hafizhahullah






Klarifikasi Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah




Thursday, January 14, 2016

Gaji Perusahaan yang Modalnya Riba, Halalkah?

Tanya:

Saya bekerja pada tempat usaha yang permodalannya menggunakan bank konvensional. Bagaimana hukum gaji yang saya terima?

Jawab:

Perlu dibedakan antara bermuamalah secara langsung dengan riba dan bermuamalah secara tidak langsung. Berikut rinciannya agar lebih jelas:

Sunday, January 10, 2016

Hukum Mengusap Kaos Kaki Saat Berwudhu (Tata Cara Mengusap Kaos Kaki dan Khuf)

Tanya:

Saat berwudhu, bolehkah kita tidak melepas kaos kaki, namun hanya diusap bagian luarnya saja?

Jawab:

Para ulama berselisih tentang kebolehan mengusap kaos kaki saat berwudhu, sebagian ulama melarang dan sebagian yang lain membolehkan. Pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat ulama yang membolehkan. Berikut dalil-dalil yang menguatkan pendapat ulama yang membolehkan:

Saturday, January 9, 2016

Pertemuan Ulama dan Masyayikh di Madinah (Kunjungan Asy-Syaikh Rabi’ Al-Madkhali ke Kediaman Asy-Syaikh Shalih As-Suhaimi)

Asy-Syaikh Faishal bin Sa’id Al-Ghamidiy hafizhahullah menceritakan apa yang beliau saksikan:

“Allahu Akbar... Kunjungan Asy-Syaikh Rabi’ ke kediaman Asy-Syaikh Shalih As-Suhaimi di rumah beliau tadi malam…

Berkat keutamaan dan karunia Allah kepada kita, telah terjadi pertemuan yang diberkahi di kota Madinah Nabawiyyah bersama syaikh kami Al-Walid Al-Allamah Al-Imam Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali di kediaman syaikh kami Al-Walid Al-Murabbi Al-Allamah Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi[1].

Sejumlah ulama dan  masyayikh Madinah Nabawiyyah hadir dalam pertemuan tersebut. Diantara ulama yang terdepan adalah syaikh kami Al-Allamah Ali bin Nashir Faqihi[2], serta dihadiri pula oleh ashabul fadhilah: