Saturday, February 15, 2014

78 Dosa Besar Dalam Islam Yang Wajib Anda Ketahui

Allah ta’ala berfirman:

إن تجتنبوا كبائر ما تنهون عنه نكفر عنكم سيئاتكم و ندخلكم مدخلا كريما

Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang kalian dilarang darinya, niscaya Kami akan hapuskan kesalahan-kesalahan kalian, lalu Kami masukkan kalian ke dalam tempat yang mulia (surga –pen)” [QS. An-Nisaa’: 31]

Definisi Dosa Besar

Al-Munawi rahimahullah berkata:

كل ذنب رتب الشارع عليه حدا وصرح بالوعيد عليه

“Dosa besar adalah setiap dosa yang ditetapkan hukum had bagi pelakunya oleh syariat atau terdapat ancaman yang tegas di dalamnya” [Faidhul Qadir]

Badruddin Al-‘Aini rahimahullah berkata:

وقيل كل ذنب قرن بنار أو لعنة أو غضب أو عذاب

"Dikatakan bahwa dosa besar adalah setiap dosa yang diiringi dengan ancaman neraka, laknat, murka atau azab” [‘Umdatul Qari]

Berikut adalah sejumlah dosa besar yang disebutkan oleh Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah dalam Kitab Al-Kabaa’ir,


1. Menyekutukan Allah dalam beribadah (syirik)


Allah ta’ala berfirman:

إنه من يشرك بالله فقد حرم الله عليه الجنة و مأواه النار

Barangsiapa yang menyekutukan Allah, sungguh Allah mengharamkan baginya surga dan tempat kembalinya adalah neraka” [QS. Al-Maa’idah: 72]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ألا أنبئكم بأكبر الكبائر ؟ الإشراك بالله و عقوق الوالدين ألا و قول الزور ألا و شهادة الزور 

“Maukah kalian aku beritahu dosa besar yang paling besar? menyekutukan Allah, durhaka pada kedua orangtua dan perkataan dusta atau persaksian dusta” [HR. Al-Bukhari]

2. Membunuh jiwa yang diharamkan

Allah ta’ala berfirman:

و من يقتل مؤمنا متعمدا فجزاؤه جهنم خالدا فيها و غضب الله عليه و لعنه و أعد له عذابا عظيما

Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasan baginya adalah Jahannam, ia kekal di dalamnya, Allah murka padanya, melaknatnya serta menyiapkan baginya azab yang besar” [QS. An-Nisaa’: 93]

3. Sihir

Allah ta’ala berfirman:

و لكن الشياطين كفروا يعلمون الناس السحر

Namun setan-setan lah yang kafir, mereka mengajarkan sihir pada manusia” [QS. Al-Baqarah: 102]

4. Meninggalkan shalat wajib

Allah ta’ala berfirman:

ما سلككم في سقر * قالوا لم نك من المصلين

Apa yang menyebabkan kalian masuk (neraka) Saqar? Mereka berkata “kami bukan termasuk orang-orang yang melakukan shalat” [QS. Al-Muddatsir :42]

5. Tidak menunaikan zakat

Allah ta’ala befirman:

و الذين يكنزون الذهب و الفضة و لا ينفقونها في سبيل الله فبشرهم بعذاب أليم

Orang-orang yang menyimpan emas dan perak namun tidak menginfakkannya di jalan Allah (zakat –pen), berilah kabar gembira bagi mereka berupa azab yang pedih” [QS. At-Taubah: 34]

6. Meninggalkan puasa Ramadhan tanpa udzur

Allah ta’ala berfirman:

يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan puasa atas kalian sebagai diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa” [QS. Al-Baqarah: 183]

7. Tidak menunaikan haji padahal ia mampu

Nabi shalllallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من ملك زادا و راحلة تبلغه حج بيت الله الحرام و لم يحج فلا عليه أن يموت يهوديا أو نصرانيا

“Barangsiapa memiliki bekal dan kendaraan yang dapat menyampaikannya ke baitullah al-haram, namun ia tidak mau berhaji, maka silahkan ia mati sebagai seorang Yahudi atau Nashrani” [Al-Hadits]

8. Durhaka terhadap kedua orangtua

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ألا أنبئكم بأكبر الكبائر ؟ الإشراك بالله و عقوق الوالدين ألا و قول الزور ألا و شهادة الزور 

“Maukah kalian aku beritahu dosa besar yang paling besar? Menyekutukan Allah, durhaka pada kedua orangtua dan perkataan dusta atau persaksian dusta” [HR. Al-Bukhari]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

لعن الله من ذبح لغير الله ولعن الله من لعن والديه، ولعن الله من آوى محدثا، ولعن الله من غير منار الأرض

“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat anak yang durhaka kepada kedua orantuanya, Allah melaknat orang yang melindungi ahlul-bid’ah dan Allah melaknat orang yang merubah batas wilayah kepemilikan tanah” [HR. Muslim no. 1978]

9. Memutus hubungan kekerabatan

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يدخل الجنة قاطع رحم

“Tidak masuk surga seorang yang memutuskan kekerabatan” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

10. Zina

Allah ta’ala berfirman:

ولا تقربوا الزنى إنه كان فاحشة وساء سبيلا

Janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk” [QS. Al-Israa’: 32]

11. Homoseks

Allah ta’ala berfirman:

و نجيناه من القرية التي كانت تعمل الخبائث إنهم كانوا قوم سوء فاسقين

Kami selamatkan dia (Nabi Luth –pen) dari (penduduk) negeri yang melakukan perbuatan keji. Mereka adalah kaum yang buruk lagi fasik” [QS. Al-Anbiyaa’: 74]

12. Riba

Allah ta’ala berfirman:

يا أيها الذين آمنوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ * فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ*

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”  [QS. Al-Baqarah: 278-279]

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat pemakan riba, pihak yang mewakilkannya, pencatatnya dan saksi-saksinya, lalu Rasulullah berkata: “mereka itu sama” [HR. Muslim]

13. Memakan harta anak yatim secara zalim

Allah ta’ala berfirman:

إن الذين يأكلون أموال اليتامى ظلما إنما يأكلون في بطونهم نارا و سيصلون سعيرا

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, mereka hanyalah memakan api neraka dalam perutnya, kelak mereka akan masuk ke dalam (neraka) Sa’ir” [QS. An-Nisaa’: 10]

14. Berdusta atas nama rasul

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

و من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار

“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

15. Lari dari medan jihad

Allah ta’ala berfirman:

و من يولهم يومئذ دبره إلا متحرفا لقتال أو متحيزا إلى فئة فقد باء بغضب من الله و مأواه جهنم و بئس المصير

Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan Allah, tempatnya ialah neraka Jahanam, amat buruklah tempat kembalinya” [QS. Al-Anfaal: 16]

16. Pemimpin yang berkhianat dan berbuat zalim terhadap rakyatnya

Allah ta’ala berfirman:

إنما السبيل على الذين يظلمون الناس و يبغون في الأرض بغير الحق أولئك لهم عذاب أليم

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka akan mendapatkan azab yang pedih.” [QS. Asy-Syura: 42]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أربع من كن فيه كان منافقا خالصا و من كانت فيه خصلة منهن كانت فيه خصلة من النفاق حتى يدعها : إذا حدث كذب و إذا ائتمن خان و إذا عاهد غدر و إذا خاصم فجر

“Empat (sifat –pen) yang barangsiapa terdapat dalam diri seseorang, maka ia seorang munafik tulen. Barangsiapa yang salah satunya terdapat dalam dirinya, maka ia memiliki sifat munafik hingga ia meninggalkannya: jika berbicara ia berdusta, jika diberi amanah ia berkhianat, jika berjanji tidak menepati dan jika berdebat ia curang” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

17. Sombong

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يدخل الجنة أحد في قلبه مثقال ذرة من كبر

“Tidak masuk surga seorang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi kesombongan” [HR. Muslim]

18. Berdusta saat memberikan kesaksian

Allah ta’ala berfirman:

إن الله لا يهدي من هو مسرف كذاب

Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan hidayah pada orang yang melampaui batas lagi pendusta” [QS. Ghafir: 28]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ألا أنبئكم بأكبر الكبائر ؟ الإشراك بالله و عقوق الوالدين ألا و قول الزور ألا و شهادة الزور 

“Maukah kalian aku beritahu dosa besar yang paling besar? Menyekutukan Allah, durhaka pada kedua orangtua dan perkataan dusta atau persaksian dusta” [HR. Al-Bukhari]

19. Minum khamr meskipun tidak sampai mabuk

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من شرب الخمر في الدنيا يحرمها في الآخرة

“Barangsiapa yang meminum khamr di dunia, maka Allah akan mengharamkan khamr baginya di akhirat” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

20. Berjudi

Allah ta’ala berfirman:

و لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل

Janganlah kalian memakan harta diantara kalian dengan cara yang batil” [QS. Al-Baqarah: 188]

Juga firman Allah ta’ala,

يا أيها الذين آمنوا إنما الخمر والميسر والأنصاب والأزلام رجس من عمل الشيطان فاجتنبوه لعلكم تفلحون

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan [QS. Al-Maa’idah: 90]

21. Melemparkan tuduhan zina terhadap wanita shalihah

Allah ta’ala berfirman:

و الذين يرمون المحصنات ثم لم يأتوا بأربعة شهداء فاجلدوهم ثمانين جلدة و لا تقبلوا لهم شهادة أبدا و أولئك هم الفاسقون

Orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina), kemudian mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera. Janganlah kalian terima kesaksian mereka selama-lamanya, mereka itulah orang-orang yang fasik.” [QS. An-Nuur: 4]

22. Mencuri harta rampasan perang (ghulul)

Allah ta’ala berfirman:

و ما كان لنبي أن يغل و من يغلل يأت بما غل يوم القيامة

Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu [QS. Ali Imran: 161]

23. Mencuri harta milik orang lain

Allah ta’ala berfirman:

السارق و السارقة فاقطعوا أيديهما جزاء بما كسبا نكالا من الله و الله عزيز حكيم

Laki-laki dan wanita yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana [QS. Al-Maa’idah: 38]

24. Merampok

Allah ta’ala berfirman:

إنما جزاء الذين يحاربون الله و رسوله و يسعون في الأرض فسادا أن يقتلوا أو يصلبوا أو تقطع أيديهم و أرجلهم من خلاف أو ينفوا من الأرض ذلك لهم خزي في الدنيا و لهم في الآخرة عذاب عظيم

Sesungguhnya balasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka akan mendapatkan siksaan yang besar” [QS. Al-Maa’idah: 33]

25. Sumpah palsu

Allah ta’ala berfirman:

إن الذين يشترون بعهد الله و أيمانهم ثمنا قليلا أولئك لا خلاق لهم في الآخرة و لا يكلمهم الله و لا ينظر إليهم يوم القيامة و لا يزكيهم و لهم عذاب أليم

Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat. Allah tidak akan berbicara pada mereka, tidak akan melihat mereka pada hari kiamat,  tidak (pula) mensucikan mereka dan bagi mereka azab yang pedih“ [QS. Ali Imran: 77]

26. Berbuat aniaya (zhalim)

Allah ta’ala berfirman:

و كذلك أخذ ربك إذا أخذ القرى و هي ظالمة إن أخذه أليم شديد

Dan demikianlah azab Tuhanmu apabila Dia memberikan azab pada (penduduk) negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya sangat pedih lagi keras.” [QS. Huud: 102]

27. Memungut pajak

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أتدرون من المفلس قالوا يا رسول الله المفلس فينا من لا درهم له و لا متاع إن المفلس من أمتي من يأتي بصلاة و زكاة و صيام و حج و يأتي و قد شتم هذا و ضرب هذا و أخذ مال هذا فيؤخذ لهذا من حسناته و هذا من حسناته فإن فنيت حسناته قبل أن يقضي ما عليه أخذ من سيئاتهم فطرحت عليه ثم طرح في النار

“Tahukah kalian siapakah orang yang merugi?”. Para sahabat berkata: “wahai Rasulullah, orang yang merugi diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham, dinar dan harta.” Rasulullah berkata: “Orang yang merugi dari umatku adalah seorang yang datang membawa (pahala –pen) shalat, zakat, puasa dan haji, lalu ia datang dalam keadaan dahulu ia mencela ini, memukul ini, mengambil harta ini. Maka kebaikan-kebaikannya diambil lalu diberikan pada ini dan ini. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum ia melunasi kezalimannya, maka keburukan-keburuka orang yang ia zalimi diambil lalu ditimpakan padanya. Lalu ia pun dilemparkan ke dalam neraka” [HR. Muslim no. 2581]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن صاحب المكس في النار

“Sesungguhnya penarik pajak masuk neraka” [HR. Ahmad 4/109 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Arna’uth]

لا يدخل الجنة صاحب مكس

“Tidak akan masuk surga penarik pajak” [HR. Ahmad 4/143, Abu Dawud no. 2937, Ad-Daarimiy 1/330 dan Al-Haakim 1/404 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Arna’uth]

28. Memakan harta yang haram

Allah ta’ala berfirman:

و لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل

Janganlah kalian memakan harta diantara kalian dengan cara yang batil” [QS. Al-Baqarah: 188]

29. Bunuh diri

Allah ta’ala berfirman:

ولا تقتلوا أنفسكم إن الله كان بكم رحيما * ومن يفعل ذلك عدوانا وظلما فسوف نصليه نارا وكان ذلك على الله يسيرا

Janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu. Barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan zalim, maka kelak Kami akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu sangat mudah bagi Allah [QS. An-Nisaa’: 29-30]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من قتل نفسه بشيء عذب به يوم القيامة

“Barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu, maka ia akan diazab dengannya pada hari kiamat” [HR. Muslim]

30. Gemar berdusta dalam kebanyakan perkataannya

Allah ta’ala berfirman:

فنجعل لعنة الله على الكاذبين

Maka kami jadikan laknat Allah bagi orang-orang yang berdusta” [QS. Ali Imran: 61]

Juga firman Allah ta’ala,

إن الله لا يهدي من هو مسرف كذاب

Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan hidayah pada orang yang melampaui batas lagi pendusta” [QS. Ghafir: 28]

31. Hakim yang tidak berhukum dengan hukum Allah

Allah ta’ala berfirman:

و من لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون

Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir” [QS. Al-Maa’idah: 44]

و من لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الظالمون

Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” [QS. Al-Maa’idah: 45]

و من لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الفاسقون

Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” [QS. Al-Maa’idah: 47]

32. Mengambil uang suap dalam memutuskan perkara hukum

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لعن الله الراشي و المرتشي في الحكم

“Allah melaknat orang yang memberikan suap dan orang yang menerima suap dalam suatu perkara hukum” [HR. At-Tirmdzi dan berkata: “hadits hasan”]

33. Wanita yang menyerupai lelaki dan lelaki yang menyerupai wanita

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لعن الله المتشبهات من النساء بالرجال و المتشبهين من الرجال بالنساء

“Allah melaknat wanita-wanita yang menyerupai laki-laki dan melaknat laki-laki yang menyerupai wanita” [HR. Al-Bukhari]

34. Tidak memiliki rasa cemburu terhadap keluarganya

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثلاثة لا يدخلون الجنة : العاق لوالديه و الديوث و رجلة النساء

“Tiga (tipe manusia –pen) yang tidak masuk surga: anak yang durhaka pada kedua orangtuanya, orang yang tidak memiliki rasa cemburu dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki” [HR. Ahmad no 6180, An-Nasa’i no. 2343 dan Ath-Thabarani no. 13.180 dengan sanad yang shahih]

35. Menikahi wanita yang ditalak tiga tanpa disetubuhi dengan niat agar ia halal dinikahi suami pertamanya

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم لعن المحلل المحلل له

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat al-muhallil dan al-muhallal lahu” [HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Imam Adz-Dzahabi]

36. Tidak menjaga badan dan pakaian saat kencing

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنهما ليعذبان و ما يعذبان في كبير أما أحدهما فكان يمشي بالنميمة و أما الآخر فكان لا يستبرىء من البول

”Sesungguhnya keduanya sedang diazab, tidaklah keduanya diazab karena perkara yang besar (remeh di mata manusia –pen). Adapun salah satunya, dahulu ia suka mengadu domba, adapun yang lain, dahulu ia tidak menjaga (badan dan pakaian –pen) dari kencing” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

37. Riya’

Riya’ merupakan sifat orang-orang munafik sebagaimana Allah jelaskan dalam firman-Nya,

يراؤون الناس و لا يذكرون الله إلا قليلا

Mereka berbuat riya’ pada manusia dan tidak mengingat Allah kecuali hanya sedikit” [QS. An-Nisaa’: 142]

38. Menuntut ilmu agama hanya untuk meraih dunia

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من تعلم علم مما يبتغي به وجه الله لا يتعلمه إلا ليصيب به عرضا من الدنيا لم يجد عرف الجنة

“Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu yang seharusnya untuk mencari wajah Allah, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk memperoleh bagian dari dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga” [HR. Abu Daud]

39. Berkhianat

Allah ta’ala berfirman:

يا أيها الذين آمنوا لا تخونوا الله و الرسول و تخونوا أماناتكم و أنتم تعلمون

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan rasul, jangan pula kalian mengkhianati amanah-amanah kalian sedangkan kalian mengetahui” [QS. Al-Anfaal: 27]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أربع من كن فيه كان منافقا خالصا و من كانت فيه خصلة منهن كانت فيه خصلة من النفاق حتى يدعها : إذا حدث كذب و إذا ائتمن خان و إذا عاهد غدر و إذا خاصم فجر

“Empat (sifat –pen) yang barangsiapa terdapat dalam diri seseorang, maka ia seorang munafik tulen. Barangsiapa yang salah satunya terdapat dalam dirinya, maka ia memiliki sifat munafik hingga ia meninggalkannya: jika berbicara ia berdusta, jika diberi amanah ia berkhianat, jika berjanji tidak menepati dan jika berdebat ia curang” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

40. Mengungkit-ungkit pemberian

Allah ta’ala berfirman:

يا أيها الذين آمنوا لا تبطلوا صدقاتكم بالمن و الأذى

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian membatalkan sedekah-sedekah kalian dengan mengungkit-ungkit pemberian dan mengganggu (orang yang diberi sedekah –pen)” [QS. Al-Baqarah: 264]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثلاثة لا يكلمهم الله و لا ينظر إليهم يوم القيامة و لا يزكيهم و لهم عذاب أليم : المسبل و المنان و المنفق سلعته بالحلف الكاذب

“Tiga (tipe manusia –pen) yang tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak dilihat pada hari kiamat, tidak pula disucikan dan bagi mereka azab yang pedih: orang yang menjulurkan pakaian di bawah mata kaki, orang yang mengungkit-ungkit pemberian dan orang yang bersumpah palsu untuk melariskan dagangan” [HR. Muslim]

41. Mendustakan takdir

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

القدرية مجوس هذه الأمة

Al-Qadariyyah (kelompok yang meningkari takdi –pen) adalah Majusi umat ini” [HR. Abu Daud no. 4691 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud]

42. Mencari-cari aib dan rahasia manusia

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من استمع إلى حديث قوم و هم له كارهون صب في أذنيه الآنك يوم القيامة

“Barangsiapa yang mencuri dengar perkataan suatu kaum dalam keadaan mereka tidak ridha, maka kedua telinganya akan ditimpakan lelehan besi pada hari kiamat” [HR. Al-Bukhari]

43. Mengadu domba

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنهما ليعذبان و ما يعذبان في كبير أما أحدهما فكان يمشي بالنميمة و أما الآخر فكان لا يستبرىء من البول

”Sesungguhnya keduanya sedang diazab, tidaklah keduanya diazab karena perkara yang besar (remeh di mata manusia –pen). Adapun salah satunya, dahulu ia suka mengadu domba, adapun yang lain, dahulu ia tidak menjaga (badan dan pakaian –pen) dari kencing” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

44. Melaknat seorang mukmin

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لعن المؤمن كقتله

“Melaknat seorang mukmin seperti membunuhnya” [HR. Al-Bukhari]

لا يكون اللعانون شفعاء و لا شهداء يوم القيامة

“Para pelaknat tidak akan dapat memberikan syafa’at dan menjadi penolong pada hari kiamat” [HR. Muslim]

45. Tidak menepati janji

Allah ta’ala berfirman:

و أوفوا بالعهد إن العهد كان مسؤولا

“Penuhilah janji, sesungguhnya janji itu akan ditanya” [QS. Al-Israa’: 34]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أربع من كن فيه كان منافقا خالصا و من كانت فيه خصلة منهن كانت فيه خصلة من النفاق حتى يدعها : إذا حدث كذب و إذا ائتمن خان و إذا عاهد غدر و إذا خاصم فجر

“Empat (sifat –pen) yang barangsiapa terdapat dalam diri seseorang, maka ia seorang munafik tulen. Barangsiapa yang salah satunya terdapat dalam dirinya, maka ia memiliki sifat munafik hingga ia meninggalkannya: jika berbicara ia berdusta, jika diberi amanah ia berkhianat, jika berjanji tidak menepati dan jika berdebat ia curang” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

46. Membenarkan perkataan dukun, tukang ramal dan ahli astrologi

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من أتى عرافا أو كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد
“Barangsiapa yang datang kepada tukang ramal atau dukun lalu ia membenarkan perkataannya, sungguh ia telah kafir dengan apa yang diturunkan pada Muhammad” [HR. Abu Dauda dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 5942]

47. Istri yang berbuat nusyuz (durhaka –pen) terhadap suaminya

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فلم تأت لعنتها الملائكة حتى تصبح

“jika laki-laki memanggil istrinya ke ranjang namun istri menolak, maka para malaikat akan melaknatnya (istri –pen) hingga subuh” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

ثلاثة لا ترتفع صلاتهم فوق رءوسهم شبرا : رجل أم قوما وهم له كارهون . وامرأة باتت وزوجها عليها ساخط . و العبد الآبق

“Tidak (tipe manusia -pen) yang shalat mereka tidak terangkat dari kepala-kepala mereka meskipun hanya sejengkal: laki-laki yang mengimami suatu kaum padahal mereka membencinya, wanita yang suaminya marah kepadanya dan budak yang melarikan diri” [HR. Ibnu Majah serta dishahihkan oleh Al-Mundziri dan An-Nawawi]

48. Menggambar makhluk yang bernyawa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang gambar-gambar yang ada di gereja Habasyah:


إِنَّ أُولَئِكَ إِذَا كَانَ فِيهِمْ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَمَاتَ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلكَ الصُّوَرَ فَأُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


Mereka (ahli kitab), jika ada orang shalih di antara mereka yang meninggal, mereka lalu membangun masjid di atas kuburnya dan membuat gambar-gambar orang shalih itu di sisi kuburnya. Mereka adalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah pada hari kiamat [HR. Al-Bukhari no. 427 dan Muslim no. 528]

Juga hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:


إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para penggambar (makhluk bernyawa –pen).” [HR. Al-Bukhari no. 5950 dan Muslim no. 2109]

Juga hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, saya mendengar Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا بَعُوضَةً أَوْ لِيَخْلُقُوا ذَرَّةً

“Allah ‘azza wajalla berfirman, “Siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang berkehendak mencipta seperti ciptaan-Ku. Kenapa mereka tidak menciptakan lalat atau menciptakan semut kecil (jika mereka memang mampu)?!” [HR. Al-Bukhari no. 5953 dan Muslim no. 2111]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب و لا صورة

“Malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

49. Meratapi mayit serta mendoakan keburukan saat musibah

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اثنتان في الناس هما بهم كفر : الطعن في الأنساب و النياحة على الميت

“Dua (hal yang ada –pen) pada manusia, keduanya merupakan kekufuran: mencela nasab dan meratapi mayit” [HR. Muslim]

ليس منا من لطم الخدود و شق الجيوب و دعا بدعوى الجاهلية

“Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar-nampar pipi, merobek-robek baju dan menyeru pada dakwah jahiliyyah” [HR. Al-Bukhari]

50. Perbuatan yang melampaui batas

Allah ta’ala berfirman:

إنما السبيل على الذين يظلمون الناس و يبغون في الأرض بغير الحق أولئك لهم عذاب أليم


Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka akan mendapatkan azab yang pedih.” [QS. Asy-Syura: 42]

51. Menganiaya istri, orang yang lemah, budak dan hewan tunggangannya

Allah ta’ala berfirman:

إن الله لا يحب من كان مختالا فخورا

Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang yang membanggakan diri lagi sombong” [QS. Luqman: 18]

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

يريد بالمختال العظيم في نفسه الذي لا يقوم بحقوق الله و الفخور هو الذي يفخر على عباد الله بما خوله الله من كرامته و ما أعطاه من نعمه

“Yang dimaksud al-mukhtaal adalah orang yang membanggakan dirinya dan tidak memenuhi hak-hak Allah, sedangkan al-fakhuur adalah orang yang sombong terhadap hamba-hamba Allah dengan sesuatu yang Allah berikan padanya berupa kemuliaan dan nikmat-nikmat” [Al-Kabaa’ir]

52. Mengganggu tetangga

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

و الله لا يؤمن و الله لا يؤمن قيل من يا رسول الله ؟ قال من لا يأمن جاره بوائقه

“Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman” dikatakan pada beliau: “siapa yang tidak beriman wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “orang yang tetangganya tidak merasa aman dari keburukan-keburukannya” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فلا يؤذ جاره

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

53. Menggangu, menyakiti serta mencela kaum muslimin

Allah ta’ala berfirman:

و الذين يؤذون المؤمنين و المؤمنات بغير ما اكتسبوا فقد احتملوا بهتانا و إثما مبينا

Orang-orang yang mengganggu laki-laki dan wanita beriman tanpa kesalahan yang mereka perbuat, sungguh ia telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” [QS. Al-Ahzaab: 58]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

سباب المسلم فسوق و قتاله كفر

“mencela seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” [HR. Muslim]

54. Berbuat bid’ah dan melindungi ahlul-bid’ah

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

Dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat[HR. Muslim]


وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

Hati-hati kalian dari perkara yang diada-adakan, karena setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan”. [HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لعن الله من ذبح لغير الله ولعن الله من لعن والديه، ولعن الله من آوى محدثا، ولعن الله من غير منار الأرض

“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat anak yang durhaka kepada kedua orantuanya, Allah melaknat orang yang melindungi ahlul-bid’ah dan Allah melaknat orang yang merubah batas wilayah kepemilikan tanah” [HR. Muslim no. 1978]

55. Menjulurkan pakaian di bawah mata kaki

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما أسفل من الكعبين من الإزار فهو في النار

“Apa yang berada di bawah mata kaki dari pakaian tempatnya di neraka” [HR. Al-Bukhari]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

ثلاثة لا يكلمهم الله و لا ينظر إليهم يوم القيامة و لا يزكيهم و لهم عذاب أليم : المسبل و المنان و المنفق سلعته بالحلف الكاذب

“Tiga (tipe manusia –pen) yang tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak dilihat pada hari kiamat, tidak pula disucikan dan bagi mereka azab yang pedih: orang yang menjulurkan pakaian di bawah mata kaki, orang yang mengungkit-ungkit pemberian dan orang yang bersumpah palsu untuk melariskan dagangan” [HR. Muslim]

56. Memakai kain sutra, minum dari bejana emas dan perak bagi laki-laki

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من لبس الحرير في الدنيا لم يلبسه في الآخرة

“Barangsiapa yang memakai kain sutra di dunia, ia tidak akan memakainya di akhirat” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Hudzaibah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata:

نهانا رسول الله صلى الله عليه و سلم أن نشرب في آنية الذهب و الفضة

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kami minum menggunakan bejana dari emas dan perak” [HR. Al-Bukhari]

57. Budak yang melarikan diri

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثلاثة لا ترتفع صلاتهم فوق رءوسهم شبرا : رجل أم قوما وهم له كارهون . وامرأة باتت وزوجها عليها ساخط . و العبد الآبق

“Tidak (tipe manusia -pen) yang shalat mereka tidak terangkat dari kepala-kepala mereka meskipun hanya sejengkal: laki-laki yang mengimami suatu kaum padahal mereka membencinya, wanita yang suaminya marah kepadanya dan budak yang melarikan diri” [HR. Ibnu Majah serta dishahihkan oleh Al-Mundziri dan An-Nawawi]

58. Menyembelih untuk selain Allah

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لعن الله من ذبح لغير الله

“Allah melaknat orang-orang yang menyembelih untuk selain Allah” [HR. Muslim no. 1978]

59. Mengaku-ngaku anak secara dusta kepada pria yang bukan ayahnya

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من ادعى إلى غير أبيه و هو يعلم أنه غير أبيه فالجنة عليه حرام

“Barangsiapa yang mengaku-ngaku (anak –pen) kepada selain ayahnya, padahal ia tahu bahwa pria itu bukan ayahnya, maka surga diharamkan atasnya” [HR. Al-Bukhari]

60. Berdebat dengan cara yang batil

Allah ta’ala berfirman:

ما يجادل في آيات الله إلا الذين كفروا

Tidak ada yang memperdebatkan ayat-ayat Allah kecuali orang-orang kafir” [QS. Ghafir: 4]

61. Tidak mau berbagi air kepada orang yang membutuhkan

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

و رجل منع فضل مائه فيقول الله اليوم أمنعك فضلي كما منعت فضل ما لم تعمل يداك

“dan laki-laki yang menahan kelebihan airnya (dari orang yang membutuhkan –pen), maka Allah akan berkata: “pada hari ini Aku akan menahan keutamaanku untukmu sebagaimana engkau menahan kelebihan (air –pen) yang bukan berasal dari usaha kedua tanganmu” [HR. Al-Bukhari]

Adapun jika air itu berasal dari hasil usahanya sendiri, kemudian ada orang yang meminta melebihi batas darurat, maka ia boleh menahan simpanan airnya. (Faidah dari Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhullah saat pelajaran Shahih Al-Bukhari di Masjid An-Nabawi)

62. Berbuat curang dalam menimbang (mengurangi takaran)

Allah ta’ala berfirman:

ويل للمطففين

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang” [QS. Al-Muthaffifin: 1-]

الذين إذا اكتالوا على الناس يستوفون

“(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi” [QS. Al-Muthaffifiin: 2]

و إذا كالوهم أو وزنوهم يخسرون

dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi” [QS. Al-Muthaffiffiin: 3]

63. Merasa aman dari makar Allah

Allah ta’ala befirman:

أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ

maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari” [QS. An-Nahl: 45]

Ibnu Mas’uud radhiyallaahu ‘anhu berkata:
الكبائر: الإشراك بالله ، والأمن من مكر الله ، والقنوط من رحمة الله ، واليأس من روح الله
“Dosa-dosa besar  adalah menyekutukan Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa terhadap rahmat Allah, dan putus harapan terhadap kelapangan dari Allah.” [Majma’ Az-Zawaid, 1/104; hasan shahih]

64. Menganggap sial pada sesuatu

Allah ta’ala berfirman:

فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Itu adalah karena (usaha) kami”. Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui” [QS. Al A’raf: 131]

Allah ta’ala juga berfirman,

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ (13) إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ (14) قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ (15) قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ (16) وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ (17) قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ (18) قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (19)

Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang diutus kepadamu”. Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka”. Mereka berkata: “Rabb kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu”. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami”. Utusan-utusan itu berkata: “Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas“.” [QS. Yasin: 13-19]

Juga firman Allah ta’ala,

وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِكَ

Dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”.” [QS. An Nisa’: 78]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ». ثَلاَثًا « وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ ».

Beranggapan sial adalah kesyirikan, beranggapan sial adalah kesyirikan”. Beliau menyebutnya sampai tiga kali. Kemudian Ibnu Mas’ud berkata, “Tidak ada yang bisa menghilangkan sangkaan jelek dalam hatinya. Namun Allah-lah yang menghilangkan anggapan sial tersebut dengan tawakkal.” [HR. Abu Daud no. 3910, Ibnu Majah no. 3538 dan dishahihkan oleh Al-Albani]

65. Menyembunyikan ilmu tanpa ada maslahat yang dicapai

Allah ta’ala berfirman:

إن الذين يكتمون ما أنزلنا من البينات و الهدى من بعد ما بيناه للناس في الكتاب أولئك يلعنهم الله و يلعنهم اللاعنون

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itulah orang-orang yang mendapatkan laknat Allah dan mendapatkan laknat orang-orang yang melaknat” [QS. Al-Baqarah: 159]

66. Meniggalkan shalat Jum’at dan shalat berjama’ah tanpa udzur

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لقد هممت أن آمر رجل يصلي بالناس ثم أحرق على رجال يتخلفون عن الجماعة بيوتهم

“Sungguh aku berkeinginan kuat untuk memerintahka seseorang shalat bersama manusia, lalu aku akan membakar rumah-rumah para laki-laki yang meniggalkan shalat jama’ah” [HR. Muslim]

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

من ترك ثلاث جمع تهاونا بها طبع الله على قلبه

“Barangsiapa yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at karena meremehkannya, Allah akan menutup hatinya” [HR. Abu Daud dan An-Nasaa’i]

67. Memberikan wasiat batil sebelum wafat

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن الرجل أو المرأة ليعمل بطاعة الله ستين سنة ثم يحضرهما الموت فيضاران في الوصية فتجب لهما النار

“Sungguh ada seorang laki-laki atau wanita yang telah melakukan ketaatan pada Allah selama 60 tahun, kemudian menjelang wafat, keduanya memberikan wasiat yang batil (menzalimi sebagian ahli waris –pen), maka neraka wajib atas keduanya” [HR. Abu Daud]

68. Berbuat makar dan menipu

Allah ta’ala befirman:

أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ

maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari” [QS. An-Nahl: 45]

Allah menjelaskan tentang keadaan orang munafik dalam firman-Nya,

يخادعون الله و هو خادعهم

mereka menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka” [QS. An-Nisaa’: 142]

69. Putus asa terhadap rahmat Allah

Allah ta’ala berfirman:

وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
Jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” [QS. Yusuf: 87]
Ibnu Mas’uud radhiyallaahu ‘anhu berkata:
الكبائر: الإشراك بالله ، والأمن من مكر الله ، والقنوط من رحمة الله ، واليأس من روح الله
“Dosa-dosa besar  adalah menyekutukan Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa terhadap rahmat Allah, dan putus harapan terhadap kelapangan dari Allah.” [Majma’ Az-Zawaid, 1/104; hasan shahih]

70. Membuat tato

Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

لَعَنَ اللهُ الْواَصِلَةَ وَاْلمُسْتــَوْصِلَةِ وَالْوَاشِمَةِ وَاْلمُسْتَوْشِمَةِ-

“Allah melaknat wanita yang menyambung rambut, wanita yang meminta disambung (rambutnya) serta melaknat orang yang membuat tato dan yang meminta ditato.” [HR. Al-Bukhari]

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

لَعَنَ اللهُ الْوَاشِمَاتِ وَاْلمُسْتَوْشِمَاتِ وَالْمُتــَّخِصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحَسَنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللهِ, مَالِي لاَ أَلْعَنُ مَنْ لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ وَهُوَ فِي كِتــَابِ اللهِ

“Allah melaknat orang-orang yang membuat tato, orang yang minta ditato, orang yang mengerok alisnya dan mengukir gigi untuk mempercantik diri serta orang yang merubah ciptaan Allah. Kenapa aku tidak boleh melaknat orang-orang yang dilaknat Rasulullah, padahal hal itu terdapat dalam kitabullah?.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

71. Mencela nasab

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اثنتان في الناس هما بهم كفر : الطعن في الأنساب و النياحة على الميت

“Dua (hal yang ada –pen) pada manusia, keduanya merupakan kekufuran: mencela nasab dan meratapi mayit” [HR. Muslim]

72. Mengkafirkan seorang muslim tanpa hak

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
((أَيما رجُل قال لِأَخِيْهِ : يَا كَافِرُ, فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا , فَإِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَ إِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ))
Apabila seseorang menyeru kepada saudaranya: Wahai kafir, maka sungguh akan kembali sebutan kekafiran tersebut kepada salah seorang dari keduanya. Bila orang yang disebut kafir itu memang kafir adanya maka sebutan itu pantas untuknya, bila tidak maka sebutan kafir itu kembali kepada yang mengucapkan.” [HR. Al-Bukhari no. 6104 dan Muslim no. 60]
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu juga menuturkan hal yang sama dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
((مَنْ دَعَا رَجُلاً بِالْكُفْرِ , أَوْ قَالَ : عَدُوَّ اللهِ, وَ لَيْسَ كَذَلِكَ إِلاَّ حَارَ عَلَيْهِ))
Barangsiapa yang menyeru kepada seseorang dengan sebutan kekafiran atau ia mengatakan: Wahai musuh Allah, sementara yang dituduhnya itu tidak demikian maka sebutan tersebut kembali kepadanya.” [HR. Muslim no. 61]
73. Melakukan permusuhan terhadap wali-wali Allah

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب

“Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku sungguh Aku mengumumkan peperangan kepadanya” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

74. Merubah batas wilayah kepemilikan tanah

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لعن الله من ذبح لغير الله ولعن الله من لعن والديه، ولعن الله من آوى محدثا، ولعن الله من غير منار الأرض

“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat anak yang durhaka kepada kedua orantuanya, Allah melaknat orang yang melindungi ahlul-bid’ah dan Allah melaknat orang yang merubah batas wilayah kepemilikan tanah” [HR. Muslim no. 1978]

75. Mencela sahabat nabi

Nabi shalllallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا تسبوا أصحابي فوالذي نفسي بيده لو أنفق أحدكم مثل أحد ذهبا ما بلغ مد أحدهم و لا نصيفه

“Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku, maka demi zat yang diriku berada di tangan-Nya, seandainya salah seorang kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud, hal itu tidak akan menyamai infak satu mud salah seorang dari mereka, tidak pula setengahnya” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Nabi shallallahu ‘alahi wasallam juga bersabda:

آيَةُ الْإِيمَانِ حُبُّ الْأَنْصَارِ وَآيَةُ النِّفَاقِ بُغْضُ الْأَنْصَارِ

“Tanda keimanan adalah mencintai sahabat Anshar dan tanda kemunafikan adalah membenci sahabat Anshar” [HR. Al-Bukhari]

76. Menyeru pada kesesatan dan membuat sunah yang buruk

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Barangsiapa yang membuat sunnah yang jelek dalam Islam, maka ia memikul dosanya dan dosa orang-orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun[HR. Muslim]

77. Wanita yang menyambung rambutnya (memakai rambut palsu), mengerok alisnya untuk mempercantik diri

Nabi shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

لَعَنَ اللهُ الْواَصِلَةَ وَاْلمُسْتــَوْصِلَةِ وَالْوَاشِمَةِ وَاْلمُسْتَوْشِمَةِ-

“Allah melaknat wanita yang menyambung rambut, wanita yang meminta disambung (rambutnya) serta melaknat orang yang membuat tato dan yang meminta ditato.” [HR. Al-Bukhari]

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

لَعَنَ اللهُ الْوَاشِمَاتِ وَاْلمُسْتَوْشِمَاتِ وَالْمُتــَّخِصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحَسَنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللهِ, مَالِي لاَ أَلْعَنُ مَنْ لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ وَهُوَ فِي كِتــَابِ اللهِ

“Allah melaknat orang-orang yang membuat tato, orang yang minta ditato, orang yang mengerok alisnya dan mengukir gigi untuk mempercantik diri serta orang yang merubah ciptaan Allah. Kenapa aku tidak boleh melaknat orang-orang yang dilaknat Rasulullah, padahal hal itu terdapat dalam kitabullah?.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

78. Berbuat maksiat di tanah haram Mekah

Allah ta’ala berfirman:


إنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir. Barangsiapa yang bermaksud melakukan kejahatan di dalamnya secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih." [QS. Al-Hajj: 25]

NB: jumlah bilangan dosa besar dalam artikel ini bukanlah pembatasan, masih banyak dosa besar lain yang belum sempat dituliskan di sini.

Allahua’lam


Ditulis oleh Abul-Harits di Madinah, 15 Rabii’ul Akhiir 1435

No comments:

Post a Comment