Ustadz Afifuddin (194)

Tanya Jawab Ringkas Bersama Ustadz Muhammad Afifuddin hafidzahullah (Redaktur Majalah Asy-Syariah dan Pengasuh Ma'had Al-Bayyinah, Gresik)


1) Istri Memaksa Suami Tinggal Dekat Keluarganya

T: Bagaimana hukumnya seorang wanita yang memaksa suaminya tinggal di dekat keluarganya dengan alasan ingin berbakti dengan keduanya? Namun, suami tidak setuju dengan alasan tempat tersebut jauh dari ilmu syar’i. Tempat tinggal suami sudah dekat dengan majelis ilmu. Sampai-sampai si istri terkadang memboikot suami. Saya minta penjelasannya. Sebelumnya saya ucapkan jazakallah khairan. (+6281383xxxxxx)
J: Hak suami lebih besar atas istri daripada hak orang tuanya, dan istri wajib taat kepada suami dalam hal yang ma’ruf (baik). Jika harus memilih salah satunya maka dia harus memilih suami. Istri tidak bisa memaksa suami berbuat sesuatu. Dalam kasus di atas, istri harus bersama suami dan dia bisa melakukan birrul walidain walaupun tidak dekat rumah. Waffaqakumullah.


2) Hukum Bekerja di Kantor Pajak
T: Ana ingin bertanya tentang hukum bekerja di kantor pajak? Apakah kita boleh makan di rumah orang yang bekerja di kantor pajak (misalnya kita sedang bertamu)? Apakah hukum bekerja di kantor pajak sama dengan bekerja di bank? Mohon jawabannya segera karena ana sangat membutuhkannya. Afwan sebelumnya. Jazakumullah khair. (+6285762xxxxxx)


J: Bekerja di kantor pajak hukumnya sama dengan kerja di bank. Harta mereka haram atas mereka pribadi, namun halal bagi yang lain. Hanya saja, lebih wara’ tidak memakan harta mereka.


3) Abang Becak Tidak Puasa Ramadhan, Qadha atau Tidak?
T: Assalamu’alaikum. Ustadz, aku sebagai abang becak waktu Ramadhan jika sedang di rumah berpuasa. Akan tetapi, kalau sedang kerja tidak puasa karena tidak kuat. Bagaimana hukumnya, mengganti atau tidak? Mohon dijawab. (+62274xxxxxxx)

J: Wa’alaikumus salam warahmatullah.


Anda tetap wajib qadha (mengganti), puasa tidak gugur dengan alasan tidak kuat. Mengingat profesi Anda sebagai abang becak, lebih baik saat bekerja juga diupayakan puasa. (Caranya, saat Ramadhan bekerja sekadarnya untuk mencukupi kebutuhan hari itu, lalu berhenti kerja dan tetap berpuasa.) Hal itu lebih ringan daripada puasa qadha di luar Ramadhan. Waffaqakumullah. [Ini juga merupakan jawaban al-Ustadz Qomar Suaidi]
4) Wanita Berjilbab Tetapi Memakai Celana Panjang
T: Apa hukum wanita yang berjilbab dengan bawahan memakai celana panjang? Umumnya celana panjang dipakai laki-laki. Dalam hadits, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Rasulullah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita & wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah) Agung, Sragen (+6287836xxxxxx)

J: Jika celana panjang khusus wanita, itu lebih afdhal karena lebih tertutup. (Hanya saja, ia memakainya di dalam baju kurung yang lebar dan memenuhi syarat jilbab yang syar’i. Jika ia hanya memakai celana panjang saja tanpa baju kurung, ini tidak diperbolehkan karena tetap akan menampakkan bentuk aurat.)


Adapun jika memakai celana laki-laki, haram. Ia terkena hadits tersebut. Di masyarakat kita sudah ma’ruf (dikenal) perbedaan antara celana wanita dan celana laki-laki. [Ini juga merupakan jawaban al-Ustadz Qomar Suaidi]
5) Menjamak Shalat Fardhu Lebih dari Dua Waktu Shalat
T: Bismillah. Saya mau tanya, apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah menjamak shalat fardhu lebih dari dua waktu shalat? Jazakallahu khair atas jawabannya. (+6285768xxxxxx)

J: Pernah, ketika perang Khandaq beliau shalat Ashar, Maghrib dan Isya pada waktu Maghrib. Namun, ini bukan sunnah bagi umatnya melainkan kondisi darurat. Ini pun sebelum turun syariat shalat khauf.
6) Mengganti Nama dengan yang Bagus
T: Bismillah. Ana mau tanya, apa hukum mengganti nama dari nama jelek menjadi nama yang lebih bagus? (+6285696xxxxxx)

J: Itu adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam.
7) Shalat di Masjid yang Dibangun dengan Uang Riba
T: Apa hukum memperbaiki masjid dengan menggunakan uang hasil riba dan apa hukum shalat di dalamnya? (+6285696xxxxxx)

J: Uang riba tidak boleh dipakai untuk sesuatu yang bersifat ibadah, tetapi untuk hal umum. Shalatnya tetap sah karena tidak ada keterkaitan antara ibadah shalat dengan perbaikan masjid dan uang riba. Istilah ulama, ‘jihatun munfakkah’. Waffaqakumullah.
8) Kemiripan Anak dengan Orang tuanya
T: Bagaimana seorang anak yang masih dalam rahim ibunya kalau lahir terkadang mirip ayahnya, terkadang mirip ibunya? Jugb, bagaimana anak tersebut bisa menjadi laki-laki atau perempuan? Apakah ada proses tertentu atas dasar sunnatullah? Mohon dijelaskan. Jazakallahu khairan atas jawabannya. (+6281902xxxxxx)

J: Ada prosesnya sebagaimana dalam hadits. Yang lebih dahulu ‘keluar’ itu proses penentuan jenis kelamin, sedangkan yang lebih ‘banyak’ itu proses penentuan kemiripan.
Apabila laki-laki ‘keluar’ dahulu dan lebih ‘banyak’ maka bayinya laki-laki dan mirip dengan bapak. Apabila wanita ‘keluar’ dahulu dan lebih ‘banyak’ maka bayinya perempuan dan mirip dengan ibu. Apabila laki-laki ‘keluar’ lebih dahulu namun wanita lebih ‘banyak’ maka bayinya laki-laki dan mirip dengan ibu. Apabila wanita ‘keluar’ dahulu namun laki-laki lebih ‘banyak’ maka bayinya perempuan dan mirip dengan ayah. Semua itu dengan takdir dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala, manusia hanya berusaha. Waffaqakumullah.
9) Bergaul dengan Masyarakat atau Uzlah?
T: Bismillah. Saya mau tanya, bagaimana sikap kita yang menjadi kaum minoritas di masyarakat, apakah kita mengucilkan diri atau bersosialisasi dengan masyarakat tersebut? Sementara itu, kita telah mengetahui kebiasaan/tradisi yang ada sekarang semakin jauh dari tuntunan agama/syariat. Jazakallah khairan. (+6283863xxxxxx)

J: Pada kondisi masyarakat sekarang, kita belum diharuskan ‘uzlah kulliyyah (pengasingan diri secara total dari masyarakat) karena masih ada kesempatan untuk berdakwah. Yang dilakukan adalah ‘uzlah juz’iyyah, yakni kita tidak mengikuti kegiatan masyarakat yang melanggar syariat dan tetap membaur dengan mereka dalam hal-hal mubah atau syar’i. Waffaqakumullah.
10) Menshalati Jenazah Orang yang Gila Sebelum Baligh
T: Bismillah. Ada orang gila meninggal tetapi dia gila sebelum baligh. Bagaimana hukum menshalatinya? (+623216xxxxxx)

J: Tetap dishalatkan jenazahnya selagi dia muslim, hidup di tengah-tengah muslimin. Adapun nanti di akhirat, urusannya diserahkan kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala.
11) Lele Haram karena Mati Dipukul?
T: Saya dapat info dari kawan saya bahwa sesuai dengan surat al-Maidah ayat 3 bahwa termasuk yang dilarang untuk dimakan adalah hewan yang mati dipukul. Jadi, lele yang matinya dipukul, menurut kawan saya, hukumnya haram karena kalau kita beli lele di pasar biasanya supaya mati kepalanya dipukul. Bagaimana menurut ustadz, supaya kami merasa jelas dan tidak ragu-ragu. Terima kasih. (+6281365xxxxxx)

J: Ayat tersebut secara umum berlaku untuk hewan yang disembelih, jika dengan cara dipukul maka haram karena tidak sesuai dengan cara penyembelihan yang syar’i. Adapun ikan dengan segala jenisnya hukumnya halal, dengan cara apa pun prosesnya karena bangkai ikan adalah halal. Waffaqakumullah.
12) Wanita Menumpang Kendaraan
T: Bismillah. Apa hukumnya apabila ada seorang wanita ajnabi (asing) yang mau ikut menumpang kendaraan seseorang, padahal di kendaraan tersebut tidak ada orang ketiga, yang ada hanya seorang sopir? Jazakumullahu khairan. (+6281313xxxxxx)

J: Jelas tidak boleh karena termasuk khalwat (berduaan) yang dilarang, juga fitnah (godaan) besar. Waffaqakumullah.
13) Azan di Telinga Anak yang Baru Lahir
T: Ustadz, apa hukum azan di telinga anak yang baru lahir? (+6285292xxxxxx)

J: Pendapat yang rajih adalah hadits tentang masalah tersebut tidak ada yang shahih sehingga tidak disyariatkan. Waffaqakumullah.
14) Walimah Kelahiram selain Aqirah
T: Adakah walimah kelahiran selain aqiqah?
(+6285292xxxxxx)
J: Tidak ada, yang disyariatkan hanya aqiqah. Waffaqakumullah.


15) Keguguran
T: Bismillah. Bagaimana hukumnya bagi wanita yang keguguran, apakah seperti nifas atau istihadhah? Adakah batasan umur kegugurannya? Bagaimana jika seorang wanita yang tidak teratur haidnya, kadang sampai berbulan-bulan tidak haid, kemudian kata dokter ada penebalan dinding rahim. Ketika terjadi pendarahan, apakah ia dihukumi haid atau istihadhah? Jazakumullah khairan. (+628132xxxxxx)

J: Menurut asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, jika gugur sebelum ada ruh, bukan nifas tetapi darah rusak. Untuk kasus kedua, dilihat sifat darahnya. Jika sama seperti darah haid, itu adalah haid. Jika tidak, itu adalah pendarahan biasa. Waffaqakumullah.
16) Memegang Barang Najis Membatalkan Wudhu?
T: Afwan, mau tanya. Memegang barang najis membatalkan wudhu atau tidak? (+6282136xxxxxx)


J: Tidak membatalkan wudhu, tetapi harus disucikan. Waffaqakumullah.


17) Wanita Haid Menyentuh Mushaf
T: Apa hukum wanita haid menyentuh mushaf? Jazakumullahu khairan. (+6285342xxxxxx)


J: Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hal ini. Pendapat yang rajih (kuat) adalah boleh, namun yang afdhal tanpa memegang mushaf. Waffaqakumullah.


18) Meminjam Uang di Bank karena Darurat
T: Afwan mau tanya. Meminjam uang di bank karena keadaan yang sangat darurat/mendesak untuk membayar utang, bagaimana hukumnya? Mohon dijawab. (+6281354xxxxxx)


J: Tetap tidak boleh karena masih mungkin mencari pinjaman kepada pihak lain tanpa riba.


19) Aqiqah ketika Bayi Masih di RS



T: Ustadz, kalau bayi yang baru dilahirkan bermasalah sehingga harus dirawat intensif di RS (perkiraan bisa satu minggu lebih), pelaksanaan aqiqah jalan terus? Bagaimana dengan cukur rambutnya? Jazakumullahu khairan. (+6281328xxxxxx)
J: Jalan terus karena aqiqah terkait dengan kelahiran anak. Yang bisa dilakukan, kerjakan terlebih dahulu. Yang lain menyusul. Atau aqiqah ditunda sampai semua urusan selesai, karena menurut pendapat jumhur ulama, aqiqah boleh dilakukan setelah hari ketujuh.


20) Aqiqah Bayi yang Meninggal sebelum Berusia Tujuh Hari
T: Bagaimana kalau bayi sebelum umur tujuh hari meninggal, apakah diaqiqahi? (+6281328xxxxxx)

J: Menurut pendapat jumhur, masih sunnah diaqiqahi karena aqiqah terkait dengan kelahiran bayi bukan karena hari ketujuh.
21) Tayamum Hanya untuk Sekali Shalat?
T: Bagaimana hukum orang sakit yang tidak bisa mandi berbulan-bulan, apakah cukup berwudhu atau tayammum saja? Setahu kami, tayammum itu hanya untuk tiap-tiap shalat (wajib), apakah boleh sekali tayamum untuk shalat tahiyatul masjid, dilanjutkan qabliyah, dilanjutkan shalat fardhu, dilanjutkan ba’diyah? Mohon penjelasan. (+6285756xxxxxx)

J: Selama tidak memakai air, dia melakukan tayamum dan bisa sebagai ganti wudhu untuk semua ibadah selama tidak batal. Waffaqumullah.
T: Jazakallah khairan, ustadz. Apa setiap shalat fardhu, sunnah qabliyah, dan lainnya harus tayamum untuk setiap shalat tersebut? Tampaknya akan sibuk dan orang akan berpikiran lain, apalagi suasananya dalam masjid. Barakallahufikum. (+6285756xxxxxx)
J: Kaidahnya, tayamum menduduki posisi wudhu, selama tidak batal maka bisa untuk semua ibadah yang antum sebutkan. Tidak harus tayammum pada tiap ibadah. Waffaqumullah.
22) Sutrah di Mihrab yang Besar
T: Ustadz, mohon penjelasannya. Masjid kami ukuran mihrabnya sekitar 4×5 m. Sewaktu shalat jamaah, apakah harus dipasang sutrah lagi untuk imam? (+6281541xxxxxx)

J: Jika shalat di luar mihrab, tembok cukup sebagai sutrah. Namun, jika di dalam mihrab dan imam berdiri jauh dari tembok, perlu diberi sutrah lagi. Prinsipnya, harus dekat dengan sutrah.
23) Shalat Sunnah Rawatib bagi Musafir
T: Benarkah seorang musafir tidak disunnahkan melakukan shalat sunnah rawatib? Abu Yusuf – Lampung (+6283168xxxxxx)

J: Ada khilaf tentang hukum shalat sunnah bagi musafir. Yang rajih (kuat) adalah pendapat jumhur bahwa musafir boleh shalat sunnah rawatib atau yang lainnya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam melakukan shalat witir dan shalat sunnah di atas kendaraan saat safar. Yang afdhal tidak mengerjakannya, selain qabliyah subuh dan witir. Waffaqumullah. [ini juga merupakan jawaban dari al-Ustadz Qomar Suaidi]
24) Shalat Ied Melepas Alas Kaki
T: Ketika kita shalat ied di lapangan dan berbaur masyarakat, mana yang lebih baik, kita beralas kaki atau melepasnya seperti mereka? (+6283183xxxxxx)

J: Dalam kondisi demikian lebih baik tanpa alas kaki karena mayoritas muslimin belum memahami sunnah shalat memakai alas kaki (sandal). Sebagaimana kaidah, menolak mafsadah lebih didahulukan daripada mendatangkan maslahat.
25) Shalat Ied di Masjid
T: Shalat ied bersama penguasa/pemerintah adalah sunnah. Bagaimana apabila penguasa shalat di masjid dan bukan karena hujan, apakah kita tetap ikut ataukah bergabung dengan muslimin yang shalat di lapangan? (+6283183xxxxxx)

J: Selama penguasa memberi kebebasan kepada rakyat, kita memilih yang sunnah, yaitu shalat di lapangan. Waffaqumullah.
26) Membunuh Cecak & Tokek
T: Apakah membunuh cecak dan tokek disyariatkan? (+6283183xxxxxx)

J: Ya, berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam masalah ini. Lihat kitab Riyadhus Shalihin.
27) Bisnis Valas
T: Saat ini marak orang tertarik bisnis valuta asing dengan keuntungan 10% dari modal, dengan cara menyerahkan sejumlah uang kepada orang lain tanpa tahu proses pembelian valuta tersebut. Setiap bulan kita menerima 10% dari modal kita. Bagaimana hukumnya? Jazakumullah khairan. Abu Yusuf – Timika (+6281354xxxxxx)

J: Jual beli valas disyariatkan harus serah terima di tempat. Sistem online tidak boleh karena terkena riba nasiah. Adapun hakikat akad di atas adalah mudharabah. Penetapan laba dengan nominal atau persentase tertentu adalah riba karena ada unsur pertaruhan dengan spekulasi tinggi. Yang benar, laba menggunakan persentase sesuai kesepakatan tergantung untung rugi usaha yang dijalankan. Lihat masalah mudharabah di majalah Asy-Syariah edisi 28 dan 53. Waffaqumullah.
28) Hukum Mencabut Uban
T: Saya selalu disuruh ibu untuk mencabuti ubannya. Apakah ada hukum mencabuti rambut yang telah beruban? Salahkah jika saya beranggapan bahwa baiknya dibiarkan tumbuh begitu saja. Syukran. (+6285299xxxxxx)

J: Ada hadits yang memakruhkan mencabut uban, lihat kitab Riyadhus Shalihin. Ada juga syariat mengubah rambut putir dengan semir selain warna hitam. Lihat juga kitab yang sama. Waffaqakumullah.
29) Contoh Kasus Pembagian Warisan
T: Seorang bapak meninggal dengan meninggalkan sejumlah harta. Ahli warisnya terdiri dari istri, dua anak perempuan, dua anak laki-laki, seorang saudara perempuan sekandung dan dua saudara laki-laki sekandung. Bagaimana pembagian harta waris tersebut? Jazakallahu khair. (+6285868xxxxxx)

J: Istri mendapatkan 1/8 karena ada anak. Saudara dan saudari gugur karena adanya anak laki-laki. Sisa harta dibagi untuk anak laki-laki dan perempuan, dengan anak laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian anak perempuan.
30) Mau Jum’atan, Hujan Deras
T: Hujan deras, Jum’atan hampir mulai? Apakah tetap ke masjid atau di rumah? Jazakumullah khairan wa barakallahu fiikum. (0811xxxxxx)

J: Ada rukshah untuk tidak jum’atan dan shalat dhuhur di rumah.
31) Menunda Kehamilan
T: Bismillah, ana mau tanya bolehkah menunda kehamilan dengan cara mengeluarkan cairan sperma bukan pada tempatnya sewaktu berhubungan dengan istri. Jazakallahu khairan. (+6281393xxxxxx)

J: Boleh karena pernah dilakukan di zaman sahabat, tetapi harus dengan ridha istri karena dia juga punya hak dapat kenikmatan.
32) Bacaan Shalat Sambil Memegang Mushaf
T: Bismillah, bolehkah kita shalat sambil memegang mushaf, karena kita ingin membaca surat yang panjang tetapi kita belum hafal. (+6281311xxxxxx)

J: Yang afdhal adalah tidak, karena kita diminta membaca al-Qur’an yang mudah bagi kita dan ada larangan takalluf (membebani dari sesuatu yang belum mampu), tetapi kalau ada yang melakukan tidak diingkari karena ada sebagian salaf yang melakukannya.
33) Waktu Shalat Istikharah
T: Bismillah. Apakah shalat istikharah harus dikerjakan pada malam hari? Jazakallahu khairan wa barakallahu fik. (+6285641xxxxxx)

J: Tidak harus, tetapi kapan saja asalkan bukan waktu terlarang untuk shalat.
34) Penyebab Perbedaan Penentuan Derajat Hadits
T: Pada edisi no. 61 dijelaskan kegunaan ilmu sanad, yaitu untuk menilai suatu hadits derajatnya shahih atau tidak. Tetapi, di rubrik “Hadits” hlm. 32, para ulama ahlul hadits berbeda pendapat dalam hal menentukan derajat hadits tersebut. Ada yang menilainya shahih, ada yang menilainya lemah. Apa penyebabnya? (+6281327xxxxxx)

J: Penyebabnya banyak. Di antaranya perbedaan pendapat tentang sebagian ilmu musthalah, perbedaan pendapat dalam hal menilai seorang rawi, kadar ilmu dalam hal mencari penguat-penguat hadits dari sanad lain, dll. Masalah ini tergolong ijtihadiyah.
35) Keuntungan Koperasi
T: Apakah halal uang keuntungan koperasi yang punya usaha simpan pinjam berbunga dam fotokopi? Usaha fotokopinya sangat laris tiap hari karena di lingkungan kantor pemerintah. (+6281327xxxxxx)

J: Terjadi percampuran keuntungan, bisa diambil keuntungan tersebut dan harus dibersihkan dengan memperbanyak infak dan sedekah.
36) Menjadi Imam di Rumah setelah Shalat Berjamaah di Masjid
T: Bismillah, bolehkah setelah shalat berjamaah di masjid kita pulang terus menjadi imam bagi istri? Kalau boleh, berarti kita shalat dua kali. Jazakumulkahu khairan. (+6281311xxxxxx)

J: Boleh, shalat yang pertama dapat pahala wajib, sedangkan yang kedua dapat pahala sunnah, dengan contoh tindakan sahabat Mu’adz radhiyallahu ‘anhu.
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 75/VII/1432 H/2011, hal. 28-31.

37) Menikah dengan Jin
T: Bismillah. Apakah jin itu bisa menikah dengan manusia? Apakah setan itu punya arsy? Jazakumullah khayr. (+6285747512xxx)

J: Jin mungkin bisa menikah dengan manusia, tetapi secara hukum syar’i tidak boleh karena terlalu banyak mudharat yang ditimbulkan berdasarkan pendapat jumhur. Iblis memiliki arsy dan tempatnya di lautan sebagaimana hadits Jabir radhiyallahu anhu riwayat Muslim. Waffaqakumullah.
38) Cara Mengadakan Walimah Syar’i
T: Bismillah. Bagaimana cara mengadakan walimah nikah yang syar’i? (Abu Imam, +6281327613xxx)

J: Walimah dilakukan setelah aqad, boleh 3 hari berturut-turut dan tidak lebih. Biaya ditanggung pihak laki-laki atau boleh dari pihak wanita bila ridha. Hidangan afdhal dengan kambing, boleh pula makanan lain asalkan halal. Orang yang diundang jangan dikhususkan untuk orang kaya saja, dan undanglah orang-orang shalih. Tidak boleh ada kemungkaran, seperti: ikhtilat, musik, dan gambar. Waffaqakumullah.
39) Doa Tambahan ketika Sujud
T: Jika shalat di dalam sujud terakhir setelah membaca tasbih kemudian membaca doa lebih dari satu menurut syariat diperbolehkan tidak? Misalnya, “Yaa hayyu yaa qayyummu birahmatika astaghiitsu. Ashlihlii syaknii kullahu walaa takilnii ila nafsii tharfata ‘ainin; Subhaanallaahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata ‘arsyihi wa midaada kalimaatihi.” Jazakumullah khayran katsiran. (+6285747512xxx)

J: Diperbolehkan berdoa saat sujud dengan ragam doa yang kita hendaki dan tidak dikhususkan pada sujud terakhir, tetapi semua sujud. Afdhal-nya doa yang ada contoh dari sunnah. Waffaqakumullah.
40) Kafan Orang yang Meninggal saat Haji
T: Bismillah. Bagaimana cara mengafani orang yang meninggal saat berhaji? Apakah juga berlaku terhadap mayit perempuan? (Ummu Faqih, +6285747727xxx)

J: Orang yang wafat dalam keadaan ihram, maka dikafankan dengan kain ihramnya baik laki- laki maupun wanita. Pakaian ihram wanita seperti yang dia pakai saat keluar rumah, kecuali cadar dan sarung tangan. Waffaqakumullah.
41) Menjenguk Sepupu yang Sedang Sakit
T: Bismillah. Bolehkah menjenguk keponakan laki-laki ibu (sepupu saya) yang sedang sakit dengan diantar adik laki-laki saya? Sedangkan suami saya tidak bisa mengantar saya. (+6281230430xxx)

J: Keponakan laki-laki ibu adalah sepupu bagi Anda, maka bukan mahram. Boleh dijenguk dengan syarat Anda didampingi mahram. Dalam hal ini, mahram Anda adalah adik laki-laki. Namun, saat menjenguk hendaknya yang ditemui adalah istri sepupu. Kalau tidak ada, maka adik Anda yg menemui. Waffaqakumullah.
42) Nasihat bagi Pelaku Maksiat yang Jengkel
T: Pernyataan, “Apabila saudara kita merasa jengkel terhadap kita, maka kita berdosa”, sedangkan yang menyebabkan mereka jengkel karena dia tidak bisa menerima argumen kita mengenai dilarangnya memajang gambar, pacaran, dll. Benarkah pendapat ini? Jazakumullah khayr. (+6285762429xxx)

J: Jika kejengkelan tersebut karena kita menyampaikan ilmu dengan cara yang hikmah dan syar’i, maka kita tidak berdosa dan justru dia yang berdosa. Tetapi kalau dia jengkel karena akhlaq kita yang buruk, jatuh dalam dosa/mungkar, atau kita tidak menuaikan haknya, maka kita yang salah. Ringkasnya pernyataan di atas perlu dirinci. Waffaqakumullah.
43) Waktu Shalat Shubuh di Indonesia
T: Bagaimana sikap yang benar mengenai pernyataan bahwa jadwal shalat Shubuh di Indonesia dianggap lebih awal daripada waktu yang ditentukan (fajar shadiq)? Pernyataan ini didukung dengan pendapat sebagian ahli hisab di Indonesia. (+6285643607xxx)

J: Masalah seperti ini harus diteliti dahulu kebenarannya, karena menyangkut ibadah muslimin secara nasional. Jangan sampai menjadi isu yang bisa meresahkan masyarakat. Dikhawatirkan pihak tersebut memiliki argumen yang kurang tepat. Jika ternyata benar, maka pertimbangkan maslahat dan mafsadat di tengah masyarakat. Solusi kami: cari masjid yang iqamahnya sudah masuk waktu; (atau) shalat dengan masyarakat dengan niat sunnah lalu shalat sendiri pada waktunya dengan niat fardhu; (atau) adzan pada waktunya di masjid sendiri; atau adzan bersama masyarakat tetapi iqamahnya setelah masuk waktu. Waffaqakumullah.
44) Cara Mengusap Kepala bagi Wanita saat Berwudhu
T: Bagaimana cara mengusap kepala bagi wanita saat berwudhu? Jazakallah khayr. (+6281233124xxx)

J: Tata caranya sama seperti kaum lelaki, tidak ada dalil khusus untuk wanita. Waffaqakumullah.
45) Mengakikahi Diri Sendiri
T: Bolehkah saya mengakikahi diri sendiri? Karena sewaktu kecil, orang tua tidak mengakikahkan saya karena keterbatasan ilmu dan biaya. Jazakallahu khayr. (+628157911xxx)

J: Jumhur ulama’ membolehkan akikah setelah hari ke-7 dan sebagian ulama’ membatasi sampai baligh. Adapun mengakikahi diri sendiri terdapat khilaf, yang rajih tidak disyariatkan. Karena hadits tentang masalah tersebut dihukumi mungkar oleh Imam Ahmad rahimahullah. Waffaqakumullah.
46) Posisi Tangan saat Turun Sujud
T: Ketika akan sujud, dengan mendahulukan tangan kemudian digeser ke depan sejajar pundak/telinga. Apakah dalilnya? Jazaakumullahu khayran. (Romi, +6285731232xxx)

J: Mendahulukan tangan saat turun sujud merupakan salah satu pendapat ulama, dan pendapat itu yang rajah. Mensejajarkan tangan saat sujud dengan telinga adalah sunnah, sedangkan menggeser tangan sejajar telinga saat turun sujud bukan syarat, melainkan teknis tidak ada dalil khusus. Waffaqakumullah.
47) Hukum Menjual Cengkih
T: Apa hukum menjual cengkih, yang merupakan bahan pokok rokok dan bahan rempah-rempah makanan (kue dan semisalnya) serta masakan?

J: Boleh. Kecuali jika Anda mengetahui atau punya persangkaan kuat (dengan indikasi yang ada) bahwa yang membelinya akan memanfaatkannya untuk membuat rokok, tidak boleh menjualnya kepada pihak tersebut, karena tidak boleh bekerja sama untuk maksiat. Namun, Anda tidak dibebani untuk bertanya kepadanya tentang tujuan dia membelinya. Wallahu a’lam.
48) Merujuk Istri yang Mengaku Pernah Berzina
T: Apakah boleh seorang lelaki merujuk mantan istri yang meminta rujuk dalam keadaan istri pernah selingkuh hingga mengaku telah terjadi zina, kemudian sekarang dia sadar dan ingin memperbaiki kesalahannya?

J: Jika mantan suaminya mau menikahinya kembali, boleh dengan dua syarat: 
• Wanita itu telah bertaubat.


• Dipastikan bahwa wanita itu tidak hamil dengan sebab zina tersebut, yaitu dengan menanti sampai haid satu kali. Wallahu a’lam.
49) Pembatalan Proses Pernikahan yang Sudah Disetujui Kedua Belah Pihak
T: Bismillah. Saya sudah proses (tahap menikah) dengan ikhwan yang sudah saling mengenal dan sudah cukup dekat. Kedua keluarga sudah saling menyetujui, sedangkan proses akhir sudah siap untuk aqad. Qadarullah, calon mempelai pria sakit. Akhirnya, orang tua saya membatalkan semuanya dengan memberitahu ikhwan itu saja. Apakah tindakan orang tua saya benar? Jazakumullahu khayran. (+6285642241xxx)

J: Tindakan orang tua tersebut keliru jika tidak ada sisi kemaslahatan yang mendasari pembatalan tersebut. Beri nasihat dengan cara yang baik. Perbanyak doa agar diberi solusi terbaik.
50) Posisi Imam dan Satu Makmum pada Shalat Berjamaah
T: Bagaimana posisi yang benar bila shalat di masjid hanya ada Imam dan satu makmum? (+6281542150xxx)

J: Berdiri sejajar dengan imam, sedangkan makmum berada di sebelah kanannya, seperti contoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat malam dengan Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma. waffaqakumullah.
51) Talak Ketika Istri Sedang Haid
T: Bismillah. Apakah sah atau hanya haram tetapi tidak sah, talak yang diucapkan seorang suami yang tidak mengetahui bahwa istrinya sedang haid? Si suami tidak mau mengulangi ucapannya, namun tidak mau juga menganggap istrinya sebagai istrinya lagi.

J: Yang kami yakini benar —wallahu a’lam— talak yang dijatuhkan dalam keadaan istri sedang haid adalah haram, tetapi sah. Akan tetapi, disyariatkan baginya untuk rujuk dan menahan istrinya sampai suci, kemudian haid kembali, kemudian suci, kemudian menalaknya jika benar-benar tetap ingin menalaknya.
52) Menyuruh Istri Menggugat Cerai
T: Apakah menyuruh istri untuk menggugat cerai saya (suami) sudah termasuk talak? Atau, apakah mengucapkan, “Saya ingin menceraikan kamu (istri)” sudah termasuk talak?

J: Tidak termasuk talak selama belum menjatuhkannya. Sebatas keinginan menalak tidak terhitung menjatuhkan talak sampai benar-benar dijatuhkan. Wallahu a’lam.
53) Suami Istri Bersepakat untuk Tidak Berhubungan Badan

T: Bismillah. Bagaimana hukumnya jika sepasang suami istri telah sepakat untuk tidak berhubungan badan selama lima tahun atau lebih, demi memfokuskan diri menuntut ilmu agama? Jazakumullah khairan. (+6281355xxxxxx)
J: Menurut hukum syar’i, kesepakatan tersebut menyalahi konsekuensi nikah. Selain itu, secara kenyataan, jarang ada pasutri yang bertahan selama itu, dan tentunya dalam menjalankan kesepakatan tersebut ada unsur keterpaksaan. Solusinya adalah belajar sambil membina rumah tangga, yang penting kesungguhan dan tekad bulat dari keduanya. Yassarallahu umurakum.

54) Pernikahan Anak-anak dari Dua Keluarga yang Sama
T: Bismillah. Ustadz, keluarga A mempunyai seorang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan. Adapun keluarga B mempunyai seorang anak perempuan dan dua orang anak laki-laki. Bagaimana hukumnya jika seorang anak laki-laki dari keluarga A menikah dengan seorang anak perempuan dari keluarga B dan dua orang anak perempuan dari keluarga A menikah dengan dua orang anak laki-laki dari keluarga B? (085231xxxxxx)


J: Pernikahan tersebut diperbolehkan karena mereka bukan mahram.
55) Akhir Shalat Witir
T: Kapankah waktu berakhirnya shalat witir?


(+6285328xxxxxx)
J: Waktu shalat witir berakhir dengan masuknya waktu subuh yang ditandai dengan terbitnya fajar shadiq. Di zaman sekarang dapat langsung melihat apabila memungkinkan, atau melihat jadwal shalat yang tepercaya.

56) Membayar Utang dalam Masjid
T: Apakah hukum membayar utang-piutang dalam masjid?


(+6285211xxxxxx)
J: Hukumnya diperbolehkan berdasar hadits Abdullah bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu yang menagih piutangnya dari Hadrad bin Abi Hadrad. Hadits tersebut terdapat dalam Shahih al-Bukhari.

57) Wanita Mandi di Kamar Mandi Kerabatnya
T: Apakah diperbolehkan bagi wanita apabila safar ke rumah karib kerabatnya mandi seperti halnya di rumahnya sendiri, yaitu tanpa pakaian, ataukah sama seperti mandi di kamr mandi umum? (+6281996xxxxxx)


J: kita diperbolehkan mandi di mana pun tanpa pakaian dengan syarat tempat tersebut tertutup dan tidak ada seorang pun yang melihat. Hadits yang melarang wanita membuka pakaian di luar rumah suaminya derajatnya memang shahih, tetapi maknanya adalah apabila di depannya terdapat laki-laki atau terlihat oleh laki-laki yang bukan suaminya, atau ketika mandi auratnya terlihat oleh wanita lain. Demikian penjelasan al-Munawi dalam Faidhul Qadir dan asy-Syaikh Muhammad al-Imam dalam risalah at-Tabarruj.
58) Ayah Melihat Aurat Putrinya
T: Apakah boleh seorang ayah melihat aurat putrinya untuk keperluan pengobatan? (+6285296xxxxxx)


J: Selama ada ibu, saudarinya, keluarga putri yang lain, atau dokter Muslimah, maka ayah tidak boleh melakukan hal tersebut. Namun, apabila hanya ada ayah atau saudara putra lainnya, maka boleh dengan dua syarat: 1. Kondisi darurat, tidak ada cara lain selain itu.


2. Yang dibuka hanya bagian tertentu yang dibutuhkan untuk pengobatan. Waffaqakumullah.
59) Menyentuh Wanita Ajnabi dalam Kondisi Darurat
T: Apakah boleh menyentuh wanita ajnabi (bukan mahram) pada kondisi darurat, seperti kecelakaan dan tidak ada yang menolong selain kita? (+6285296xxxxxx)


J: Apabila memang kondisinya darurat, insya Allah tidak masalah. Ciri-cirinya adalah tidak ada cara lain selain itu dan tidak ada syahwat saat kejadian atau setelahnya. Waffaqakumullah.
60) Manusia Melihat Jin
T: Teman saya mengaku pernah melihat jin di kamar tempat takmir masjid. Apakah manusia bisa melihat jin? (+6285331xxxxxx)


J: Kalau teman anda seorang yang jujur, hal tersebut mungkin terjadi (yakni melihat jelmaan jin, bukan wujud aslinya) karena memang jin diberi kemampuan oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala untuk menjelma dan menampakkan diri kepada siapa pun yang mereka kehendaki dengan izin-Nya. Tempat tinggal jin beragam. Jin muslim yang shalih tinggal di dalam masjid, rumah-rumah yang digunakan ibadah, dan tempat yang bersih. Adapun jin yang kafir dan fasiq tinggal di wc, tempat yang kotor, dan rumah yang banyak maksiatnya, terutama apabila penghuni rumah masuk tanpa basmalah. Waffaqakumullah.
61) Sutrah yang Dilewati Anak-anak
T: Apa hukum anak-anak yang belum baligh lewat di depan orang shalat yang memakai pembatas? (+6281350xxxxxx)


J: Mereka perlu dibimbing dan diajari tentang keharaman tindakan tersebut. Adapun shalatnya tidak batal kecuali kalau yang lewat adalah wanita yang sudah baligh.
62) Mandi Junub, Lupa Menghapus Kuteks
T: Seorang wanita memakai kuteks ketika haid, lantas ketika mandi haid, wanita tersebut lupa untuk menghapus kuteksnya. Tetapi, ketika dia hendak berwudhu untuk shalat, dia baru ingat dan segera menghapusnya sehingga ketika dia wudhu kuteksnya sudah hilang. Apa wanita ini harus mandi junub lagi? (+6285762xxxxxx)


J: Insya Allah tidak perlu mengulangnya.
63) Tetap Berpuasa Meski Sedang Hamil Tua
T: Bismillah, bolehkah kita melarang wanita yang hamil tua untuk berpuasa dengan alasan kasihan terhadap janinnya? Wanita tersebut memaksa diri ingin berpuasa agar tidak membayar fidyah, karena wanita tersebut keadaannya sangat tidak mampu untuk membayar fidyah. (+628567xxxxxx)


J: Masalah ini dikembalikan kepada kondisi ibu dan janin. Apabila kuat, dia berpuasa. Apabila tidak, pendapat yang rajih adalah dia mengqadha puasa, bukan fidyah. Hal ini berdasarkan hadits Anas bin Malik al-Ka’bi radhiyallahu ‘anhu.
64) Menjadi Pengawas di Bank Riba
T: Saya bekerja di bank sentral. Saat ini saya ditugaskan sebagai pengawas bank dan kebetulan bank yang saya tempati semuanya berpraktik riba. Apakah pada yaumil hisab nanti saya akan digolongkan sebagai saksi riba dan dibangkitkan seperti orang kesurupan setan? (+628124xxxxxx)


J: Semua pihak yang terkait dengan bank ribawi termasuk dalam ancaman riba yang disebutkankan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, kecuali jika dia jahil atau terpaksa. Seyogianya anda keluar dan mencari pekerjaan lain yang halal.
65) Utang yang Belum Terbayar
T: Bismillah, saya mempunyai utang yang belum terbayar kepada seseorang yang dia sudah meninggal. Apakah utang tersebut dibayarkan kepada ahli warisnya atau disedekahkan atas namanya? Perlu diketahui, utang-piutang di antara kami tanpa sepengetahuan ahli warisnya. (+628781xxxxxx)


J: Selama anda mengetahui ahli warisnya, anda harus jujur membayar utang tersebut dan diserahkan kepada mereka. Tetapi, kalau anda tidak mengetahui keberadaan mereka, maka anda sedekahkan atas namanya. Waffaqakumullah.
66) Jima’ pada Malam Ramadhan
T: Bagaimana hukumnya bila suami istri bercampur pada malam bulan Ramadhan dan mandi junubnya pada jam tujuh pagi? (+6281370xxxxxx)


J: Puasanya tetap sah, karena pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Beliau pernah junub dari keluarganya kemudian mandi ketika subuh dan melanjutkan puasanya. Namun, masalahnya adalah, apakah pasutri tersebut tidak shalat Subuh atau memang tertidur sampai jam tujuh? Apabila tertidur, ketika bangun mereka mandi junub lalu shalat, dan puasanya sah. Waffaqakumullah.
67) Perbedaan Kitab-kitab
T: Apakah perbedaan antara kitab-kitab ini: Silsilah ash-Shahihah, Shahihul Jami’, Jami’ush Shahih, Shahihul Musnad, dan Irwa’ul Ghalil? (081391xxxxxx)


J: Silsilah ash-Shahihah adalah karya besar al-Albani rahimahullahu yang mengumpuljan hadits-hadits shahih dengan takhrij yang lengkap. Shahihul Jami’ adalah kumpulan hadits shahih yang dipilih oleh al-Albani dari kitab al-Jami’us Shaghir karya as-Suyuthi rahimahullahu. Adapun al-Jami’us Shahih adalah karya asy-Syaikh Muqbil al-Wadi’i rahimahullahu dengan susunan bab fikih dari kitab aslinya, ash-Shahihul Musnad. Irwa’ul Ghalil adalah sebuah karya al-Albani rahimahullahu yang merupakan takhrij kitab Manarus Sabil.
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 79/VII/1433 H/2012, hal. 37-41.
* * *
68) Hukum Mengambil Uang Pensiun Dini
T: Bismillah. Saya seorang guru sekolah umum yang pensiun dini. Sesuai UU dan peraturan, saya mendapatkan hak pensiun tiap bulan. Bagaimana hukumnya dengan uang yang saya terima tiap bulan? Jazaakallah khayran. (+6281310684xxx)


J: Kalau uang pensiun tersebut dari pemerintah, maka tidak masalah untuk diambil. Waffaqakumullah.
69) Menggunakan Obat Pencegah Haid pada Bulan Ramadhan
T: Bismillah, apakah diperbolehkan bagi wanita yang menggunakan obat pencegah haid pada bulan Ramadhan agar puasanya tidak terputus? Jazakumullahu khaira. (+6283183633xxx)

J: Tidak perlu, karena haid termasuk kodrat wanita, kecuali dalam keadaan darurat seperti sedang berhaji. Waffaqokumullah.


70) Jumlah, Nishab, dan Haul Zakat Uang yang Dimiliki
T: Bismillah. Berapakah nishab zakat untuk uang yang dimiliki, apakah harus sudah 1 tahun dimiliki, dan berapakah besarnya yang harus kita zakati? Kemudian kemanakah harus kita berikan? Apakah ke fakir-miskin atau lewat lembaga yang mengurusi zakat? (+6287738578xxx)
J: Nishab uang sebesar harga 595 gr perak, yang kami ketahui beberapa waktu lalu sekitar Rp3.368.000,00 yang bertahan setahun, keluar zakatnya 2,5 %, serahkan langsung ke fakir-miskin.

71) Perbedaan antara Riba dan Bukan


T: Bagaimana mengetahui sesuatu itu termasuk riba atau bukan? (0819xxxxxx)
J: Apabila transaksi tersebut dilarang oleh syariat. Rinciannya terdapat pada Ahkamul Buyu’, Kitab Fiqh. Pernah pula dimuat sebagiannya di Majalah Asy-Syariah edisi 28.

72) Seragam Sekolah
T: Bagaimana hukumnya seragam TK di suatu lembaga pendidikan yang bermanhaj salaf? (08532xxxxxx)

J: Afdhal tanpa seragam karena tidak ada contoh dari salaf. Namun, apabila memang terpaksa harus menggunakannya, diperbolehkan dengan syarat: 

1. Tidak ada gambar makhluk bernyawa,


2. Bukan pakaian yang tasyabuh dengan orang kafir (ciri khas mereka), 

3. Menutup aurat,


4. Tidak ada unsur wala’ dan bara’ karenanya.

Lebih baik semua memakai jubah putih dan yang putri memakai jubah hitam lengkap dengan cadarnya. Waffaqakumullah.
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 80/VII/1433 H/2012, hal. 32-34.


73) Contoh Kasus Pembagian Warisan
T: Seorang bapak meninggal dengan meninggalkan sejumlah harta. Ahli warisnya terdiri dari istri, dua anak perempuan, dua anak laki-laki, seorang saudara perempuan sekandung dan dua orang saudara laki-laki sekandung. Bagaimana pembagian harta waris tersebut? Jazakallahu khair. (+6285868xxxxxx)
J: Istri mendapatkan 1/8 karena ada anak. Saudara dan saudari gugur karena adanya anak laki-laki. Sisa harta dibagi untuk anak laki-laki dan perempuan, dengan anak laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian anak perempuan.

74) Bisnik Valuta Asing
T: Saat ini marak orang tertarik bisnis valuta asing dengan keuntungan 10 % dari modal, dengan cara menyerahkan sejumlah uang kepada orang lain tanpa tahu proses pembelian valuta tersebut. Setiap bulan kita menerima 10 % dari modal kita. Bagaimana hukumnya? Jazakumullah khairan. (+6281354xxxxxx)

J: Jual beli valas disyaratkan harus serah terima di tempat. Sistem online tidak boleh karena terkena riba nasiah. Adapun hakikat akad di atas adalah mudharabah. Penetapan laba dengan nominal atau persentase tertentu adalah riba karena ada unsur pertaruhan dengan spekulasi tinggi. Yang benar, laba menggunakan persentase sesuai kesepakatan, tergantung untung rugi usaha yang dijalankan. Apabila rugi, investor pun harus ikut menanggungnya. Lihat masalah mudharabah di Asy-Syariah edisi 28 dan 53. Waffqakumullah.


Sumber: Majalah Asy Syariah no. 82/VII/1433 H/2012, rubrik Tanya Jawab Ringkas.



75) Jin Mendapat Syariat?
T: Apakah jin mendapatkan syariat seperti kita (shalat, puasa, dsb.)? Apakah mereka juga bisa membaca mushaf al-Qur’an dan hafalan? (081391xxxxxx)
J: Ya, kehidupan jin seperti manusia, hanya beda alam. Lihat surat adz-Dzariyat ayat 56.

76) Takbir Ied bagi Wanita
T: Bolehkah wanita takbir pada ied? Apa syarat-syaratnya? (081391xxxxxx)


J: Wanita diperbolehkan takbir ied sebagaimana laki-laki. Namun, tidak boleh mengeraskan suaranya sampai terdengar oleh laki-laki yang bukan mahram, juga tanpa ikhtilath. Cukup sendiri atau di tengah-tengah wanita atau mahramnya.
77) Jumlah Lafadz Takbir Ied
T: Berapa kali lafadz takbir ied? (081391xxxxxx)


J: Semuanya boleh, karena lafadz takbir datangnya dari perbuatan salaf, tidak ada riwayat dalam sunnah. Bahkan, semata-mata mengulang lafadz takbir juga boleh. Namun, yang afdal adalah bertakbir sesuai dengan contoh salaf.
78) Keputihan Membatalkan Wudhu?
T: Bismillah. Apakah keputihan itu dapat membatalkan wudhu dan shalat? Apakah keputihan itu najis? Jazakumullah khairan. (085647xxxxxx)


J: Pendapat yang rajih, hukum asal sesuatu adalah suci dan tidak membatalkan wudhu sampai ada nash dalil yang menjelaskannya. Tidak ada nash yang menjelaskan najisnya keputihan atau termasuk pembatal wudhu. Adapun lafadz “yang keluar dari dua jalan qubul dan dubur” bukan lafadz hadits, melainkan pernyataan jumhur ulama’, itu pun tidak baku untuk semua permasalahan. Wallahul muwaffiq.
79) Zakat dari Jualan Sabu-Sabu
T: Bismillah. Apakah boleh seseorang mengeluarkan zakat harta dari hasil yang haram, misal dari hasil jual sabu-sabu. Bagaimana orang yang menerimanya? Jazakallahu khairan. (085260xxxxxx)


J: Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menerima selain yang baik. Orang yang mempunyai harta haram atau dari hasil yang haram, tidak boleh memakainya kecuali apabila dia mendapatkannya sebelum mengetahui ilmunya, maka apa yang telah berlalu, halal baginya. Adapun setelah mempunyai ilmu, dia harus alokasikan untuk kepentingan umum. Sebagian ulama berpendapat boleh bagi pihak lain untuk menerimanya, tetapi yang wara’ adalah tidak menerimanya; karena termasuk syubhat.
80) Wakaf Bersyarat
T: Bismillah. Bagaimana status tanah orang yang mengatakan, “Saya wakafkan tanah ini kalau untuk dibangun masjid.” Apakah masih sebagai tanah wakaf ketika diketahui hampir tidak mungkin membangun masjid di tanah tersebut? (085221xxxxxx)


J: Wakaf itu tergantung niat dan lafadz si waqif. Sementara itu, nazir hanya menjalankan amanat wakaf tersebut selama tidak melanggar syar’i. Wakaf di atas diistilahkan wakaf mu’allaq bi syarthi (wakaf yang terikat dengan syarat). Apabila sesuai dengan syarat, statusnya wakaf. Jika tidak, tidak dianggap wakaf kecuali apabila waqif mempunyai lafadz lain.
81) Contoh Jual Beli Istishna’ & Salam
T: Seseorang menjual tanah dan rumah yang baru dibangun setelah akad jual beli dan membayar DP 50%. Apakah yang demikian termasuk jual beli yang terlarang karena belum ada barang (rumah)? Pertanyaan yang sama, seseorang membeli baju, namun stoknya habis, jadi barang baru diberikan setelah datang. Jazakumullahu khairan. (081251xxxxxx)

J: Kasus pertama disebut istishna’; boleh menurut pendapat yang rajih, dengan syarat rumah itu sesuai dengan kriteria yang disepakati. Waktu pelunasannya adalah pada waktu penyerahan rumah atau sebelumnya. Kasus ke-2 menggunakan sistem salam; yaitu uang kontan di muka untuk barang yang disepakati dengan sifat, timbangan, ukuran, dan waktu penyerahan yang disepakati.


82) Bayar Pajak karena Terpaksa
T: Bagaimana hukum orang yang membayar pajak karena terpaksa? Sebab, kita akan diberi sanksi kalau tidak membayar. (085867xxxxxx)

J: Dengan kondisi seperti di negara kita, mau tidak mau kita harus membayar pajak. Oleh karena itu, lakukan demi meredam fitnah; sedangkan dosanya ditanggung oleh pihak yang mewajibkan.


83) Contoh Kasus Waris
T: Seorang kakek mempunyai 4 putra, 7 putri, dan 1 putri angkat. Ayah saya adalah salah seorang putra kakek tersebut. Kami tiga bersaudara, putra semua. Ayah saya lebih dahulu meninggal dari kakek atau nenek. Ketika kakek meninggal dengan meninggalkan sejumlah harta, harta tersebut tidak segera dibagi. Ketika nenek meninggal, baru dilakukan pembagian warisan. Bagaimana pembagian harta waris tersebut? Apakah kami mendapatkan warisan juga? Jazakumullahu khairan. (081370xxxxxx)

J: Anda semua tidak mendapatkan warisan, karena orang tua meninggal sebelum kakek-nenek yang memiliki harta. Dalam ilmu waris, anda semua gugur karena masih ada anak-anak dari kakek-nenek tersebut.


84) Sudah Tidak Bekerja, Masih Digaji
T: Seseorang yang sudah tidak bekerja lagi mendapatkan gaji tiap bulan sampai bulan keempat. Bolehkah ia mempergunakan uang gaji tersebut? (085275xxxxx)

J: Jika dari pemerintah atau perusahaan sebagai subsidi, diperbolehkan. Namun, apabila bukan subsidi, tetapi gaji bulanan atas pekerjaan kita (yang ternyata kita sudah tidak bekerja), tidak boleh diambil.

Jika dari asuransi, dirinci lagi. Jika dari uang gaji kita yang dipotong tiap bulan, boleh diambil sejumlah nominal gaji saja; tetapi jika dari selain itu, lebih baik tidak diambil karena bukan hak kita.
85) Anak Menghajikan Orang Tua
T: Apa hukumnya seorang anak yang menghajikan bapak dan ibunya yang sudah meninggal? (08156xxxxxx)


J: Jika orang tua pada masa hidupnya termasuk mampu haji, tetapi tidak ada kesempatan berangkat hingga wafat, anak boleh menghajikannya dengan syarat yang menjadi wakil sudah pernah haji sebelumnya. Begitu pula apabila orang tua berwasiat dan tidak lebih dari 1/3 harta, maka ditunaikan wasiatnya.
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 83/VII/1433 H/2012, rubrik Tanya Jawab Ringkas.
* * *


86) Menagih Utang Tidak Merusak Ukhuwah?
T: Bismillah. Apakah pantas orang menagih utang beberapa kali sampai orang yang berutang melunasinya tetapi si pengutang tidak menegurnya lagi setelah kejadian itu, sehingga si penagih merasa telah merusak ukhuwah dengan pengutang? Padahal pada saat menagih, penagih mencari kondisi yang tepat. (085275xxxxx)


J: Menagih utang hukumnya boleh, bahkan hak yang mengutangi walaupun di dalam masjid. Hal itu tidak merusak ukhuwah sebagaimana pernah terjadi pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, Abdullah bin Ka’b menagih utang dari Hadrad bin Abi Hadrad di dalam masjid sampai suara keduanya meninggi (HR. Al-Bukhari). Seharusnya pihak yang berutang berterima kasih karena telah dibantu.
87) Sumbangan Pemerintah untuk Membangun Masjid


T: Bismillah. Bolehkah menerima sumbangan dana untuk membangun masjid dari pemerintah? (085731xxxxx)


J: Diperbolehkan menerima atau meminta dana dari pemerintah, karena sama seperti baitul mal. Meminta dana kepada pemerintah diperbolehkan dan tidak termasuk meminta-minta. Lihat kitab Dzammul Mas’alah karya asy-Syaikh Muqbil.
88) Ibu Mertua, Mahram bagi Suami


T: Bismillah. Saya pernah menikahi seorang wanita. Setelah seminggu menikah, istri saya meninggal, sehingga selama saya menikah, saya belum pernah berjima’ dengannya. Apakah setelah istri saya meninggal dengan keadaan saya belum menggaulinya, saya masih mahram dengan ibunya? Jazakumullahu khairan. (088261xxxxxx)


J: Menurut para fuqaha, akad nikah dengan wanita sudah menjadikan ibunya mahram bagi kita walau belum terjadi apa-apa. Yassarallahu umurakum.
89) Akad Nikah yang Sah Bisa Dibatalkan?


T: Na’am, jazakumullah khairan. Namun, setelah istri saya meninggal, saya difitnah oleh ayahnya bahwa saya menikahi anaknya memiliki niat yang tidak baik, karena saya terlalu cepat mengatakan ingin “ganti tikar” menikahi adiknya. Kemudian ayahnya marah dan terucap, “Pernikahan kalian (saya dengan istri yang meninggal) gak sah.” Apa bisa orang tua membatalkan pernikahan dengan anaknya yang sudah terjadi? Bagaimana status pernikahan itu? (088261xxxxxx)


J: Akad nikah yang sah sesuai ketentuan syariat tidak bisa dibatalkan oleh wali wanita. Akad bisa batal dengan talak ba’in, talak raj’i, hingga habis masa iddah, khulu’, li’an, atau diketahui pasutri adalah mahram nasab atau karena susuan. Namun, karena sudah terjadi ketegangan dengan mertua, ahsan (sebaiknya) menahan diri tidak tergesa-gesa dalam bertindak. Lembutkan hati mereka, tunjukkan akhlak mulia. Kalau ternyata lebih besar mafsadahnya, maka lebih baik menikah dengan wanita lain. Yasarallahu umurakum.
90) Mahram karena Susuan


T: Seorang anak wanita baru lahir dan ibunya meninggal yang kemudian disusui oleh tetangganya. Apakah anak wanita itu mahram dengan saudara-saudara tetangganya tersebut? (089665xxxxxx)


J: Kalau sudah disusui sebanyak lima kali kenyang, maka mahram. Tanda kenyangnya adalah bayi tersebut melepaskan sendiri dari susuannya.
91) Dalil Lutut atau Tangan Dulu ketika Akan Sujud


T: Bismillah. Dalam rubrik “Tanya Jawab Ringkas” edisi 74 mengenai “lutut atau tangan dahulu ketika sujud”, jawabannya adalah “pendapat yang rajih adalah kedua cara tersebut boleh, karena hadits yang dijadikan argumen oleh kedua belah pihak (tidak ada yang shahih)”. Apakah benar pernyataan tersebut? (085696xxxxxx)


J: Setelah diteliti, kedua belah pihak mendhaifkan hadits-hadits yang dijadikan argumen oleh pihak yang menyelisihi. Secara kenyataan juga demikian. Maka dari itu, kedua cara tersebut diperbolehkan, namun yang afdhal adalah mendahulukan kedua tangan berdasarkan keumuman hadits al-Bara bin Azib radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih al-Bukhari, “Tidak ada seorang pun dari kami (para sahabat) yang membungkukkan punggungnya hingga Rasul shallallahu ‘alaihi wassalam sempurna sujud….” Wallahul muwaffiq.
92) Utang untuk Kurban


T: Bismillah. Bolehkah seseorang berkurban dengan uang hasil berutang? (085275xxxxxx)


J: Kalau mampu membayar setelah itu, maka tidak ada masalah karena kurban sangat ditekankan, seperti fatwa dari asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin.
93) Antara Iuran Kurban Sapi & Kurban Kambing Sendiri
T: Manakah yang lebih afdhal antara kurban iuran tujuh orang untuk satu sapi dengan seekor kambing untuk satu orang? (081347xxxxxx)


J: Seekor kambing untuk satu orang. Masalah ini sudah pernah dibahas di majalah Asy-Syariah edisi 36, silakan dilihat kembali.
94) Mau Melahirkan, Masih Wajib Shalat?
T: Bismillah. Jika seorang ibu akan melahirkan dengan rasa sakit sudah datang tetapi belum mengeluarkan darah, sedangkan waktu shalat sudah masuk, apakah masih diwajibkan untuk shalat? (081392xxxxxx)


J: Selama belum keluar darah nifas, maka masih suci dan wajib shalat. Lakukan sesuai kemampuan. Jika keluar darah 1-2 hari sebelum kelahiran karena kontraksi janin, sudah terhitung nifas. Yassarallahul umur.
95) Kurban Berkelompok
T: Bismillah. Apakah disyariatkan dalam berkurban dengan cara menabung setiap bulan untuk dibelikan sapi sebagai hewan kurban? (082135xxxxxx)


J: Kalau dilakukan tujuh orang dengan nominal yang sama sampai bisa membeli seekor sapi, maka tidak masalah; karena diperbolehkan tujuh orang berserikat pada seekor sapi. Kalau pada seekor kambing, maka tidak boleh: karena tidak boleh berserikat pada seekor kambing.
Sumber: Majalah Asy Syariah vol. VII/No. 84/1433 H/2012, hal. 42-44.
* * *


96) Haid Lama Karena Suntik KB
T: Saya haid lebih dari 15 hari karena suntik KB. Bagaimana dengan kewajiban shalat? Apakah tetap shalat meski masih keluar darah atau tidak shalat sampai darah benar-benar berhenti? (+6285642xxxxxx)
J: Tidak ada batas minimal atau maksimal waktu haid. Yang dianggap adalah wujudnya darah. Selama belum suci, maka tidak boleh shalat, dan bercampur dengan suami. Waffaqakumullah.
97) Zina Tangan


T: Apakah saling mengirim SMS dengan ajnabi (nonmahram) termasuk zina tangan? (+6282137xxxxxx)
J: Zina tangan adalah semua maksiat yang dilakukan oleh tangan, SMS kepada lain jenis termasuk salah satunya. Wallahul musta’an.
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 87/VII/1433 H/2012, rubrik Tanya Jawab Ringkas, hal. 46-48)
* * *


98) Hidayah setelah Futur (Kejenuhan)
T: Bagaimana cara untuk mendapatkan hidayah setelah futur? (085750xxxxxx)
J: Dengan mengobati futurnya, caranya: bermajelis dengan orang shalih, curhat kepada orang yang berilmu, meninggalkan sesuatu yang menyebabkan dia futur, membaca sejarah hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para salaf. Jika mulai semangat, segera perbanyak zikir dan membaca al-Qur’an dengan tadabbur. Waffaqakumullah.
99) Belajar dari Orang yang Belum Jelas Akidahnya


T: Apakah boleh kita mengambil ilmu dari orang yang belum jelas akidahnya, tetapi mengikuti sunnag? (085654xxxxxx)
J: Belajar ilmu agama tidak boleh serampangan, karena yang dikorbankan adalah prinsip agama kita. Belajar agama harus kepada ahlinya yang jelas keilmuan, akidah, manhaj, akhlak, dan adabnya; jangan kepada hizbiyin, orang yang berakhlak jelek, atau yang tidak jelas manhaj serta akidahnya.
100) Dana untuk Makanan setelah Seseorang Meninggal


T: Bagaimanakah hukumnya jika seorang ayah meninggal kemudian salah seorang anaknya mengeluarkan dana untuk membuat makanan yang dibagikan kepada keluarga, baik yang jauh maupun dekat? (085297xxxxxx)
J: Kalau membuat makanan dalam rangka sedekah atau memuliakan tamu jauh, tidak masalah. Kalau untuk acara takziyah atau semisal, tidak boleh, bahkan termasuk bid’ah.
101) Doa Iftitah


T: Apakah boleh kita membaca doa iftitah, “Allahu akbar kabiran walhamdulillahi bukratan wa ashila”? (085247xxxxxx)
J: Itu termasuk doa iftitah yang diperbolehkan. Silakan lihat kitab Sifat Shalat Nabi karya asy-Syaikh al-Albani.
102) Mengikat Rambut di Luar Shalat


T: Apa hukumnya seorang laki-laki mengikat rambutnya di luar shalat? (085399xxxxxx)
J: Tindakan tersebut tasyabbuh (menyerupai) wanita baik di dalam maupun di luar shalat.
103) Ulama yang Tidak Menikah


T: Jika ada beberapa ulama (al-Imam an-Nawawi, Ibnu Taimiyah, dll.) tidak menikah, apakah mereka menyelisihi sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? (08573xxxxxx)
J: Sebagian ulama tidak menikah bukan karena membenci sunnah, melainkan alasan lain, seperti tidak sempat menikah, wafat pada usia muda, sibuk dengan ilmu dan dakwah, atau kehidupannya keluar masuk penjara karena penguasa zalim/makar musuh dakwah.
104) Keraguan dalam Beribadah


T: Bagaimana solusi bagi orang yang sering ragu dalam melakukan suatu amalan? Misal ragu jumlah membasuh telinga saat wudhu, ragu pakaian yang terkena najis. (085242xxxxxx)
J: Keraguan diobati dengan cara dilawan. Tanamkan dalam hati bahwa yang dilakukan adalah benar dan tidak perlu diulang. Segala keraguan yang muncul setelah itu jangan dipercaya. Memang perlu perjuangan untuk menghilangkannya. Namun, kalau sudah berhasil sekali, insya Allah yang setelahnya lebih mudah. Intinya beramal dengan ilmu, jangan hiraukan semua sikap waswas. Yassarallahu umurakum.
105) Majalah = Bid’ah?


T: Apakah majalah Asy-Syariah termasuk bid’ah? Karena pada zaman salaf tidak ada yang seperti itu? (085646xxxxxx)
J: Dakwah Islam dikembangkan dan disiarkan dengan beragam cara yang tidak keluar dari batasan syariat; bisa dengan ceramah, dialog, khutbah, dan bisa dengan tulisan lewat karya tulis, majalah, buletin, jurnal, surat dll, bahkan bisa dengan fisik melalui jihad fi sabilillah. Fatwa ulama kibar sekarang seperti Ibnu Baz, al-Fauzan, al-Madkhali, dll menganggap majalah sebagai wasilah dakwah.
106) Membaca Al-Qur’an untuk Tujuan Tertentu


T: Bagaimana hukumnya membaca salah satu surat tertentu di dalam al-Qur’an yang dilakukan selama waktu tertentu untuk maksud tertentu pula? (085232xxxxxx)
J: Jika amalan tersebut ada nash atau amalan salaf yang mencontohkan, diperbolehkan. Termasuk kaidah untuk mengenali bid’ah adalah mengamalkan amalan tertentu, atau maksud tertentu, tanpa ada contoh dalam syariat.
107) Bermasyarakat di Lingkungan yang Kurang Baik


T: Di lingkungan kami, hanya saya dan suami yang bermanhaj salaf, sedangkan kami pendatang. Banyak yang memandang aneh pakaian yang saya kenakan. Di antara mereka ada yang sengaja menggunjing dan menyebarluaskan sehingga kami terkesan buruk, bahkan ada yang tak mau bertegur sapa. Dosakah jika kami mendiamkannya? Jika ada musibah (kematian di kampung, bolehkah hanya suami saja yang bertakziyah karena saya takut dengan fitnah sebagai wanita bercadar? (085735xxxxxx)
J: Inilah konsekuensi berpegang dengan sunnah di tengah masyarakat yang jauh dari bimbingan sunnah. Solusinya bukan dengan cara melawan mereka dengan kekerasan, melainkan dengan akhlak mulia dan kasih sayang. Sikapi mereka dengan ucapan salam, memberi hadiah, jenguk yang sakit, dll. Bermasyarakatlah dengan baik dalam hal yang ma’ruf, insya Allah, lambat laun mereka akan melunak. Memang butuh kesabaran, ketabahan, keteguhan. Perbanyak doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
108) Menjual Barang yang Terdapat Gambar Makhluk Bernyawa


T: Bolehkah menjual pakaian anak yang bergambar kartun/makhluk bernyawa? Sebab, hampir semua perlengkapan anak dan bayi terdapat gambar. (083843xxxxxx)
T: Bagaimana hukum menjual shampo, sabun mandi, dll., yang ada gambar makhluk bernyawa dalam sebuah warung atau rumah? (087811xxxxxx)
J: Kalau yang dituju dari akad jual belinya adalah gambar bernyawa, tidak boleh. Kalau gambar selain itu, tidak masalah. Jika yang dimaksud dengan akadnya adalah hal lain yang mubah tetapi terdapat gambar padanya, hal ini boleh dan gambarnya dihilangkan.
109) Hak Asuh Anak Pascacerai


T: Jika mantan istri menikah lagi, siapa yang berhak mengasuh anak? Bagaimana jika anak masih berusia balita atau masih menyusu? (083865xxxxxx)
J: Jika pasutri cerai, hak asuh anak balita ada di tangan istri selama belum menikah lagi. Jika sudah menikah, hak asuh jatuh ke tangan suami. Adapun anak yang sudah baligh, ia berhak memilih antara ayah dan ibunya.
110) Maksiat Saat Ibadah


T: Bagaimana status ibadah (terutama sunnah) yang kita lakukan dalam kondisi kita juga terjatuh dalam maksiat? Misal, kita melakukan puasa sunnah, sedangkan di tempat kerja kita terjadi ikhtilath (seperti di pasar). (087757xxxxxx)
J: Selama ibadah yang kita lakukan tidak batal oleh salah satu pembatalnya, sah walau ada unsur maksiatnya, hanya saja berkurang pahalanya. Berbeda halnya kalau maksiat tersebut termasuk pembatal ibadah, seperti riya.
111) Wali Nikah Laki-Laki


T: Dalam pernikahan, apakah laki-laki boleh menjadi walinya sendiri meskipun adik laki-lakinya mau menjadi walinya? (02140xxxxxx)
J: Laki-laki tidak membutuhkan wali dalam pernikahan, yang membutuhkan adalah wanita. Wali wanita dari wali nasab; apabila tidak ada, dari wali hakim.
112) Shalat Rawatib Sebelum Masuk Waktu


T: Bolehkah shalat rawatib sebelum masuk waktu shalat fardhu? (085810xxxxxx)
J: Jelas tidak boleh, shalat rawatib mengikuti shalat fardhu dalam hal waktu.
113) Nazhor via Webcam


T: Bagaimana hukum nazhor melalui webcam? (089630xxxxxx)
J: Proses nazhor melalui webcam lebih baik ditinggalkan, karena khawatir disalahgunakan sehingga menimbulkan musibah. Saat nazhor, pihak wanita harus ditemani oleh walinya dan dengan izin wali.
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 90/VIII/1434 H/2013, rubrik Tanya Jawab Ringkas.
* * *
114) Bagi Hasil dalam Usaha
T: Pemilik modal memberi pinjaman 1 juta dengan syarat penerima modal memberikan bagi hasil 100 ribu per bulan dan penerima modal menyanggupi. Apakah kerjasama ini sesuai syariat? (083878xxxxxx)
J: Kerjasama seperti itu tidak sesuai syariat karena ada unsur spekulasi dan judi. Pemodal bisa merugi karena keuntungan yang didapat ternyata sangat berlipat atau sebaliknya. Yang benar keuntungan dibagi menggunakan persentase sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
Sebagai tambahan, hakikat kerjasama tersebut adalah pinjaman berbunga, karena status modal adalah pinjaman yang harus dikembalikan.
115) Ziarah Kubur bagi Wanita
T: Bolehkah seorang wanita menziarahi makam orang tuanya? Jika wanita tersebut tidak berziarah kubur sekali pun, bagaimana hubungan wanita itu dengan orang tuanya di akhirat kelak? (085383xxxxxx)
J: Ziarah kubur dahulu terlarang kemudian disyariatkan oleh Islam dalam rangka ingat mati dan akhirat. Dalam Islam, ziarah kubur dianjurkan untuk laki-laki. Adapun wanita, sebagian ulama ada yang mengharamkan secara mutlak dan ada yang mengharamkan jika terlalu sering. Namun, jika aman dari fitnah (gangguan) dan tidak ada pelanggaran syariat, boleh sesekali wanita berziarah. Berbakti kepada orang tua yang wafat bagi wanita dengan cara mendoakan.
116) Bekerja di Pabrik Wig
T: Apa hukum bekerja di tempat pembuatan wig (rambut palsu)? (085729xxxxxx)
J: Bekerja di tempat pembuatan wig hukumnya haram karena merupakan ta’awun di atas dosa. Sahabat Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu sangat keras mengingkari wig karena Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dengan wig.
117) Hukum Uang Pungli
T: Bagaimana tindakan yang seharusnya jika kita menerima uang dari pungutan liar (pungli)? (085740xxxxxx)
J: Harta yang haram tidak boleh untuk sesuatu yang berhubungan dengan ibadah seperti masjid, pondok pesantren, kitab agama, dan semisalnya. Namun, untuk yang sifatnya umum, seperti jalan dan WC umum, sebagian ulama membolehkan untuk fakir miskin.
118) Jualan di Kantor Ribawi
T: Bolehkah titip jual makanan ke kantin kantor yang terdapat perniagaan yang mengandung riba? (081945xxxxxx)
J: Hukum asal jualan adalah halal selama tidak ada akad yang diharamkan. Namun, berjualan/titip jual di tempat yang sudah dikenal dengan kemungkaran atau kemaksiatan tidak diperbolehkan karena ada unsur ridha, mendukung, dan memperbanyak jumlah ahli maksiat.
119) Gadai Riba
T: Bagaimana hukum menggadaikan barang yang pelunasan uang dari gadai tersebut harus melebihi jumlah uang yang dipinjamkan sebelumnya? Apakah hal ini sama seperti riba? (085747xxxxxx)
J: Gadai dengan pinjaman seperti itu jelas riba.
120) Riba Koperasi
T: Saya saat ini sedang terjerat riba (pinjam uang di koperasi), sudah setengah setoran. Apakah saya wajib melunasi seluruh setoran atau pokoknya saja? Sebab, kemungkinan besar pihak koperasi tidak mau menerima pinjaman pokoknya saja. (087830xxxxxx)
J: Segera selesaikan tanggungan anda kepada koperasi. Jika anda bisa melobi supaya hanya membayar utang pokok, itu lebih baik. Namun, jika tidak mungkin, selesaikan seluruhnya dan yang menanggung dosa adalah mereka. Perbanyak istighfar dan tobat untuk tidak mengulangi lagi.
121) Asuransi Syariah
T: Apakah asuransi syariah pada masa kini sesuai dengan syariat Islam? (0819xxxxxx)
J: Hukum asal suatu akad adalah mubah sampai ada bukti yang menunjukkan keharamannya, termasuk asuransi. Namun, secara umum asuransi bisnis tidak ada yang syar’i sampai saat ini.
122) Pahala Berbakti kepada Mertua
T: Apakah berbakti kepada kedua orang tua pahalanya senilai dengan pahala berbakti kepada mertua? Terutama jika kedua orang tua telah meninggal. (085796xxxxxx)
J: Berbakti kepada orang tua dibandingkan dengan mertua jelas lebih wajib dan lebih utama. Meskipun demikian, Islam sangat menganjurkan berbuat baik kepada mertua. Berbakti kepada orang tua yang sudah wafat adalah dengan mendoakan, berbuat baik kepada keluarga, handai taulan orang tua, dan teman dekat orang tua.
123) Berdoa saat Sujud
T: Apa boleh kita berdoa saat sujud dalam shalat dengan bacaan doa yang ada di dalam al-Qur’an? (085385xxxxxx)
J: Boleh, namun dengan niat berdoa, bukan tilawatul Qur’an.
124) Uang Hasil Usaha dari Pinjaman Bank
T: Jika suatu usaha didirikan dengan meminjam uang dari bank, apakah uang hasil dari usaha tersebut halal? (081347xxxxxx)
J: Usaha dari pinjaman bank riba hukumnya haram, hasilnya tidak berkah. Hartanya tercampur dengan yang haram. Selesaikan segera utang kepada bank, selebihnya gunakan untuk usaha.
125) Makanan Pemberian Orang Kafir
T: Bolehkah kita memakan makanan pemberian orang kafir hasil syukuran? (081575xxxxxx)
J: Makanan orang kafir dalam rangka hari besar atau syukuran mereka tidak boleh dimakan.
126) Masbuk Tanpa Baca Iftitah
T: Apakah sah ketika seorang makmum masbuk dan mengikuti imam yang sedang sujud tetapi tidak membaca iftitah lebih dahulu (085729xxxxxx)
J: Shalatnya sah, karena saat itu makmum diperintahkan untuk mengikuti imam dalam kondisi apa pun. Di sisi lain, bacaan iftitah adalah sunnah.
127) Zikir Sambil Memejamkan Mata
T: Bolehkah zikir sesudah shalat sambil memejamkan mata? (085640xxxxxx)
J: Zikir setelah shalat sambil memejamkan mata dalam rangka kekhusyukan dan konsentrasi tidak masalah, walau bukan suatu keharusan. Yang tidak ada sunnahnya adalah shalat sambil memejamkan mata, kecuali apabila tempat shalatnya terdapat banyak hal yang mengganggu kekhusyukan.
128) Mazhab Hanafi
T: Apakah mazhab Hanafi itu sesat? Karena pendapatnya selalu berbeda dengan mazhab yang lain. (085318xxxxxx)
J: Mazhab Hanafi tidak dikatakan serat. Mereka disebut ashabu ar-ra’yi (mazhab yang mengutamakan logika) karena kurang dalam bidang hadits. Tidak semua pendapat mereka salah. Banyak juga yang rajih atau sesuai dengan pendapat jumhur.
129) Shalat Memakai Celana Panjang
T: Bolehkah kita shalat dengan memakai kemeja dan celana panjang? (085646xxxxxx)
J: Kalau celana tersebut adalah sirwal yang lebar sehingga tidak membentuk aurat, diperbolehkan. Jika celana tersebut semacam pantalon, tidak boleh. Afdalnya ketika shalat seseorang menggunakan pakaian yang syar’i, suci, bersih, dan rapi; bisa jubah, gamis, atau sarung.
130) Perbedaan Mandi Haid dan Janabah
T: Apakah perbedaan mandi haid dengan mandi janabah dan bagaimana caranya? (085642xxxxxx)
J: Mandi haid caranya dengan membersihkan seluruh badan menggunakan air, sebersih dan sewangi mungkin, lalu membersihkan bekas darah pada kemaluan dengan kapas yang sudah diberi minyak wangi.
Adapun mandi janabah ada dua cara:
1) Cara yang mencukupi, yaitu dengan mengguyurkan air merata ke seluruh tubuh tiga kali disertai kumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung.
2) Cara yang sempurna. Lihat riwayatnya dalam kitab Bulughul Maram bab mandi janabah.
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 93/VII/1434 H/2013, hal. 46-48.

***
131) Membayarkan Pinjaman Berbunga
T: Bolehkah menuruti perintah mertua untuk membayarkan pinjaman berbunga? Apakah sebaiknya dibayarkan tanpa bunganya saja? (085290xxxxxx)
J: Jika anda mampu, beri penjelasan kepada mertua tentang hukum meminjam uang dengan riba agar tidak terulangi lagi. Minimalnya mertua tahu bahwa kita tidak mungkin disuruh untuk hal demikian.
132) Membagikan Makanan Saat Menempati Rumah Baru
T: Di tempat kami, jika ada rumah/warga baru, kebiasaannya membagikan dus berisi makanan kepada tetangga. Apakah hal tersebut termasuk bid’ah? (085229xxxxxx)
J: Kalau niat membagikan makanan dalam rangka syukur nikmat atas rumah tersebut atau sedekah, tidak masalah. Kalau ada niat tolak bala, tolak jin pengganggu rumah, atau semisalnya, termasuk khurafat dan bid’ah.
133) Makanan Acara Tahlilan
T: Bagaimana hukumnya memakan makanan tahlilan yang diantarkan ke rumah kita? Bagaiman kalau yang mengadakan tahlilan adalah orang serumah dengan kita? (085387xxxxxx)
J: Jika makanan tahlilan dalam bentuk sembelihan, jangan dimakan. Jika dalam bentuk yang lain, ada perbedaan pendapat. Namun, sebaiknya ditinggalkan karena syubhat, hal ini sebagai sikap wara’ kita.
134) Imam Tidak Tuma’ninah
T: Saya singgah di masjid yang imamnya tidak tuma’ninah. Apakah saya harus membatalkan shalat dan pindah ke masjid lain? (085657xxxxxx)
J: Jika imam tersebut tidak tuma’ninah sampai pada tingkat kita tidak mampu mengerjakan rukun dan wajib dalam shalat, shalatnya tidak sah, harus diulang. Atau cari masjid lain.
135) Warisan Orang Tua Nonmuslim
T: Jika orang tua murtad dan meninggal, kepada siapakah harta warisan dibagikan? (085266xxxxxx)
J: Jika orang tua murtad, harta warisnya masuk baitul mal. Ahli warisnya yang muslim tidak mendapat bagian sedikit pun karena berbeda agama.
136) Istri Tidak Mau Belajar Al-Qur’an
T: Mohon nasihatnya mengenai istri yang tidak bisa membaca al-Qur’an dan tidak mau berusaha belajar. Dia sudah dinasihati berkali-kali, tetapi tidak berubah; bahkan menentang suami. Bagaimana cara mendidiknya agar segera bertobat dari kesalahannya? (085725xxxxxx)
J: Mendidik istri harus sabar, telaten, dengan cara yang lembut, dan melihat kondisinya. Tidak bisa dipaksakan, apalagi istri yang latar belakang agamanya awam. Perlu proses panjang. Lebih baik dimulai dengan melembutkan hatinya supaya punya semangat beragama dan belajar.
137) Riba Sistem Kredit
T: Seseorang meminjam uang dengan pembayaran cicilan menggunakan sistem kredit yang menyebabkan peminjam dan yang meminjamkan terjatuh pada riba (jumlah total uang cicilan lebih besar dibandingkan dengan jumlah uang pinjaman). Untuk menghindari riba, orang yang meminjamkan bermaksud membelikan emas seharga uang yang akan dipinjamkan sehingga si peminjam bisa menjualnya dan mendapatkan uang yang diharapkan. Bagaimana hukum sistem kredit ini? (085275xxxxxx)
J: Hakikatnya tetap pinjaman dengan riba, emas itu hanya kamuflase saja.
138) Investasi Valas
T: Apa hukumnya investasi valuta asing ketika membeli dolar saat turun kemudian dijual ketika dolar naik? (085869xxxxxx)
J: Investasi valuta asing boleh dengan syarat taqabudh (serah terima di tempat). Apabila via transfer atau semisalnya, yang tidak terjadi padanya taqabudh, termasuk riba nasi’ah.
T: Jika transfer untuk menghindari mudarat (misal uang dalam jumlah banyak, kita takut membawanya) bagaimana? (085869xxxxxx)
J: Kondisi tersebut bisa disiasati dengan menggunakan cek. Menurut sebagian ulama sekarang, cek yang sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku kedudukannya sama dengan uang.
T: Jika orang yang menanam modal investasi tersebut berada di Jawa dan yang menjalankan usaha investasi di Sumatra, bagaimana? (085869xxxxxx)
J: Yang dianggap adalah orang yang bersentuhan langsung dengan akad tersebut. Status pengelola adalah wakil dari penanam modal.
139) Orang Murtad Tetap Dibunuh?
T: Saya memahami bahwa orang murtad tetap harus dibunuh khalifah walaupun sudah kembali masuk Islam. Apakah hal ini benar? (085657xxxxxx)
J: Kalau orang murtad sudah tertangkap khalifah sebelum tobat, ia dibunuh karena kemurtadannya. Jika sudah bertobat sebelum tertangkap khalifah, ia kembali seperti kondisi sebelumnya saat muslim. Zaman dahulu banyak orang yang murtad lalu bertobat dan dibiarkan oleh umara.
140) Mengubah Huruf dalam Al-Qur’an?
T: Bagaimana hukumnya mengubah satu huruf dari al-Qur’an? Misal rabbayani menjadi rabbayana, shaghira menjadi shighara. (081541xxxxxx)
J: Kalau yang dia maksud adalah tilawatul Qur’an, hukumnya haram, seperti tindakan Yahudi yang menambah huruf dalam ayat. Namun, jika yang dia maksud adalah doa, bukan tilawah, tidak masalah.
Sumber: Majalah Asy Syariah edisi no. 91/VII/1434 H/2013, hal. 35-36 (rubrik Tanya Jawab Ringkas).
* * *
141) Lafadz “Sayyidina” dalam Shalawat
T: Apakah saat mengucapkan shalawat kita boleh mengucapkan “sayyidina” untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? (08234xxxxxxx)
J: Tidak ada riwayat yang shahih tentang penambahan lafadz “sayyidina” dalam shalawat. Jika dilafadzkan pada bacaan shalawat ketika shalat, sebagian ulama menyatakan hal itu bid’ah.
142) UMR Pemerintah
T: Apakah seorang pengusaha dalam memberikan gaji kepada karyawan harus sesuai UMR yang ditetapkan pemerintah? Apakah kalau memberikan gaji di bawah UMR termasuk kezaliman? (08386xxxxxxx)
J: Jika UMR termasuk keputusan pemerintah dan menjadi kewajiban pengusaha, wajib bagi pengusaha memberikan upah karyawan sesuai dengan UMR yang berlaku.
Berbeda halnya jika ada kesepakatan bersama antara pengusaha dan karyawan secara pribadi, baik kurang dari UMR maupun lebih.
143) Sejak Kapan Ada Syariat Haji
T: Apakah syariat haji sudah ada sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam? (08569xxxxxxx)
J: Ya, sudah ada syariat haji sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Umat-umat terdahulu juga berhaji. Begitu datang Nabi Muhammad, beliau mengajarkan haji sesuai dengan syariat yang beliau bawa. Karena itu, umat beliau wajib melaksanakan haji sesuai dengan tuntunan syariat beliau tersebut.
144) Bacaan pada Qabliyah Subuh
T: Pada shalat sunnah fajar, surat apa yang paling utama untuk dibaca? (08213xxxxxxx)
J: Untuk shalat sunnah qabliah subuh, yang afdal pada rakaat pertama membaca surat al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca al-Ikhlas, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
145) Uzur Shalat Jumat
T: Apa termasuk uzur jika tidak menghadiri shalat Jumat karena hujan? Apa kriteria hujan yang bisa diberi uzur? (0214xxxxxxx)
J: Termasuk uzur tidak menghadiri shalat Jumat karena hujan lebat. Ini terjadi pada masa Ibnu Abbas. Beliau perintahkan muazin mengucapkan “shallu fir rihal” (shalatlah kalian di rumah-rumah).
Hujan yang termasuk uzur adalah hujan yang memberatkan manusia untuk keluar shalat berjamaah, baik jumatan maupun shalat lima waktu. Jika demikian, ia wajib shalat Zhuhur empat rakaat di rumah.
146) Ipar = Mahram?
T: Apakah adik laki-laki suami (ipar) mahram bagi saya (wanita)? Bolehkah zikir pagi dan petang seusai shalat? (08215xxxxxxx)
J: Adik laki-lakh suami bukan mahram bagi istri, ia disebut al-hamwu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan, saudara laki-laki suami adalah maut (maksudnya, perlu berhati-hati, kalau tidak maka maut).
Zikir pagi dibaca seusai subuh, sedangkan zikir petang dibaca seusai ashar.
147) Menggerak-gerakkan Telunjuk saat Tasyahud
T: Apakah benar asy-Syaikh Muqbil menyatakan lemah hadits tentang menggerak-gerakkan telunjuk jari pada saat tasyahud? Padahal hadits tersebut shahih riwayat Ibnu Majah. Kalau benar demikian, apakah ini yang dinamakan ikhtilaf para ulama? (08211xxxxxxx)
J: Benar, karena hadits tersebut beliau anggap syadz (hadits shahih tetapi menyelisihi hadits shahih lain yang lebih kuat keshahihannya). Dalam masalah ini ada ikhtilaf di antara ulama. Ada yang menganggap shahih sehingga mengamalkan hadits tersebut. Ada pula yang menganggapnya dhaif sehingga tidak mengamalkannya. Ini yang disebut ikhtilaf di kalangan ulama.
Sikap kita, kita mengkaji masalah tersebut, lantas kita amalkan yang kita anggap kuat dengan bertoleransi terhadap pendapat yang berbeda.
148) Hikmah Takbir dan Tasbih saat Menanjak dan Menurun
T: Apa hikmahnya ketika seseorang bertakbir ketika jalan menanjak dan bertasbih ketika jalan menurun? (08234xxxxxxx)
J: Pertama, mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kedua, ketika naik bertakbir menunjukkan bahwa Allah Mahabesar. Ketika turun bertasbih untuk menyucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan.
149) Menggambar Makhluk Bernyawa Lalu Dihapus
T: Apa hukum menggambar makhluk bernyawa kemudian dihapus lagi? (08533xxxxxxx)
J: Tetap tidak boleh, sebab menggambar makhluk yang bernyawa diancam keras oleh Islam, meski gambar tersebut dihapus lagi. Jangan bermain-main dalam hal yang diharamkan oleh agama.
150) Kakek Suami, Mahram?
T: Apakah kakek suami termasuk mahram bagi istri? (08532xxxxxxx)
J: Ya. Yang termasuk mahram bagi wanita adalah bapak mertua ke atas, termasuk kakek suami.
151) Kasus Kontrak Rumah
T: A mengontrak rumah milik B selama setahun dengan harga dua juta rupiah. Sebelum setahun, si A pindah. Apakah wajib bagi si B untuk mengembalikan uang sisa kontrakan? (08574xxxxxxx)
J: Selama tidak ada perjanjian, si B tidak berkewajiban mengembalikan sisa uang kontrak. Berbeda halnya apabila ada kesepakatan bersama di awal akad.
152) Pakaian Warna Gelap untuk Wanita
T: Bolehkah wanita memakai pakaian wasna gelap selain hitam? (08122xxxxxxx)
J: Boleh, selama tetap menutup aurat dan sesuai dengan ketentuan pakaian wanita yang syar’i di luar rumah. Yang lebih utama menggunakan warna hitam (gelap).
153) Darah Haid Muncul Setelah Suci
T: Kebiasaan haid seorang wanita adalah lima hari, setelah itu ia mandi suci dan shalat. Setelah itu, dia melakukan jima’, namun kemudian muncul darah. Apakah darah tersebut termasuk darah haid? Bagaimana hukum jima’ tersebut? (08524xxxxxxx)
J: Jika telah dipastikan suci dengan keluarnya cairan bening tanda suci, dia dihukumi suci, lalu mandi suci, shalat, dan jima. Hubungan pasutri dalam kondisi ini diperbolehkan. Adapun darah yang keluar setelahnya dianggap suci, jika darah yang keluar bersifat seperti darah haid, dihukumi darah haid; jima’ yang dilakukan tidak mengapa. Akan tetapi, jika darah yang keluar hanya flek biasa, kuning, keruh, atau kecoklatan, tidak dianggap apa-apa, tetap dihukumi suci, hubungan jima’ tersebut tidak mengapa.
154) Ingin Berhijab, Dilarang Orang Tua
T: Bagaimana sikap seorang akhwat yang menginginkan untuk memakai cadar tetapi dilarang keras oleh orang tua, sementara ia belum menikah? (08532xxxxxxx)
J: Upayakan memberi penjelasan kepada orang tua dengan cara yang hikmah, lembut, dan santun. Hal ini butuh proses. Sabar, teguhkan pendirian, dan luluhkan hati orang tua dengan semakin berbakti kepada mereka.
Tunjukkan akhlak mulia, budi pekerti yang baik, akhlak yang luhur, bantu mereka dalam hal yang mubah atau syar’i, sambil terus memberi masukan kepada mereka. Jangan lupa berdoa kepada Allah agar membukakan hati orang tua dan menerima hal tersebut.
155) Vonis Kafir Terhadap Person Tertentu
T: Bagaimana menata hati dalam bab ini, yaitu keyakinan tentang seseorang yang beramal syirik, atau benci dengan syariat, atau melakukan pembatal Islam lainnya: (1) tidak meyakini kekafirannya, ia takut salah di hadapan Allah; (2) meyakini bahwa orang itu kafir, juga takut karena ia pernah mendengar bahwa mengkafirkan bukan urusan ringan, apalagi orangnya masih shalat. Tambah bingung lagi. Bagaimana semestinya hati ini berkeyakinan? (08532xxxxxxx)
J: Yakinkan diri dengan bimbingan syariat. Bedakan antara orang yang terjatuh dalam kesyirikan dan kekufuran, dengan memvonis orang itu kafir.
Kita menyatakan bahwa tindakan orang tersebut adalah kekufuran, tetapi kita tidak bisa memvonis dia kafir sebelum terpenuhi persyaratan-persyaratan pengkafiran dan telah hilang faktor-faktor penghalang.
Dengan prinsip ini, akan tenang hati kita. Sebab, Allah memberikan kita beban untuk kembali kepada bimbingan syariat.
156) Upah Mengajarkan Ilmu Agama
T: Bolehkah kita meminta upah dalam mendidik di madrasah/pendidikan islamiah/ma’had? Apakah upah tersebut adalah hak kita karena pengorbanan waktu, pikiran, dan tenaga yang sudah kita curahkan? Ataukah yang penting kita tetap mengajar, kalau diberi, alhamdulillah; kalau tidak, ya tidak apa-apa? Mohon dijawab. (08384xxxxxxx)
J: Yang dianjurkan adalah ikhlas dalam mengajarkan ilmu agama. Jika diberi tanpa penentuan nominal dan tanpa meminta, tidak masalah selama tidak ada kaitannya dengan santri yang kita ajari. Jika pengajar tidak memiliki kesempatan untuk cari usaha lain, waktunya habis untuk mengajar, sebagian ulama membolehkannya meminta upah sebatas yang dia perlukan.
157) Kegiatan Dasawisma
T: Bolehkah kita ikut kegiatan ibu-ibu di lingkungan kita, seperti dasawisma, atau tetap tinggal di rumah? (08585xxxxxxx)
J: Muslimah dituntut memiliki akhlak karimah, terutama kepada tetangga. Jadi, bermuamalah lah dengan mereka dalam batas syariat atau hal yang mubah, namun jangan ikut serta dalam acara yang melanggar syariat.
158) Salafi Terpecah Belah?
T: Mengapa salafi terpecah belah? (08524xxxxxxx)
J: Salafi tidak terpecah belah. Manhaj salaf itu satu, akidah salaf itu satu. Prinsip mereka satu, yaitu kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman salaful ummah dalam semua aspek kehidupan: ibadah, akidah, muamalah, akhlak, dakwah, dll.
Adapun fenomena yang terjadi bukanlah perpecahan di kalangan salafiyin, tetapi adanya fitnah (ujian/cobaan), yaitu sebagian pihak berusaha keluar dari prinsip yang menyimpang, namun dia membuat ulah di tubuh kaum muslimin. Fitnah itu hikmahnya adalah untuk menyeleksi siapa yang jujur dan siapa yang dusta dalam berpegang dengan manhaj salaf.
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 96/VII/1434 H/2013, rubrik Tanya Jawab Ringkas. (Kirim sms pertanyaan ke redaksi 081328078414atau via email ke tanyajawabringkas@gmail.com. fadhlihsan.wordpress.com

159) Daging Akikah untuk Orang Kafir
T: Apakah kita boleh memberikan daging akikah kepada saudara kita yang bukan muslim? (08522xxxxxxx)
J: Boleh, dengan niat untuk hadiah atau melembutkan hati mereka. Begitu pula daging hewan kurban.
Jadi, akikah dan hewan kurban sebagian menjadi sedekah fakir miskin, sebagian menjadi hadiah untuk orang kaya, termasuk di dalamnya orang kafir.
160) Semir Rambut Hitam Kecoklatan
T: Bolehkah menyemir rambut dengan warna coklat kehitaman karena rambut sudah mulai memutih? Ini atas permintaan suami agar terlihat lebih muda. (081327xxxxxx)
J: Dalam Islam rambut yang memutih karena uban disunnahkan untuk disemir, tetapi dilarang memakai warna hitam. Selama bukan warna hitam, diperbolehkan baik untuk laki-laki maupun perempuan.
161) Wanita Shalat Memakai Sendal
T: Apakah shalat memakai sendal hukumnya sunnah? Jika wanita sesekali tidak memakai sendal, apakah bisa dihukumi seperti Yahudi? (08539xxxxxxx)
J: Tidak, karena hukumnya sunnah. Yang tidak melakukannya tidak mendapatkan dosa, apalagi dihukumi seperti Yahudi. Yang dinasihatkan ketika hendak shalat menggunakan sendal adalah mempertimbangkan maslahat dan mudharat dalam pandangan masyarakat umum.
162) Derajat Hadits Tentang Talak
T: Bagaimana kedudukan hadits, “Perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah talak”? (08781xxxxxxx)
J: Hadits ini mursal, termasuk riwayat mursal Muharib bin Ditsar. Mursal termasuk golongan hadits dhaif.
163) Berlepas Diri dari Hizbiyah
T: Apakah beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya berkonsekuensi bahwa saya juga harus berlepas diri dari mereka yang berdakwah tentang agama, namun dalam wadah atau kelompok baru yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? (Abu Abdillah – Lampung, 08574xxxxxxx)
J: Benar, itu termasuk konsekuensi tauhid kita. Kita harus berlepas diri dari kaum musyrikin dan kesyirikan serta dari kebid’ahan dan ahli bid’ah.
164) Shalat Memakai Pakaian Bermotif
T: Bagaimana hukumnya memakai pakaian, seperti sarung, songkok, jubah, gamis yang bermotif/tidak polos dalam shalat? (08524xxxxxxx)
J: Selama motifnya tidak ramai dan tidak mengganggu orang yang shalat, tidak mengapa. Afdalnya memakai yang polos sehingga tidak mengganggu pandangan orang yang shalat.
165) Partai Politik = Ashabiyah?
T: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya), “Bukan dari golongan kami, orang yang menyeru kepada ashabiyah (fanatisme golongan).” (HR. Abu Dawud)
Apakah orang-orang yang masuk ke partai politik tertentu dan mengampanyekan partainya termasuk dalam hadits ini? (08524xxxxxxx)
J: Ya. Semua riwayat yang melarang kita dari ashabiyah maka termasuk di antaranya adalah partai-partai politik yang ada ini.
166) Kaos Kaki Tinggi = Musbil?
T: Jika seseorang memakai celana sampai setengah betis kemudian memakai kaos kaki tinggi, apakah termasuk musbil? (08154xxxxxxx)
J: Tidak, karena menggunakan kaos kaki diperbolehkan. Selain itu, diperbolehkan pula menggunakan khuf (sepatu yang menutupi mata kaki). Yang dilarang adalah yang dari atas, baik itu celana, sarung, jubah, maupun gamis.
167) Antara Umrah & Membantu Orang Miskin
T: Saya pelanggan majalah Asy Syariah ingin bertanya. Sekarang ada fenomena adanya ibadah umrah. Yang saya tanyakan, lebih penting mana antara menjalankan ibadah umrah sementara di sekitar kita, bahkan mungkin saudara di sekitar kita, masih banyak yang hidup miskin? (08564xxxxxxx)
J: Dikerjakan dua-duanya. Kita sisihkan uang untuk membantu orang lain yang membutuhkan, di sisi lain kita juga melakukan umrah. Ringkasnya, ibadah umrah sangat besar keutamaannya dan tidak bertentangan dengan ibadah sedekah.
168) Perempuan Mendakwahi Lelaki
T: Bolehkan seorang perempuan mendakwahi laki-laki? Sebab, wanita tersebut lebih berilmu dan tidak tahan dengan kemungkaran yang dilakukan oleh si lelaki. (08967xxxxxxx)
J: Boleh dengan syarat aman dari fitnah (godaan) dan dengan cara yang hikmah.
169) Orang Tua Ingin Anak Belajar ke Luar Negeri
T: Orang tua saya menyuruh saya untuk belajar di Yaman bersama para ulama. Namun, saya merasa belum pantas untuk pergi ke sana karena ilmu saya yang masih sedikit dan umur saya masih 17 tahun. Saya masih merasa takut apabila pergi terlalu jauh. Apa nasihat ustadz, sikap terbaik yang harus saya lakukan? (08237xxxxxxx)
J: Jika menuda keberangkatan dalam rangka memperdalam ilmu yang dirasa penting sehingga lebih mudah ketika belajar di Yaman, itu alasan yang tepat. Akan tetapi, jika ketidaksiapan tersebut karena takut, alasan itu kurang tepat. Sebab, keberangkatan biasanya bersama teman-teman dari Indonesia. Di Yaman juga sudah ada teman-teman dari Indonesia yang akan membagikan pengalaman kepada kita.
Kuatkan hati, azamkan tekad, ambil kesempatan ini sebelum hilang.
170) Wanita Memakai Sendal Lelaki
T: Wanita memakai sendal seperti laki-laki, apakah itu termasuk tasyabuh? (08579xxxxxxx)
J: Jika sendal tersebut khusus laki-laki, tidak boleh. Tasyabuh tidak hanya terjadi dalam hal pakaian, tetapi dalam hal yang lain pula.
171) Suami Merantau, Istri Menyuruh pulang
T: Apakah seorang istri berdosa menyuruh suaminya pulang apabila suami tersebut tidak bekerja di rantau. Suami masih menunggu mendapatkan pekerjaan. (08575xxxxxxx)
J: Hal ini kembali terserah kerelaan istri. Jika istri meridhai suami tidak pulang, tidak masalah berada di rantauan. Jika tidak rela, hal itu tidak boleh. Sebab, istri punya hak terhadap suaminya. Jika dalam kondisi yang demikian istri meminta suami pulang, suami harus pulang. Demikian juga ketika suami menimba ilmu agama dan istri memintanya pulang, suami harus pulang. Sebab, itu adalah hak istri.
172) Menasihati Murid di Depan Umum
T: Apakah boleh seorang pengajar menasihati murid di hadapan orang banyak, seperti di majlis taklim umum? Padahal maurid itu tidak senang dengan yang seperti itu, walaupun memang dia bersalah. (08236xxxxxxx)
J: Hukum asal menasihati seseorang adalah secara sembunyi-sembunyi, bukan di forum umum karena akan menimbulkan banyak mudharat, timbul kesan mencerca, melecehkan, dan menghina.
Akan tetapi, dikecualikan (dibolehkan) jika nasihat tersebut menggunakan bahasa yang umum (tidak menunjuk orang tertentu) sehingga bermanfaat bagi semua pihak. Demikian pula ketika menasihati di depan umum memiliki maslahat yang besar.
173) Makanan Orang Kafir
T: Tiap daerah ada makanan khasnya, gudeg khasnya Yogya: empek-empek khas Palembang; rujak cingur khasnya Surabaya, dst. Demikian pula di negara kafir Eropa dan Amerika ada makanan khas masing-masing, spaghetti, makaroni, dan pizza khas Italia; hotdog, hamburger, dan fried chicken khas USA, dst. Demikian halnya di negara kafir Asia punya kekhasan, misalnya sukiyaki dan tenpura hana adalah khas Jepang.
Pertanyaan:
1. Apakah memasak, membeli, dan mengonsumsi makanan khas negeri kafir tersebut adalah bentuk tasyabuh dan mendukung syiar mereka?
2. Bagaimana dengan makan di restoran Pizza Hut, McDonald, KFC, dan semacamnya? (0815xxxxxxx)
J: Hukum asal makanan adalah halal kecuali ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Selagi makanan itu halal maka boleh dikonsumsi, baik itu makanan yang dibuat oleh kaum muslimin maupun yang dibuat oleh orang kafir. Demikian pula makan di Pizza Hut dan yang semisalnya; jika makanan yang dimakan adalah makanan halal, tidak ada hal-hal yang negatif, diperbolehkan.
174) Mengaji di Tempat Kematian
T: Kami pelanggan Asy Syariah mau tanya, mengaji di tempat orang meninggal itu boleh atau tidak? Katanya untuk “sangu” orang yang meninggal. Apa pula hukumnya peringatan 7 hari sampai 1000 harinya orang yang meninggal. (08783xxxxxxx)
J: Semua yang disebutkan dalam pertanyaan anda tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 97/IX/1435 H/2013, hal. 29-32.

175) Zikir Khusus Setelah Witir
T: Apakah ada zikir khusus setelah shalat sunnah witir? (08232xxxxxxx)
J: Tidak ada zikir tertentu setelah shalat sunnah. Yang ada zikir khusus adalah setelah shalat fardhu.
176) Makna Hadits Roh Ibarat Pasukan
T: Apa maksud hadits, “Roh-roh ibarat sebuah pasukan kokoh. Jika saling kenal, akan bertemu. Jika tidak mengenal, akan berpisah”? (HR. Al-Bukhari) (08525xxxxxxx)
J: Maksudnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kecocokan hati kepada setiap roh. Roh orang baik akan mencari orang baik yang semisalnya. Roh orang yang jelek juga akan mencari yang jelek semisalnya. Ini adalah introspeksi bagi diri kita, siapa yang kita cintai? Jika kita mencintai orang saleh, patut disyukuri. Akan tetapi, kalau kita mencintai orang yang tidak baik, tandanya roh kita juga tidak baik, perlu segera diperbaiki.
177) Menabung untuk Kurban
T: Bolehkah menabung untuk kurban? Bagaimana jika ada orang yang berkata, “Daripada menabung untuk kurban, lebih baik menabung untuk thalabul ilmi.” (08570xxxxxxx)
J: Keduanya boleh. Boleh menabung untuk kurban karena hukumnya sunnah muakkadah; dan boleh menabung untuk thalabul ilmi. Jadi, dua amalan tersebut tidak bertentangan. Kita bisa melakukan kedua-duanya.
178) Suara Manusia Menyerupai Musik
T: Tidak diragukan lagi bahwa alat musik hukumnya haram. Bagaimana hukumnya suara manusia yang menyerupai suara alat musik (misal acapella atau beatbox)? (08574xxxxxxx)
J: Sebaiknya ditinggalkan, karena suaranya adalah suara musik.
179) Masbuk Satu Rakaat
T: Bagaimana cara shalat makmum yang masbuk satu rakaat saat shalat Isya? (08526xxxxxxx)
J: Jika maksudnya tertinggal satu rakaat, ketika imam salam dia bangkit menyelesaikan rakaat keempat sampai salam. Jika maksudnya tertinggal tiga rakaat, dia bangkit untuk rakaat kedua dan tasyahud awal, lalu melanjutkan rakaat ketiga dan keempat hingga salam.
180) Tobat Pemelihara Tuyul
T: Apa dosa seseorang yang memelihara tuyul masih bisa diampuni? (08773xxxxxxx)
J: Semua dosa masih bisa bertobat darinya, asal bertobat dengan taubatan nasuha. Di antara cara tobat memelihara tuyul, dia melepaskan semua tuyul itu dan tidak ada lagi keterkaitan dengan tuyul-tuyul tersebut.
Tinggalkan semua klenik yang selama ini dilakukan. Tinggalkan semua bentuk kesyirikan dan khurafat. Kembalilah kepada agama yang benar, bertauhid kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala, dan banyak beramal saleh.
181) Cara Berjamaah Dua Orang
T: Bagaimana tatacara shalat berjamaah dengan dua orang? Saya pernah membaca buku tuntunan shalat, jika berjamaah hanya dua orang, imam dan makmum berdiri berjajar. Akan tetapi, yang ada di masyarakat luas sekarang, imam berdiri di depan, makmum di belakangnya. Kalau seperti itu shalatnya mendapat pahala jamaah atau tidak? (08771xxxxxxx)
J: Yang sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, imam berdiri sejajar dengan makmum. Adapun imam di depan dan makmum di belakang, hal itu menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
182) Definisi Ahlul Bait
T: Apa makna ahlul bait? Apa saja ketentuan-ketentuan ahlul bait? Apa yang harus dilakukan jika dia diberi suatu barang atau makanan? (08525xxxxxxx)
J: Ahlut bait adalah keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka adalah keluarga Ali bin Abi Thalib, Ja’far bin Abi Thalib, Aqil bin Abi Thalib, dan Harits bin Abi Thalib. Ahlul bait yang mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dimuliakan karena dua alasan: (1) di atas sunnah dan (2) keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Jika mereka termasuk ahli bid’ah, tidak dimuliakan.
Ahlul bait tidak boleh memakan barang sedekah, tetapi boleh menerima dan memakan hadiah.
183) Tata Cara Azan
T: Apakah gugur syariat menengok ke arah kanan dan kiri ketika muazin mengucapkan, “Hayya ‘ala….” karena sekarang menggunakan pengeras suara? (08572xxxxxxx)
J: Tidak, sebab itu adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga tetap dikerjakan. Hikmahnya memang untuk mengeraskan suara.
184) Lafadz Azan Subuh
T: Apakah azan subuh hanya 1 kali, menggunakan lafadz ash-shalatu khairun min an-naum? (08125xxxxxxx)
J: Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan, lafadz tersebut pada azan pertama, ada pula yang mengatakan pada azan kedua ketika masuk waktu subuh. Pendapat tersebut sama-sama kuat sehingga perlu dikaji. Pendapat yang dianggap kuat diamalkan, dengan tetap toleransi terhadap pendapat yang lain.
185) Antara Infak dan Sedekah
T: Mohon penjelasan antara infak dan sedekah, manakah yang lebih utama? (08xxxxxxxxx)
J: Infak ada yang sunnah dan wajib. Infak yang wajib contohnya menafkahi keluarga yang kita tanggung. Infak yang sunnah contohnya infak kepada fakir miskin. Sedekah ada yang wajib (zakat fitrah dan zakat mal) dan sedekah sunnah (sedekah kepada fakir miskin). Jadi, yang lebih afdal adalah yang wajib, kemudian yang sunnah setelahnya.
186) Tobat dari Dusta
T: Ustadz, bagaimana cara bertobat dari dosa dusta? (08536xxxxxxx)
J: Tinggalkan sifat dan akhlak berdusta, jangan lagi berdusta di kemudian hari. Gantilah dengan kejujuran.
187) Meminjam Uang di Bank
T: Apa hukum meminjam uang di bank untul modal usaha? (08536xxxxxxx)
J: Meminjam uang di bank adalah riba, baik untuk usaha, menikah, atau apa pun; baik dalam bentuk rupiah, dolar, maupun mata uang lainnya.
188) Jam Warna Kuning
T: Apa boleh laki-laki memakai jam berwarna kuning tanpa mengandung emas? (08575xxxxxxx)
J: Selama bukan emas, diperbolehkan.
189) Syahwat Terhadap Wanita
T: Bagaimana cara menjaga diri dari syahwat terhadap wanita? (08xxxxxxxxx)
J: 1. Tundukkan pandangan. 2. Cepat-cepat menikah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.
190) Dropshipping
T: Saya menjual sepatu di internet dan sudah menjadi agen sebuah toko (mendapat diskon 23% untuk tiap pembelian jika atas nama saya, dan terserah mau dijual ke masyarakat dengan harga berapa pun). Namun, sepatunya masih di toko pusat. Ketika ada yang beli melalui saya, uang dari pembeli ditransfer ke saya, lalu baru saya transfer ke pusat. Kadang barang langsung dikirim ke rumah pembeli, kadang ke rumah saya dulu. Apakah hal seperti ini boleh?
J: Supaya transaksi anda halal, maka barang dari pusat dikirim dulu kepada anda, baru anda yang kirim kepada pembeli. Jika dikirim langsung dari pusat kepada pembeli, maka tidak boleh karena anda menjual sesuatu yang belum diterima. Sistem ada uang, barang dikirim diperbolehkan dengan syarat sesuai dengan sifat, ukuran, jenis, dan waktu tertentu yang disepakati bersama.
191) Hukum Aqiqah
T: Apa hukum aqiqah? Jazakallahu khairan.
J: Pendapat yang rajih, akikah hukumnya sunnah muakkadah.
192) Promo Beli 2 Gratis 1
T: Di swalayan ada promo barang, beli ini gratis itu, beli satu dapat dua.
J: Promo langsung seperti itu boleh. Tidak ada unsur judi dan penipuan. Begitu pula beli barang yang dapat hadiah langsung, juga boleh asalkan kita membeli untuk kebutuhan.
193) Memanfaatkan Benda yang Tidak Digunakan
T: Bagaimana hukum mengambil benda di pabrik yang sudah tidak dipakai atau dibuang?
J: Kalau ada izin dari pabrik, maka boleh karena bisa jadi barang tersebut hendak diproses daur ulang.
194) Memanfaatkan Pohon Kontrakan
T: Apabila kami mengontrak sebuah rumah yang ada pohonnya, misalkan pohon mangga lalu pohon tersebut berbuah. Bolehkah kami memanennya kemudian kami menjual dan uang hasil penjualan untuk dipakai yang mengontrak rumah. Apakah ini mengandumg unsur riba?
J: Tergantung kesepakatan sebelumnya dengan tuan rumah, karena hukum asal pohon mangga tersebut milik dia.
Sumber:
1. Majalah Asy Syariah no. 97/IX/1435 H/2013, hal. 32-34.
2. Majalah Tashfiyah edisi 32 vol. 03 1435 H – 2013, hal. 125-128 via fadhlihsan.wordpress.com

No comments: